Bantu Vaksin Covid-19 Di Palestina, AS Gelontorin Rp 216 Miliar

Pemerintah Amerika Serikat menggelontorkan 15 juta dolar AS atau sekitar Rp 216 miliar untuk membantu Palestina dalam pengadaan vaksin Covid-19. Langkah ini diberikan, karena AS merasa Israel tidak memberi banyak bantuan kepada warga yang tanahnya mereka duduki.

Badan Pembangunan Internasional AS menyediakan dana untuk upaya vaksinasi dari Catholic Relief Services kepada organisasi non pemerintah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Dana ini juga digunakan untuk bantuan makanan darurat.

“Langkah kecil dalam memajukan kesejahteraan rakyat Palestina ini sepenuhnya sejalan dengan nilai-nilai Amerika,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri AS, Kamis (25/3/2021).

Sejauh ini, Israel baru memvaksinasi warganya sendiri dengan lebih dari setengah populasinya menerima kedua dosis vaksin Covid-9 Pfizer/BionTech.

Sementara Otoritas Palestina jauh lebih lambat. Karena mereka hanya mengandalkan sumbangan dan pasokan terbatas dari Israel.

Negara Yahudi itu telah memvaksinasi lebih dari 100.000 pekerja Palestina dengan izin untuk memasuki Israel atau pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Namun, pemerintah Israel tetap mengatakan, bahwa vaksinasi adalah tanggung jawab Otoritas Palestina.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan rencananya untuk memberikan dosis yang cukup untuk menyuntik 1 juta warga Palestina melalui program Covax untuk negara-negara berkembang. [DAY]

]]> Pemerintah Amerika Serikat menggelontorkan 15 juta dolar AS atau sekitar Rp 216 miliar untuk membantu Palestina dalam pengadaan vaksin Covid-19. Langkah ini diberikan, karena AS merasa Israel tidak memberi banyak bantuan kepada warga yang tanahnya mereka duduki.

Badan Pembangunan Internasional AS menyediakan dana untuk upaya vaksinasi dari Catholic Relief Services kepada organisasi non pemerintah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Dana ini juga digunakan untuk bantuan makanan darurat.

“Langkah kecil dalam memajukan kesejahteraan rakyat Palestina ini sepenuhnya sejalan dengan nilai-nilai Amerika,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri AS, Kamis (25/3/2021).

Sejauh ini, Israel baru memvaksinasi warganya sendiri dengan lebih dari setengah populasinya menerima kedua dosis vaksin Covid-9 Pfizer/BionTech.

Sementara Otoritas Palestina jauh lebih lambat. Karena mereka hanya mengandalkan sumbangan dan pasokan terbatas dari Israel.

Negara Yahudi itu telah memvaksinasi lebih dari 100.000 pekerja Palestina dengan izin untuk memasuki Israel atau pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Namun, pemerintah Israel tetap mengatakan, bahwa vaksinasi adalah tanggung jawab Otoritas Palestina.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan rencananya untuk memberikan dosis yang cukup untuk menyuntik 1 juta warga Palestina melalui program Covax untuk negara-negara berkembang. [DAY]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories