Bappenas Dorong Perusahaan Lakukan Digitalisasi Guna Bertahan Di Tengah Pandemi

Di tengah pandemi, hampir seluruh perusahaan bertahan atas guncangan krisis dengan cara digitalisasi. Hasil survei Bank Dunia dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2020 menunjukkan, sebagian besar perusahaan melakukan transformasi digitalisasi dengan internet, media sosial, dan platform digital untuk bertahan selama pandemi. 

Demikian disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam sambutannya pada webinar yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dengan tema “Transformasi Bisnis Menghadapi Pandemi-Menuju Bisnis Berkelanjutan”, Rabu, (24/3).

“Terdapat 4 dari 10 perusahaan (40 persen) dalam kelompok 250 perusahaan terbesar global telah mengadopsi prinsip-prinsip sustainable business dalam laporan tahunannya. Oleh karena itu, transformasi menjadi kebutuhan penting perusahaan untuk menjawab tantangan masa depan,” kata Suharso, seperti keterangan yang diterima RM.id, Kamis (25/3)

Suharso lalu merinci hasil survei World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) mengenai 250 profil perusahaan global di 43 negara terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Hasilnya, sebanyak 12 persen belum mengenal SDGs dalam proses bisnis perusahaan, 24 persen berencana mengarusutamakan SDGs dalam strategi perusahaan ke depan, 41 persen sudah mengintegrasikan SDGs ke dalam strategi perusahaan, dan 44 persen sudah mulai menganalisis keterkaitan SDGs dengan strategi perusahaan.

Creating Shared Value (CSV) sebagai pendekatan bisnis baru merupakan pendekatan mengenal dan mengkapitalisasi hubungan antara sosial dan progres ekonomi memiliki kekuatan untuk menghadapi gelombang pertumbuhan global dan meredefinisi kapitalisme,” jelas Ketua Umum PPP ini.

Menurutnya, perusahaan dapat berkontribusi untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/SDGs dengan cara mentransformasi bisnisnya dengan memaksimalkan nilai kompetisi. Antara lain mengangkat isu sosial dan lingkungan dalam laporan keberlanjutan.

Suharso mencontohkan, PLN sudah memetakan keselarasan perusahaan dengan TPB/SDGs di dalam laporan keberlanjutan PLN tahun 2018. “Kunci sukses bisnis masa depan adalah kemampuan bertransformasi dan beradaptasi,” ujarnya. [USU]

]]> Di tengah pandemi, hampir seluruh perusahaan bertahan atas guncangan krisis dengan cara digitalisasi. Hasil survei Bank Dunia dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2020 menunjukkan, sebagian besar perusahaan melakukan transformasi digitalisasi dengan internet, media sosial, dan platform digital untuk bertahan selama pandemi. 

Demikian disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam sambutannya pada webinar yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dengan tema “Transformasi Bisnis Menghadapi Pandemi-Menuju Bisnis Berkelanjutan”, Rabu, (24/3).

“Terdapat 4 dari 10 perusahaan (40 persen) dalam kelompok 250 perusahaan terbesar global telah mengadopsi prinsip-prinsip sustainable business dalam laporan tahunannya. Oleh karena itu, transformasi menjadi kebutuhan penting perusahaan untuk menjawab tantangan masa depan,” kata Suharso, seperti keterangan yang diterima RM.id, Kamis (25/3)

Suharso lalu merinci hasil survei World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) mengenai 250 profil perusahaan global di 43 negara terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Hasilnya, sebanyak 12 persen belum mengenal SDGs dalam proses bisnis perusahaan, 24 persen berencana mengarusutamakan SDGs dalam strategi perusahaan ke depan, 41 persen sudah mengintegrasikan SDGs ke dalam strategi perusahaan, dan 44 persen sudah mulai menganalisis keterkaitan SDGs dengan strategi perusahaan.

“Creating Shared Value (CSV) sebagai pendekatan bisnis baru merupakan pendekatan mengenal dan mengkapitalisasi hubungan antara sosial dan progres ekonomi memiliki kekuatan untuk menghadapi gelombang pertumbuhan global dan meredefinisi kapitalisme,” jelas Ketua Umum PPP ini.

Menurutnya, perusahaan dapat berkontribusi untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/SDGs dengan cara mentransformasi bisnisnya dengan memaksimalkan nilai kompetisi. Antara lain mengangkat isu sosial dan lingkungan dalam laporan keberlanjutan.

Suharso mencontohkan, PLN sudah memetakan keselarasan perusahaan dengan TPB/SDGs di dalam laporan keberlanjutan PLN tahun 2018. “Kunci sukses bisnis masa depan adalah kemampuan bertransformasi dan beradaptasi,” ujarnya. [USU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories