Bengkel Sapi Kalijeruk Dukung Ketahanan Pangan Nasional .

Bengkel Sapi Kalijeruk Yogyakarta, dapat mendorong produksi sapi unggul rakyat, untuk mendukung kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Asisten Staf Khusus Wakil Presiden, Guntur Subagja Mahardika mengapresiasi, inovasi yang dilakukan Prof Ali Agus mengembangkan bengkel sapi untuk melayani petani peternak sapi dan industri.

“Ini adalah langkah strategis untuk mencetak sapi unggul yang diproduksi rakyat dan dapat duplikasi di berbagai daerah,” ungkap Guntur Subagja saat berkunjung ke Bengkel Sapi Kalijeruk, di Widodomartani, Kecamatan Semplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat (30/4). 

Guntur Subagja didampingi guru besar ekonomi kerakyatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Gunawan Sumodiningrat.

Prof Ali Agus membuka bengkel sapi untuk mengedukasi dan melayani petani beternak sapi dengan teknologi. “Kami mengambil sapi-sapi petani yang kurus dan kami tangani menjadi sapi sehat, gemuk, dan unggul,” ungkap Dekan Fakultas Peternakan UGM ini.

Ratusan sapi dirawat di Bengkel Sapi Kalijeruk, dan setelah pulih dikembalikan kepada petani yang juga diberi pelatihan beternak sapi yang baik. Sapi yang berada di kandang adalah sapi-sapi kurus dan tidak tumbuh dengan baik. 

Sebelumnya pertumbuhan ADG (Average Daily Gain) di bawah 1 kilogram bisa tumbuh hingga 3 kilogram per hari setelah diterapi di bengkel sapi ini.

Bengkel Sapi adalah satu model merekondisi sapi-sapi atau ternak lainnya yang rusak (tidak sehat), kurus, menjadi sapi yang sehat dan unggul. “Penyebab utamanya umumnya adalah di pakan, peternak banyak tidak memahami pakan,”ujar Prof Ali Agus.

Treatment yang dilakukan Bengkel Sapi Kalijeruk adalah dengan menciptakan booster untuk menyehatkan dan memacu nafsu makan sapi. Bengkel juga menyiapkan Saus Burger Sapi, yang menjadi konsumsi sapi-sapi yang sedang direkondisi.

Guru besar FEB UGM Prof Gunawan Sumodiningrat menilai program Bengkel Sapi dapat menjadi model yang bisa diterapkan di berbagai daerah. “Ini harus dikembangkan ke berbagai daerah dengan pendampingan,” ungkap Prof Gunawan.

Guntur Subagja menyebutkan, program Bengkel Sapi dapat mendorong kemandirian dan ketahanan pangan nasional, khususnya dalam meningkatkan produksi sapi unggul nasional.

Bengkel Sapi yang dikembangkan Prof Ali Agus dikelola oleh para tenaga profesional muda dari UGM dan lulusan perguruan tinggi lainnya. Di bengkel ini juga menjadi sarana magang dan pelatihan berbagai kampus.

“Kami menyiapkan Sekolah Peternakan untuk melahirkan peternak-peternak hebat,” ungkap Prof Ali Agus yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DI Yogyakarta tersebut. 

Prof Ali Agus juga mengembangkan pembiakan dan pengemukan sapi lokal dan sapi dari luar negeri, seperti Simental, Belgian Blue, Brangus dan lainnya. “Sapi-sapi ini bisa mencapai berat satu ton,” jelasnya. [DIT]

]]> .
Bengkel Sapi Kalijeruk Yogyakarta, dapat mendorong produksi sapi unggul rakyat, untuk mendukung kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Asisten Staf Khusus Wakil Presiden, Guntur Subagja Mahardika mengapresiasi, inovasi yang dilakukan Prof Ali Agus mengembangkan bengkel sapi untuk melayani petani peternak sapi dan industri.

“Ini adalah langkah strategis untuk mencetak sapi unggul yang diproduksi rakyat dan dapat duplikasi di berbagai daerah,” ungkap Guntur Subagja saat berkunjung ke Bengkel Sapi Kalijeruk, di Widodomartani, Kecamatan Semplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat (30/4). 

Guntur Subagja didampingi guru besar ekonomi kerakyatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Gunawan Sumodiningrat.

Prof Ali Agus membuka bengkel sapi untuk mengedukasi dan melayani petani beternak sapi dengan teknologi. “Kami mengambil sapi-sapi petani yang kurus dan kami tangani menjadi sapi sehat, gemuk, dan unggul,” ungkap Dekan Fakultas Peternakan UGM ini.

Ratusan sapi dirawat di Bengkel Sapi Kalijeruk, dan setelah pulih dikembalikan kepada petani yang juga diberi pelatihan beternak sapi yang baik. Sapi yang berada di kandang adalah sapi-sapi kurus dan tidak tumbuh dengan baik. 

Sebelumnya pertumbuhan ADG (Average Daily Gain) di bawah 1 kilogram bisa tumbuh hingga 3 kilogram per hari setelah diterapi di bengkel sapi ini.

Bengkel Sapi adalah satu model merekondisi sapi-sapi atau ternak lainnya yang rusak (tidak sehat), kurus, menjadi sapi yang sehat dan unggul. “Penyebab utamanya umumnya adalah di pakan, peternak banyak tidak memahami pakan,”ujar Prof Ali Agus.

Treatment yang dilakukan Bengkel Sapi Kalijeruk adalah dengan menciptakan booster untuk menyehatkan dan memacu nafsu makan sapi. Bengkel juga menyiapkan Saus Burger Sapi, yang menjadi konsumsi sapi-sapi yang sedang direkondisi.

Guru besar FEB UGM Prof Gunawan Sumodiningrat menilai program Bengkel Sapi dapat menjadi model yang bisa diterapkan di berbagai daerah. “Ini harus dikembangkan ke berbagai daerah dengan pendampingan,” ungkap Prof Gunawan.

Guntur Subagja menyebutkan, program Bengkel Sapi dapat mendorong kemandirian dan ketahanan pangan nasional, khususnya dalam meningkatkan produksi sapi unggul nasional.

Bengkel Sapi yang dikembangkan Prof Ali Agus dikelola oleh para tenaga profesional muda dari UGM dan lulusan perguruan tinggi lainnya. Di bengkel ini juga menjadi sarana magang dan pelatihan berbagai kampus.

“Kami menyiapkan Sekolah Peternakan untuk melahirkan peternak-peternak hebat,” ungkap Prof Ali Agus yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DI Yogyakarta tersebut. 

Prof Ali Agus juga mengembangkan pembiakan dan pengemukan sapi lokal dan sapi dari luar negeri, seperti Simental, Belgian Blue, Brangus dan lainnya. “Sapi-sapi ini bisa mencapai berat satu ton,” jelasnya. [DIT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories