Bayi Badak Putih Lahir di Taman Safari Bogor .

Ketekunan seorang keeper (perawat satwa) badak putih di Taman Safari Bogor, Poniran (45 tahun), rupanya terbayar sudah. Seiring dengan kabar gembira kelahiran satu ekor badak putih (Ceratotherium simum) pada Senin (26/10) lalu.  

“Kebanggaan ini bukan hanya milik keeper ataupun tim medis Taman Safari Bogor, tapi juga kebanggaan bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Karena badak putih termasuk satwa yang hampir terancam punah. Jadi, sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga dan melestarikan spesies ini agar terhindar dari kepunahan,” jelas Jansen Manansang, Direktur Taman Safari Indonesia (TSI) Group.

Saat ini, bayi badak putih berjenis kelamin betina yang diberi nama ‘Azsyifa’  tersebut masih berada dalam pantauan yang cukup ketat oleh tim medis Taman Safari Bogor. Azsyifa masih menyusu ke induknya tiap 30 menit. Untuk menambah nutrisi, ia diberi pakan tambahan berupa kacang-kacangan, wortel, dedaunan, pisang serta rerumputan sebanyak 100 kg per-harinya. Pemantauan pun rutin dilakukan dengan melibatkan lebih dari 5 orang keeper (perawat satwa) yang melakukan penjagaan pada siang dan malam hari secara bergiliran. 

Perawatan ekstra juga sudah dilakukan jauh sebelum Azsyifa dilahirkan, terutama saat induknya, Chuma melakukan perkawinan dengan Merdeka. Mereka mengalami masa perkawinan selama kurang lebih 1 minggu. Rata-rata, perkawinan tersebut berlangsung selama 30 menit.Perkawinannya sendiri berlangsung pada Juni 2019. 

Lalu, dua bulan setelah masa kawin tersebut, barulah dilakukan pengamatan dengan menggunakan alat USG. Dari sinilah, diketahui bahwa Chuma positif hamil dan langsung mendapatkan perawatan ekstra dan tambahan pakan untuk menunjang kehamilannya. 

Soal nama Azsyifa, diberikan pada penghujung tahun 2020. Kehadiran Azsyifa menjadi istimewa, karena menjadi badak putih ke-7 yang lahir di Taman Safari Indonesia (TSI) Group selama 75 tahun Indonesia merdeka. Selain itu, ia juga menjadi kabar yang cukup menggembirakan di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia. 

“Semoga dengan kabar gembira ini, akan menjadi penyemangat bagi segala lapisan masyarakat untuk bisa bangkit menghadapi tahun 2021 yang lebih cerah, serta bisa berkunjung #timetosafari untuk menyapa Azsyifa yang lucu dan menggemaskan di Taman Safari Bogor,” ujar Emeraldo Parengkuan, General Manager Taman Safari Bogor.

Kelahiran Azsyifa juga menjadi salah satu bukti kesuksesan Taman Safari Indonesia (TSI) Group dalam menjalankan perannya sebagai Lembaga Konservasi. “Di tengah pandemi Covid-19, Taman Safari Indonesia Group tetap membuktikan komitmennya dalam konservasi satwa. Azsyifa adalah salah satu buktinya. Ke depannya, kami akan tetap terus konsisten dalam menjalankan konservasi satwa-satwa yang terancam punah. Jadi, tetap dukung kami di tahun yang baru ini dan tahun-tahun mendatang,” tambah Ujar Jansen Manansang. [ARM]

]]> .
Ketekunan seorang keeper (perawat satwa) badak putih di Taman Safari Bogor, Poniran (45 tahun), rupanya terbayar sudah. Seiring dengan kabar gembira kelahiran satu ekor badak putih (Ceratotherium simum) pada Senin (26/10) lalu.  

“Kebanggaan ini bukan hanya milik keeper ataupun tim medis Taman Safari Bogor, tapi juga kebanggaan bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Karena badak putih termasuk satwa yang hampir terancam punah. Jadi, sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga dan melestarikan spesies ini agar terhindar dari kepunahan,” jelas Jansen Manansang, Direktur Taman Safari Indonesia (TSI) Group.

Saat ini, bayi badak putih berjenis kelamin betina yang diberi nama ‘Azsyifa’  tersebut masih berada dalam pantauan yang cukup ketat oleh tim medis Taman Safari Bogor. Azsyifa masih menyusu ke induknya tiap 30 menit. Untuk menambah nutrisi, ia diberi pakan tambahan berupa kacang-kacangan, wortel, dedaunan, pisang serta rerumputan sebanyak 100 kg per-harinya. Pemantauan pun rutin dilakukan dengan melibatkan lebih dari 5 orang keeper (perawat satwa) yang melakukan penjagaan pada siang dan malam hari secara bergiliran. 

Perawatan ekstra juga sudah dilakukan jauh sebelum Azsyifa dilahirkan, terutama saat induknya, Chuma melakukan perkawinan dengan Merdeka. Mereka mengalami masa perkawinan selama kurang lebih 1 minggu. Rata-rata, perkawinan tersebut berlangsung selama 30 menit.Perkawinannya sendiri berlangsung pada Juni 2019. 

Lalu, dua bulan setelah masa kawin tersebut, barulah dilakukan pengamatan dengan menggunakan alat USG. Dari sinilah, diketahui bahwa Chuma positif hamil dan langsung mendapatkan perawatan ekstra dan tambahan pakan untuk menunjang kehamilannya. 

Soal nama Azsyifa, diberikan pada penghujung tahun 2020. Kehadiran Azsyifa menjadi istimewa, karena menjadi badak putih ke-7 yang lahir di Taman Safari Indonesia (TSI) Group selama 75 tahun Indonesia merdeka. Selain itu, ia juga menjadi kabar yang cukup menggembirakan di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia. 

“Semoga dengan kabar gembira ini, akan menjadi penyemangat bagi segala lapisan masyarakat untuk bisa bangkit menghadapi tahun 2021 yang lebih cerah, serta bisa berkunjung #timetosafari untuk menyapa Azsyifa yang lucu dan menggemaskan di Taman Safari Bogor,” ujar Emeraldo Parengkuan, General Manager Taman Safari Bogor.

Kelahiran Azsyifa juga menjadi salah satu bukti kesuksesan Taman Safari Indonesia (TSI) Group dalam menjalankan perannya sebagai Lembaga Konservasi. “Di tengah pandemi Covid-19, Taman Safari Indonesia Group tetap membuktikan komitmennya dalam konservasi satwa. Azsyifa adalah salah satu buktinya. Ke depannya, kami akan tetap terus konsisten dalam menjalankan konservasi satwa-satwa yang terancam punah. Jadi, tetap dukung kami di tahun yang baru ini dan tahun-tahun mendatang,” tambah Ujar Jansen Manansang. [ARM]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RMCO.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy