Barata Indonesia Kembangkan Teknologi Kincir Angin

PT Barata Indonesia (Persero) mengembangkan Teknologi Kincir Air Hemat Energi dari bahan lokal, yang akan digunakan untuk mendukung program Budidaya Perikanan Nasional, terutama Budidaya Udang.

Direktur Keuangan dan SDM Barata Indonesia Rahman Sadikin mengatakan, pihaknya ingin terus berperan aktif dalam perkembangan Industri Manufaktur Nasional. Untuk itu, perseroan berinovasi melalui kolaborasi dengan badan riset lintas instansi, yakni Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Poltek KP Sidoarjo. Di mana, kolaborasi itu ditandai dengan Penandatanganan nota kesepahaman Kincir Air Tambak pada Pameran nasional Bangga Buatan Indonesia di The Mandalika Lombok, Rabu (3/3). 

Menurutnya, langkah kerja sama ini merupakan respons perseroan terhadap tantangan bisnis di tengah pemulihan ekonomi nasional. Sebab, pengembangan bisnis kincir air yang hemat energi itu terbuat dari 100 persen bahan lokal. “Kincir air yang ada di pasaran harganya relatif mahal. Belum lagi biaya operasional dan perawatannya pun besar,” ujarnya, melalui siaran pers kemarin.

Selain itu, kincir air merupakan salah satu sarana budidaya perikanan yang memiliki peran sangat penting dalam menciptakan kondisi, agar terjadi keseimbangan ekosistem perairan tambak. Sebab, kincir air memiliki fungsi sebagai penyuplai oksigen perairan tambak. Dan membantu dalam proses pemupukan dan pencampuran karakteristik air tambak lapisan atas dan bawah.

“Pengoperasian kincir air juga membantu dalam membersihkan kotoran-kotoran yang ada di dasar tambak. Sehingga menstabilkan kualitas air,” katanya. [IMA]

]]> PT Barata Indonesia (Persero) mengembangkan Teknologi Kincir Air Hemat Energi dari bahan lokal, yang akan digunakan untuk mendukung program Budidaya Perikanan Nasional, terutama Budidaya Udang.

Direktur Keuangan dan SDM Barata Indonesia Rahman Sadikin mengatakan, pihaknya ingin terus berperan aktif dalam perkembangan Industri Manufaktur Nasional. Untuk itu, perseroan berinovasi melalui kolaborasi dengan badan riset lintas instansi, yakni Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Poltek KP Sidoarjo. Di mana, kolaborasi itu ditandai dengan Penandatanganan nota kesepahaman Kincir Air Tambak pada Pameran nasional Bangga Buatan Indonesia di The Mandalika Lombok, Rabu (3/3). 

Menurutnya, langkah kerja sama ini merupakan respons perseroan terhadap tantangan bisnis di tengah pemulihan ekonomi nasional. Sebab, pengembangan bisnis kincir air yang hemat energi itu terbuat dari 100 persen bahan lokal. “Kincir air yang ada di pasaran harganya relatif mahal. Belum lagi biaya operasional dan perawatannya pun besar,” ujarnya, melalui siaran pers kemarin.

Selain itu, kincir air merupakan salah satu sarana budidaya perikanan yang memiliki peran sangat penting dalam menciptakan kondisi, agar terjadi keseimbangan ekosistem perairan tambak. Sebab, kincir air memiliki fungsi sebagai penyuplai oksigen perairan tambak. Dan membantu dalam proses pemupukan dan pencampuran karakteristik air tambak lapisan atas dan bawah.

“Pengoperasian kincir air juga membantu dalam membersihkan kotoran-kotoran yang ada di dasar tambak. Sehingga menstabilkan kualitas air,” katanya. [IMA]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories