Banyak Warga DKI Kesulitan Daftar Program Jakpreneur Masih Kurang Greget

Program penumbuhan wirausaha baru Jakpreneur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, kurang greget. Banyak warga Ibu Kota kesulitan mengakses kegiatan tersebut.

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Ismail mengatakan, banyak masyarakat kesulitan mengakses Jakpreneur. Mereka belum paham cara mendaftar untuk bisa mendapat pelatihan, pendampingan, pemasaran hingga mengakses permodalan. Hal ini terjadi karena Pemprov DKI kurang maksimal melakukan sosialisasi.

“Saya banyak dapat informasi dari lapangan di semua wilayah kota masih kurang greget. Padahal, anggaran sudah kita maksimalkan di pembahasan anggaran tahun lalu,” kata Ismail di Gedung DPRD DKI, Selasa (13/9).

Selain masalah sosialisasi, Ismail mengungkapkan, sejumlah warga mengaku tidak puas dengan layanan pendaftaran offline di kecamatan. Mereka mengaku kurang terlayani dengan baik. Padahal, anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan penumbuhan wirausaha industri baru di enam wilayah kota dan kabupaten cukup besar, Rp 47 miliar.

“Harusnya dengan anggaran sebesar itu bisa jadi modal bagi pelaksana melakukan jemput bola. Harus proaktif,” ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan banyak warganet di akun Instagram @jakpreneur. “Cara gabung Jakpreneurnya gimana kak,” tanya @qoniz15. “Cara daftar Jakpreneur gimana ya?” kata @titikdijeh. “Cara gabung di Jakpreneur gimana yah biar dapat bimbingan,” tulis @firmantaufik823.

Ada juga yang mengaku link pendaftaran yang disediakan tidak bisa dibuka. “Link pendaftarannya nggak bisa diklik,” kata @yuni_mama_filfaifakh. “Min… Link pendaftaran nggak bisa dibuka,” ucap @pastaya.id.

Selain itu, sejumlah warganet juga menuturkan jika pembimbing Jakpreneur kurang responsif. “Halo kak, mau tanya. Kami daftar Jakpreneur dan sudah menghubungi pendamping tetapi belum di-follow up lagi. Solusinya bagaimana ya? Terima kasih,” tanya @char.cy.

“Aku sudah daftar dan sudah ada kontak pendampingnya, tapi pendampingnya tidak merespons min. Mohon pencerahannya,” ujar @revienhans. “Hallo min… Saya sudah coba daftar Jakpreneur tapi pembimbingnya nggak ada satupun yang mau membimbing,” tulis @ikubaru.eyewear.

 

Sebagai informasi, program Jakpreneur diluncurkan untuk menggantikan Program One Center of Entrepreneurship (OK OCE).

Dilansir jakarta.go.id, Jakpreneur adalah platform kreasi, fasilitasi, dan kolaborasi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui ekosistem kewirausahaan, seperti start-up, institusi pendidikan, maupun institusi pembiayaan.

Jakpreneur dapat berbentuk kerja sama jangka panjang maupun bentuk kegiatan lainnya, yang berpotensi untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian berusaha, dengan cara kolaborasi antara Pemprov DKI, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, lembaga, dan/atau pihak lainnya.

Ada sejumlah penyempurnaan yang diterapkan dalam program Jakpreneur. Salah satunya wirausahawan bebas memilih fasilitas yang ditawarkan dan tidak harus bertahap/berurutan. Di antaranya, Pendaftaran (P1), Pelatihan (P2), Pendampingan (P3). Perizinan (P4). Pemasaran (P5), Pelaporan keuangan (P6) dan Permodalan (P7).

Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta Sri Haryati berjanji akan menggencarkan sosialisasi program Jakpreneur. Dia berharap, masyarakat dapat dengan mudah melakukan pendaftaran dan dapat menjadi tulang punggung sistem ekonomi kerakyatan untuk mengurangi masalah kemiskinan dan pengangguran.

“Masukan akan segera kita tindaklanjuti, dan kami akan terus lakukan sosialisasi secara masif,” tuturnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Elisabeth Ratu Rante Allo memaklumi keluhan warga. Sebab, program Jakpreneur, belum berjalan. Saat ini masih dalam proses inventarisasi dan validasi data peserta pelatihan.

“Sekarang ini kami harus selektif memverifikasi data-data. Jangan sampai yang bersangkutan sudah mendapatkan pelatihan, serta modal peralatan dari Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) dan mendapatkan lagi dari kami,” kata Ratu.

Ratu memastikan seluruh kegiatan Jakpreneur akan berjalan tepat sasaran.

“Kami optimistis dan yakin bulan Oktober atau pertengahan November semuanya sudah bisa terserap,” ujarnya.

Ratu mengklaim, jumlah wirausaha yang tergabung dalam program Jakpreneur sudah melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2012-2022. Dia mengatakan, saat ini ada 326 ribu wirausaha yang tergabung ke dalam Jakpreneur.

“Janji Pak Gubernur Anies hanya cuma 200 ribu. Kini mencapai 326 ribu wirausaha. Ini sudah melampaui target,” tandasnya. ■

]]> Program penumbuhan wirausaha baru Jakpreneur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, kurang greget. Banyak warga Ibu Kota kesulitan mengakses kegiatan tersebut.

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Ismail mengatakan, banyak masyarakat kesulitan mengakses Jakpreneur. Mereka belum paham cara mendaftar untuk bisa mendapat pelatihan, pendampingan, pemasaran hingga mengakses permodalan. Hal ini terjadi karena Pemprov DKI kurang maksimal melakukan sosialisasi.

“Saya banyak dapat informasi dari lapangan di semua wilayah kota masih kurang greget. Padahal, anggaran sudah kita maksimalkan di pembahasan anggaran tahun lalu,” kata Ismail di Gedung DPRD DKI, Selasa (13/9).

Selain masalah sosialisasi, Ismail mengungkapkan, sejumlah warga mengaku tidak puas dengan layanan pendaftaran offline di kecamatan. Mereka mengaku kurang terlayani dengan baik. Padahal, anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan penumbuhan wirausaha industri baru di enam wilayah kota dan kabupaten cukup besar, Rp 47 miliar.

“Harusnya dengan anggaran sebesar itu bisa jadi modal bagi pelaksana melakukan jemput bola. Harus proaktif,” ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan banyak warganet di akun Instagram @jakpreneur. “Cara gabung Jakpreneurnya gimana kak,” tanya @qoniz15. “Cara daftar Jakpreneur gimana ya?” kata @titikdijeh. “Cara gabung di Jakpreneur gimana yah biar dapat bimbingan,” tulis @firmantaufik823.

Ada juga yang mengaku link pendaftaran yang disediakan tidak bisa dibuka. “Link pendaftarannya nggak bisa diklik,” kata @yuni_mama_filfaifakh. “Min… Link pendaftaran nggak bisa dibuka,” ucap @pastaya.id.

Selain itu, sejumlah warganet juga menuturkan jika pembimbing Jakpreneur kurang responsif. “Halo kak, mau tanya. Kami daftar Jakpreneur dan sudah menghubungi pendamping tetapi belum di-follow up lagi. Solusinya bagaimana ya? Terima kasih,” tanya @char.cy.

“Aku sudah daftar dan sudah ada kontak pendampingnya, tapi pendampingnya tidak merespons min. Mohon pencerahannya,” ujar @revienhans. “Hallo min… Saya sudah coba daftar Jakpreneur tapi pembimbingnya nggak ada satupun yang mau membimbing,” tulis @ikubaru.eyewear.

 

Sebagai informasi, program Jakpreneur diluncurkan untuk menggantikan Program One Center of Entrepreneurship (OK OCE).

Dilansir jakarta.go.id, Jakpreneur adalah platform kreasi, fasilitasi, dan kolaborasi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui ekosistem kewirausahaan, seperti start-up, institusi pendidikan, maupun institusi pembiayaan.

Jakpreneur dapat berbentuk kerja sama jangka panjang maupun bentuk kegiatan lainnya, yang berpotensi untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian berusaha, dengan cara kolaborasi antara Pemprov DKI, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, lembaga, dan/atau pihak lainnya.

Ada sejumlah penyempurnaan yang diterapkan dalam program Jakpreneur. Salah satunya wirausahawan bebas memilih fasilitas yang ditawarkan dan tidak harus bertahap/berurutan. Di antaranya, Pendaftaran (P1), Pelatihan (P2), Pendampingan (P3). Perizinan (P4). Pemasaran (P5), Pelaporan keuangan (P6) dan Permodalan (P7).

Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta Sri Haryati berjanji akan menggencarkan sosialisasi program Jakpreneur. Dia berharap, masyarakat dapat dengan mudah melakukan pendaftaran dan dapat menjadi tulang punggung sistem ekonomi kerakyatan untuk mengurangi masalah kemiskinan dan pengangguran.

“Masukan akan segera kita tindaklanjuti, dan kami akan terus lakukan sosialisasi secara masif,” tuturnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Elisabeth Ratu Rante Allo memaklumi keluhan warga. Sebab, program Jakpreneur, belum berjalan. Saat ini masih dalam proses inventarisasi dan validasi data peserta pelatihan.

“Sekarang ini kami harus selektif memverifikasi data-data. Jangan sampai yang bersangkutan sudah mendapatkan pelatihan, serta modal peralatan dari Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) dan mendapatkan lagi dari kami,” kata Ratu.

Ratu memastikan seluruh kegiatan Jakpreneur akan berjalan tepat sasaran.

“Kami optimistis dan yakin bulan Oktober atau pertengahan November semuanya sudah bisa terserap,” ujarnya.

Ratu mengklaim, jumlah wirausaha yang tergabung dalam program Jakpreneur sudah melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2012-2022. Dia mengatakan, saat ini ada 326 ribu wirausaha yang tergabung ke dalam Jakpreneur.

“Janji Pak Gubernur Anies hanya cuma 200 ribu. Kini mencapai 326 ribu wirausaha. Ini sudah melampaui target,” tandasnya. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories