Belajarlah Dari Kasus Tsunami Covid India Plis, Jangan Maksa Mudik Ya!

Pemerintah bekerja keras supaya Indonesia tidak mengalami kejadian seperti di India. Masyarakat pun diingatkan untuk tidak memaksa melakukan mudik Lebaran. Hal ini ditegaskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Prof Muhammad Tito Karnavian

Menurutnya, kepatuhan masyarakat merupakan salah satu solusi, supaya bangsa ini mampu menghadapi pandemi Covid-19 yang belum juga selesai. “Makanya kita minta masyarakat bisa memahami dan memetik pelajaran dari kasus yang terjadi di India, sehingga tidak terjadi di Indonesia,” imbau Tito, kemarin.

Sebelum kasus Covid-19 melonjak drastis di India, penduduk setempat mengadakan perayaan Kumbh Mela, yang merupakan ritual penting bagi umat Hindu di India. Ribuan orang berbondong-bondong mengikuti ritual mandi bersama di Sungai Gangga tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, India juga menggelar pemilihan kepala daerah di lima negara bagian, yang memicu kerumunan massa tanpa menerapkan protokol kesehatan. Belum lagi, stadion-stadion sepak bola di negara itu dipenuhi penonton. “Sehingga apa yang terjadi di India kita bisa saksikan saat ini. Belum lagi ditambah adanya varian baru Covid-19 yang berasal dari India,” bebernya.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk bercermin dari peristiwa tersebut. Ia meminta agar larangan mudik Lebaran kali ini dipatuhi. “Kita jangan sampai seperti di India. Karena mereka euforia, lupa menaati protokol kesehatan, berkerumun, tidak pakai masker, dan tidak menjaga jarak,” tegas eks Kapolri ini.

Mengutip BBC, sejak 15 April lalu, jumlah kasus infeksi baru harian di India berada di kisaran 200 ribu. Angka itu jauh di atas rata-rata kasus baru harian di negeri tersebut pada tahun lalu yaitu, 93 ribu. Jumlah kasus baru infeksi virus Corona di India mencapai puncaknya pada pekan ini. Pada Kamis (22/4), India menggusur Amerika Serikat sebagai negara yang mencatat kasus baru harian terbanyak.

Pada hari itu, Kementerian Kesehatan India melaporkan kasus baru infeksi virus Corona mencapai lebih dari 310 ribu. Angka itu jauh lebih tinggi daripada rekor sebelumnya, yang dicatat AS pada 8 Januari, yaitu 300.699 kasus.

Kemudian pada Sabtu (24/4), India mencatat 346.786 kasus virus Corona harian. Ini merupakan kasus harian tertinggi dunia dalam tiga hari berturut-turut. Dengan demikian, negara itu mencatat hampir 1 juta kasus infeksi dalam tiga hari. Kematian akibat Covid-19 di seluruh India pun naik 2.624 selama 24 jam terakhir, dikutip dari Reuters, Sabtu (24/4).

Di Rumah Sakit Jaipur Golden, Delhi, 20 orang meninggal dalam semalam karena kekurangan oksigen. Pemerintah India menyebutkan, pihaknya mengerahkan kereta api dan angkatan udara untuk mengangkut pasokan ke daerah yang terkena dampak paling parah. [DIR]

]]> Pemerintah bekerja keras supaya Indonesia tidak mengalami kejadian seperti di India. Masyarakat pun diingatkan untuk tidak memaksa melakukan mudik Lebaran. Hal ini ditegaskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Prof Muhammad Tito Karnavian

Menurutnya, kepatuhan masyarakat merupakan salah satu solusi, supaya bangsa ini mampu menghadapi pandemi Covid-19 yang belum juga selesai. “Makanya kita minta masyarakat bisa memahami dan memetik pelajaran dari kasus yang terjadi di India, sehingga tidak terjadi di Indonesia,” imbau Tito, kemarin.

Sebelum kasus Covid-19 melonjak drastis di India, penduduk setempat mengadakan perayaan Kumbh Mela, yang merupakan ritual penting bagi umat Hindu di India. Ribuan orang berbondong-bondong mengikuti ritual mandi bersama di Sungai Gangga tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, India juga menggelar pemilihan kepala daerah di lima negara bagian, yang memicu kerumunan massa tanpa menerapkan protokol kesehatan. Belum lagi, stadion-stadion sepak bola di negara itu dipenuhi penonton. “Sehingga apa yang terjadi di India kita bisa saksikan saat ini. Belum lagi ditambah adanya varian baru Covid-19 yang berasal dari India,” bebernya.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk bercermin dari peristiwa tersebut. Ia meminta agar larangan mudik Lebaran kali ini dipatuhi. “Kita jangan sampai seperti di India. Karena mereka euforia, lupa menaati protokol kesehatan, berkerumun, tidak pakai masker, dan tidak menjaga jarak,” tegas eks Kapolri ini.

Mengutip BBC, sejak 15 April lalu, jumlah kasus infeksi baru harian di India berada di kisaran 200 ribu. Angka itu jauh di atas rata-rata kasus baru harian di negeri tersebut pada tahun lalu yaitu, 93 ribu. Jumlah kasus baru infeksi virus Corona di India mencapai puncaknya pada pekan ini. Pada Kamis (22/4), India menggusur Amerika Serikat sebagai negara yang mencatat kasus baru harian terbanyak.

Pada hari itu, Kementerian Kesehatan India melaporkan kasus baru infeksi virus Corona mencapai lebih dari 310 ribu. Angka itu jauh lebih tinggi daripada rekor sebelumnya, yang dicatat AS pada 8 Januari, yaitu 300.699 kasus.

Kemudian pada Sabtu (24/4), India mencatat 346.786 kasus virus Corona harian. Ini merupakan kasus harian tertinggi dunia dalam tiga hari berturut-turut. Dengan demikian, negara itu mencatat hampir 1 juta kasus infeksi dalam tiga hari. Kematian akibat Covid-19 di seluruh India pun naik 2.624 selama 24 jam terakhir, dikutip dari Reuters, Sabtu (24/4).

Di Rumah Sakit Jaipur Golden, Delhi, 20 orang meninggal dalam semalam karena kekurangan oksigen. Pemerintah India menyebutkan, pihaknya mengerahkan kereta api dan angkatan udara untuk mengangkut pasokan ke daerah yang terkena dampak paling parah. [DIR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories