Belum Kasih Izin Umroh Ke WNI Salman Raja Tega .

Pintu internasional Arab Saudi perlahan mulai dibuka lebih lebar. Warga dari 20 negara yang sebelumnya dilarang masuk, termasuk Indonesia, kini sudah dibolehkan berkunjung ke Saudi. Sayangnya, sampai sekarang, Saudi belum memberikan izin umroh ke Warga Negara Indonesia (WNI). Duh, Raja Salman tega banget ya. 
 
Selain Indonesia, ada 19 warga negara lain yang dibolehkan masuk ke Saudi. ke-19 negara tersebut adalah Uni Emirat Arab (UEA), Lebanon, Mesir, India, Argentina, Jerman, AS, Irlandia, Italia, Pakistan, Brasil, Portugal, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Perancis, dan Jepang.
 
Namun, kata Badan Konsuler Kementerian Luar Negeri Saudi, keputusan itu hanya berlaku bagi ekspatriat yang telah divaksinasi Covid-19 di Saudi sebelum pulang ke negara asal mereka. Sedangkan bagi bukan ekspatriat yang telah divaksin di Saudi, tetap tidak bisa. Termasuk calon jemaah umroh Indonesia.
 
Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menyatakan, hingga kini, Indonesia belum bisa mengirimkan calon jemaah umroh lantaran statusnya masih ditangguhkan atau suspend oleh otoritas Saudi. “Kebijakan (Saudi membuka pintu internasional) bukan untuk umum dan umroh. Hanya untuk ekspatriat. Sampai saat ini, status kita masih di-suspend,” kata Endang, kemarin. 
 
Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi. Kata dia, Saudi sudah membuka penerbangan bagi tujuh negara yang ter-suspend selama ini. Tetapi, penerbangan itu sebatas mukimin dan ekspatriat. Dengan kebijakan itu, orang yang bisa masuk ke Saudi hanya yang mempunyai izin tinggal. Mukimin yang ada di Saudi juga sudah bisa kembali ke Tanah Air. 
 
Soal calon jemaah umroh Indonesia, kata Khoirizi, tidak akan diizinkan masuk wilayah Saudi sepanjang kasus Covid-19 di Tanah Air masih tinggi. “Ini yang harus kita luruskan. Umroh pasti ada. Umroh tidak pernah berhenti. Tapi, problematikanya ketika Covid ini tinggi, tingkat kematian itu tinggi, maka kita kena suspend,” terangnya, dalam diskusi daring, kemarin. 
 
Ia menjelaskan, selama suspend masih berlaku, penerbangan asal Indonesia tidak diperbolehkan masuk wilayah Tanah Suci. Karena itu, sulit untuk mengirim jemaah umroh asal Indonesia jika situasi pandemi masih seperti saat ini. 

 

Solusinya harus diselesaikan dari hulu, yaitu bisa menurunkan tingkat penyebaran dan tingkat kematian. Khoirizi pun mengimbau masyarakat dan para calon jemaah umroh melakukan vaksinasi Covid-19 agar pandemi bisa dikendalikan. Apabila pandemi sudah berhasil dikendalikan, ada kemungkinan suspend terhadap penerbangan dari Indonesia bisa dicabut.
 
Ia pun berharap, pengelola biro perjalanan ibadah umroh fokus mendorong anggota jemaah pengguna layanan untuk mengikuti vaksinasi. Jumlah jemaah umroh yang terdaftar cukup banyak. Sekitar 60 ribu. 

Pada penyelenggaraan umroh tahun ini, Pemerintah Saudi mengizinkan jemaah menggunakan vaksin buatan Sinovac dan Sinopharm, yang banyak digunakan di Indonesia. Namun, tetap meminta jemaah mendapat tambahan satu dosis vaksin buatan AstraZeneca, Pfizer, Moderna, atau Johnson & Johnson.
 
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI) Firman M Nur sedih dengan belum dibukanya umroh bagi Indonesia. Kata dia, sudah lebih dari 1,5 tahun biro travel haji dan umroh tak memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci. Keadaan ini menghantam keuangan biro travel.
 
Dari calon jemaah umroh, masih berharap Saudi mau membuka untuk WNI. Salah satu harapan itu diungkap pedangdut Inul Daratista. Di akun Instagramnya, @inul.d, dia membagikan foto saat memakai mukena dengan Al-Qur’an di depannya. “Semoga tahun depan makkah bisa dibuka untuk umum,” tulis Inul.

Inul mengaku punya janji memberangkatkan 65 orang untuk umroh. Dikarenakan pandemi, ibadah umroh tersebut harus ditunda. “Semoga Allah SWT menyelesaikan pandemi ini. Aamin. Saya minta maaf karena kondisi belum bagus tidak berani melepas calon jemaah,” tutupnya. [BCG]

]]> .
Pintu internasional Arab Saudi perlahan mulai dibuka lebih lebar. Warga dari 20 negara yang sebelumnya dilarang masuk, termasuk Indonesia, kini sudah dibolehkan berkunjung ke Saudi. Sayangnya, sampai sekarang, Saudi belum memberikan izin umroh ke Warga Negara Indonesia (WNI). Duh, Raja Salman tega banget ya. 
 
Selain Indonesia, ada 19 warga negara lain yang dibolehkan masuk ke Saudi. ke-19 negara tersebut adalah Uni Emirat Arab (UEA), Lebanon, Mesir, India, Argentina, Jerman, AS, Irlandia, Italia, Pakistan, Brasil, Portugal, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Perancis, dan Jepang.
 
Namun, kata Badan Konsuler Kementerian Luar Negeri Saudi, keputusan itu hanya berlaku bagi ekspatriat yang telah divaksinasi Covid-19 di Saudi sebelum pulang ke negara asal mereka. Sedangkan bagi bukan ekspatriat yang telah divaksin di Saudi, tetap tidak bisa. Termasuk calon jemaah umroh Indonesia.
 
Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menyatakan, hingga kini, Indonesia belum bisa mengirimkan calon jemaah umroh lantaran statusnya masih ditangguhkan atau suspend oleh otoritas Saudi. “Kebijakan (Saudi membuka pintu internasional) bukan untuk umum dan umroh. Hanya untuk ekspatriat. Sampai saat ini, status kita masih di-suspend,” kata Endang, kemarin. 
 
Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi. Kata dia, Saudi sudah membuka penerbangan bagi tujuh negara yang ter-suspend selama ini. Tetapi, penerbangan itu sebatas mukimin dan ekspatriat. Dengan kebijakan itu, orang yang bisa masuk ke Saudi hanya yang mempunyai izin tinggal. Mukimin yang ada di Saudi juga sudah bisa kembali ke Tanah Air. 
 
Soal calon jemaah umroh Indonesia, kata Khoirizi, tidak akan diizinkan masuk wilayah Saudi sepanjang kasus Covid-19 di Tanah Air masih tinggi. “Ini yang harus kita luruskan. Umroh pasti ada. Umroh tidak pernah berhenti. Tapi, problematikanya ketika Covid ini tinggi, tingkat kematian itu tinggi, maka kita kena suspend,” terangnya, dalam diskusi daring, kemarin. 
 
Ia menjelaskan, selama suspend masih berlaku, penerbangan asal Indonesia tidak diperbolehkan masuk wilayah Tanah Suci. Karena itu, sulit untuk mengirim jemaah umroh asal Indonesia jika situasi pandemi masih seperti saat ini. 

 

Solusinya harus diselesaikan dari hulu, yaitu bisa menurunkan tingkat penyebaran dan tingkat kematian. Khoirizi pun mengimbau masyarakat dan para calon jemaah umroh melakukan vaksinasi Covid-19 agar pandemi bisa dikendalikan. Apabila pandemi sudah berhasil dikendalikan, ada kemungkinan suspend terhadap penerbangan dari Indonesia bisa dicabut.
 
Ia pun berharap, pengelola biro perjalanan ibadah umroh fokus mendorong anggota jemaah pengguna layanan untuk mengikuti vaksinasi. Jumlah jemaah umroh yang terdaftar cukup banyak. Sekitar 60 ribu. 

Pada penyelenggaraan umroh tahun ini, Pemerintah Saudi mengizinkan jemaah menggunakan vaksin buatan Sinovac dan Sinopharm, yang banyak digunakan di Indonesia. Namun, tetap meminta jemaah mendapat tambahan satu dosis vaksin buatan AstraZeneca, Pfizer, Moderna, atau Johnson & Johnson.
 
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI) Firman M Nur sedih dengan belum dibukanya umroh bagi Indonesia. Kata dia, sudah lebih dari 1,5 tahun biro travel haji dan umroh tak memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci. Keadaan ini menghantam keuangan biro travel.
 
Dari calon jemaah umroh, masih berharap Saudi mau membuka untuk WNI. Salah satu harapan itu diungkap pedangdut Inul Daratista. Di akun Instagramnya, @inul.d, dia membagikan foto saat memakai mukena dengan Al-Qur’an di depannya. “Semoga tahun depan makkah bisa dibuka untuk umum,” tulis Inul.

Inul mengaku punya janji memberangkatkan 65 orang untuk umroh. Dikarenakan pandemi, ibadah umroh tersebut harus ditunda. “Semoga Allah SWT menyelesaikan pandemi ini. Aamin. Saya minta maaf karena kondisi belum bagus tidak berani melepas calon jemaah,” tutupnya. [BCG]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories