Begini Mekanisme Otak Dan Tubuh Kita Saat Merespons Kebaikan

<p>Berbuat baik, memiliki banyak manfaat positif. Salah satunya, membantu otak menyalurkan energi positif ke seluruh tubuh. Sehingga, organ tubuh dapat bekerja lebih baik dan tidak mudah sakit.</p>

<p>Bahagia dalam menjalani hidup, dapat membantu menekan potensi munculnya penyakit.</p>

<p>Bagi penerima kebaikan, manfaatnya pun tak kalah besar. Dapat membantu menenangkan dan menenteramkan jiwa.</p>

<p>Soal ini, Ahli Biologi Molekuler Riza Arief&nbsp;Putranto mengatakan, impuls kebaikan yang kita terima melalui penglihatan, pendengaran, dan sentuhan, akan disampaikan ke otak. Terutama, bagian hipotalamus.</p>

<p>Di dalam hipotalamus otak, sel-sel saraf yang mengelola impuls tersebut, menerjemahkannya hingga level DNA.</p>

<p>&quot;Riset menunjukkan gen OXTR GG / AA dan AVPR1A G banyak ditemukan pada orang dengan kebaikan tinggi: kedermawanan, empati,&quot; jelas Riza via Instagram.</p>

<p>Bersama yang lainnya, kedua gen tersebut mengatur jumlah oksitosin dan vasopression bersama neurotransmiter lainnya melalui respon kompleks.</p>

<p>Setelah diedarkan ke seluruh tubuh, muncul perasaan hangat dan tenang.</p>

<p>&quot;Selain itu, mekanisme <em>feedback</em>-<em>loop</em> juga terjadi. Hal-hal baik yang kita&nbsp;lihat, dengar atau rasakan disimpan oleh otak&nbsp;sebagai ingatan. &nbsp;Sebagian ilmuwan menyebutnya The Jar of Love&nbsp;(Toples Kasih Sayang),&quot; jelas Riza.</p>

<p>Ingatan ini bisa tersimpan dengan sangat detil dan mendalam. Semakin perbuatan baik itu bermakna bagi pemberi atau penerima, semakin dalam tertanam ingatan terkait hal tersebut.</p>

<p>Otak emosional berperan membantu mempertajam &quot;pentingnya&quot; ingatan itu.</p>

<p>&quot;Dari penjelasan saintifik itu, kita bisa saja merasa bukan siapa-siapa. Tapi, kita bisa menjadi &quot;dunianya&quot; seseorang. Sebaik-baiknya manusia adalah yang membawa manfaat. Potensi bermanfaat berpeluang besar, saat kita berbuat baik,&quot; pungkas Riza. ■</p>

<p>&nbsp;</p> <p>Berbuat baik, memiliki banyak manfaat positif. Salah satunya, membantu otak menyalurkan energi positif ke seluruh tubuh. Sehingga, organ tubuh dapat bekerja lebih baik dan tidak mudah sakit.</p>

<p>Bahagia dalam menjalani hidup, dapat membantu menekan potensi munculnya penyakit.</p>

<p>Bagi penerima kebaikan, manfaatnya pun tak kalah besar. Dapat membantu menenangkan dan menenteramkan jiwa.</p>

<p>Soal ini, Ahli Biologi Molekuler Riza Arief&nbsp;Putranto mengatakan, impuls kebaikan yang kita terima melalui penglihatan, pendengaran, dan sentuhan, akan disampaikan ke otak. Terutama, bagian hipotalamus.</p>

<p>Di dalam hipotalamus otak, sel-sel saraf yang mengelola impuls tersebut, menerjemahkannya hingga level DNA.</p>

<p>&quot;Riset menunjukkan gen OXTR GG / AA dan AVPR1A G banyak ditemukan pada orang dengan kebaikan tinggi: kedermawanan, empati,&quot; jelas Riza via Instagram.</p>

<p>Bersama yang lainnya, kedua gen tersebut mengatur jumlah oksitosin dan vasopression bersama neurotransmiter lainnya melalui respon kompleks.</p>

<p>Setelah diedarkan ke seluruh tubuh, muncul perasaan hangat dan tenang.</p>

<p>&quot;Selain itu, mekanisme <em>feedback</em>-<em>loop</em> juga terjadi. Hal-hal baik yang kita&nbsp;lihat, dengar atau rasakan disimpan oleh otak&nbsp;sebagai ingatan. &nbsp;Sebagian ilmuwan menyebutnya The Jar of Love&nbsp;(Toples Kasih Sayang),&quot; jelas Riza.</p>

<p>Ingatan ini bisa tersimpan dengan sangat detil dan mendalam. Semakin perbuatan baik itu bermakna bagi pemberi atau penerima, semakin dalam tertanam ingatan terkait hal tersebut.</p>

<p>Otak emosional berperan membantu mempertajam &quot;pentingnya&quot; ingatan itu.</p>

<p>&quot;Dari penjelasan saintifik itu, kita bisa saja merasa bukan siapa-siapa. Tapi, kita bisa menjadi &quot;dunianya&quot; seseorang. Sebaik-baiknya manusia adalah yang membawa manfaat. Potensi bermanfaat berpeluang besar, saat kita berbuat baik,&quot; pungkas Riza. ■</p>

<p>&nbsp;</p>.

Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories