Bayar Klaim Nasabah Covid Rp 59,3 Miliar Generali Terus Inovasi Teknologi Di Aplikasi Gen iClick

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) membayarkan klaim nasabah Covid-19 sejak Maret 2020 hingga Januari 2021 sebesar Rp 59,3 miliar dari 849 klaim.

Dari jumlah tersebut, 82 persen klaim terkait Covid-19 yang telah dibayarkan Generali tercatat di 4 bulan terakhir (Oktober 2020-Januari 2021).

CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman menuturkan, sepanjang 2020, Generali telah membayarkan sebanyak 167 ribu klaim senilai lebih dari Rp 629,5 miliar.

Selain klaim Covid-19, Generali juga memberikan perlindungan untuk nasabahnya yang mengalami efek samping akibat vaksinasi Covid-19. “Serta biaya rawat inap karena komplikasi pascavaksinasi akan ditanggung Generali,” jelasnya dalam Virtual Launch & Press Briefing ‘Fitur Tebus Obat di Dokter Leo, Kamis (25/2).

Generali juga menanggung fasilitas perawatan isolasi mandiri berlaku bagi nasabah individual yang positif Covid-19. Perlindungan isolasi mandiri mencakup biaya tes PCR, laboratorium, dokter, obat, vitamin, dan suplemen. Periode coverage ini sampai dengan 30 April 2021.

 

Tak hanya itu, Generali juga terus berinovasi di tengah pandemi. Kali ini Generali memperkenalkan fitur kesehatan terbaru tebus obat resep di Dokter Leo, di aplikasi Gen iClick. Dalam aplikasi ini para nasabah bisa langsung menebus obat dan langsung dikirim ke alamat rumah.

Bahkan, para nasabah bisa langsung mengajukan klaim secara online. “Fitur tebus obat resep di Dokter Leo merupakan salah satu dari rangkaian inovasi yang terus kami hadirkan untuk mendampingi dan memberikan kemudahan bagi nasabah di segala situasi, apalagi di kondisi sekarang,” imbuhnya.

Melalui fitur-fitur kesehatan inovatif yang semakin lengkap dan terintegrasi pada aplikasi Gen iClick ini, proses konsultasi dan pembelian obat bisa jauh lebih efektif dan efisien. Dan yang terpenting tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga lebih aman untuk digunakan oleh nasabah. “Inovasi-inovasi ini menjadi bukti komitmen Generali untuk mewujudkan visi menjadi lifetime partner bagi nasabah.” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dengan fitur ini para nasabah tidak perlu pergi ke apotek dan mengantre untuk tebus obat. “Semua dilakukan dengan mudah menggunakan satu aplikasi, Gen iClick, hanya dengan sentuhan jari dan waktu yang singkat.” tambahnya.

Selain fitur kesehatan terus dikembangkan, melalui Gen iClick nasabah juga dapat mengakses informasi-informasi lainnya, seperti melihat informasi detil manfaat polis dan kinerja investasi, riwayat transaksi, melakukan perubahan polis.

Bahkan, para nasabah dapat melakukan aktivasi Robo ARMS, melakukan pengajuan klaim online, melakukan pembayaran premi dan tambah data online, serta merubah data korespodensi.

“Dalam menghadirkan berbagai inovasi bagi nasabah, Generali menerapkan konsep high tech dan high touch, dimana selain menekankan pada teknologi di waktu yang sama kami juga tetap memperhatikan kemudahan dan sentuhan personal bagi nasabah,” pungkasnya. [DWI]

]]> PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) membayarkan klaim nasabah Covid-19 sejak Maret 2020 hingga Januari 2021 sebesar Rp 59,3 miliar dari 849 klaim.

Dari jumlah tersebut, 82 persen klaim terkait Covid-19 yang telah dibayarkan Generali tercatat di 4 bulan terakhir (Oktober 2020-Januari 2021).

CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman menuturkan, sepanjang 2020, Generali telah membayarkan sebanyak 167 ribu klaim senilai lebih dari Rp 629,5 miliar.

Selain klaim Covid-19, Generali juga memberikan perlindungan untuk nasabahnya yang mengalami efek samping akibat vaksinasi Covid-19. “Serta biaya rawat inap karena komplikasi pascavaksinasi akan ditanggung Generali,” jelasnya dalam Virtual Launch & Press Briefing ‘Fitur Tebus Obat di Dokter Leo, Kamis (25/2).

Generali juga menanggung fasilitas perawatan isolasi mandiri berlaku bagi nasabah individual yang positif Covid-19. Perlindungan isolasi mandiri mencakup biaya tes PCR, laboratorium, dokter, obat, vitamin, dan suplemen. Periode coverage ini sampai dengan 30 April 2021.

 

Tak hanya itu, Generali juga terus berinovasi di tengah pandemi. Kali ini Generali memperkenalkan fitur kesehatan terbaru tebus obat resep di Dokter Leo, di aplikasi Gen iClick. Dalam aplikasi ini para nasabah bisa langsung menebus obat dan langsung dikirim ke alamat rumah.

Bahkan, para nasabah bisa langsung mengajukan klaim secara online. “Fitur tebus obat resep di Dokter Leo merupakan salah satu dari rangkaian inovasi yang terus kami hadirkan untuk mendampingi dan memberikan kemudahan bagi nasabah di segala situasi, apalagi di kondisi sekarang,” imbuhnya.

Melalui fitur-fitur kesehatan inovatif yang semakin lengkap dan terintegrasi pada aplikasi Gen iClick ini, proses konsultasi dan pembelian obat bisa jauh lebih efektif dan efisien. Dan yang terpenting tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga lebih aman untuk digunakan oleh nasabah. “Inovasi-inovasi ini menjadi bukti komitmen Generali untuk mewujudkan visi menjadi lifetime partner bagi nasabah.” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dengan fitur ini para nasabah tidak perlu pergi ke apotek dan mengantre untuk tebus obat. “Semua dilakukan dengan mudah menggunakan satu aplikasi, Gen iClick, hanya dengan sentuhan jari dan waktu yang singkat.” tambahnya.

Selain fitur kesehatan terus dikembangkan, melalui Gen iClick nasabah juga dapat mengakses informasi-informasi lainnya, seperti melihat informasi detil manfaat polis dan kinerja investasi, riwayat transaksi, melakukan perubahan polis.

Bahkan, para nasabah dapat melakukan aktivasi Robo ARMS, melakukan pengajuan klaim online, melakukan pembayaran premi dan tambah data online, serta merubah data korespodensi.

“Dalam menghadirkan berbagai inovasi bagi nasabah, Generali menerapkan konsep high tech dan high touch, dimana selain menekankan pada teknologi di waktu yang sama kami juga tetap memperhatikan kemudahan dan sentuhan personal bagi nasabah,” pungkasnya. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories