Bantu India Yang Diterjang Tsunami Covid, Rusia Nyumbang 22 Ton Peralatan Medis

Hari ini, bantuan Rusia untuk penanganan Covid di India, diperkirakan tiba di Tanah Bollywood.

Lewat pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Rabu (28/4), Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan, pihaknya akan mengirimkan bantuan penanganan Covid seberat 22 ton, dengan menggunakan pesawat militer.

Bantuan seberat 22 ton itu terdiri dari 20 unit produksi oksigen, 75 ventilator, 150 monitor medis, dan 200 ribu pak obat-obatan.

“Ini adalah bentuk solidaritas kami terhadap pemerintah dan warga India. Sebisa mungkin, Rusia akan memberikan bantuan,” ujar Putin dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri India, seperti dikutip Hindustan Times, Rabu (28/4).

Modi sangat berterima kasih menerima bantuan ini. Menurutnya, respon cepat Rusia terhadap situasi Covid di India saat ini, adalah simbol kemitraan kedua negara yang abadi.

Modi dan Putin telah menyepakati mekanisme dialog baru 2+2, yang melibatkan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara.

Mekanisme dialog seperti ini, sebelumnya sudah dijalankan India dengan tiga negara: Amerika Serikat, Jepang, dan Australia.

Dalam percakapan via telepon pada Rabu (28/4), Modi dan Putin juga membahas kerja sama kedua belah pihak, dalam memerangi pandemi global.

 

Putin menghargai keputusan India untuk memberikan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin Sputnik V Rusia.

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri India yang dilansir Hindustan Times, para pemimpin kedua negara menyepakati rencana pembuatan vaksin Sputnik di India. Rencananya, vaksin tersebut akan digunakan di India, Rusia dan negara-negara lainnya.

Kloter pertama vaksin tersebut, kabarnya akan tiba pada akhir bulan ini. Pengembang Sputnik V telah menyepakati kerja sama dengan sejumlah perusahaan farmasi di India, untuk memproduksi 850 juta dosis vaksin setahun.

Berdasarkan data Johns Hopkins University AS, saat ini India mencatat 17.997.267 kasus positif dengan 201.187 angka kematian.

 

Dalam percakapannya, Putin dan Modi juga membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai sektor, sejalan dengan kemitraan khusus dan istimewa bilateral.

Modi pun menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia terhadap program Gaganyaan India, atau penerbangan antariksa berawak pertama, serta selesainya tahap pelatihan Rusia bagi keempat astronot tersebut.

Rencana peluncuran penerbangan luar angkasa berawak pertama, yang awalnya direncanakan pada tahun 2022,  terpaksa ditunda ke tahun 2023, karena situasi pandemi Covid-19.

Kedua pemimpin juga menyepakati upaya kerja sama dalam energi terbarukan, termasuk ekonomi hidrogen. Menggarisbawahi berbagai keputusan penting yang dibuat selama pertemuan puncak terakhir mereka di Vladivostok pada September 2019.

Modi menantikan kunjungan Putin ke India, untuk menghadiri KTT bilateral pada akhir tahun ini, untuk lebih merekatkan komunikasi.

Sejauh ini, Putin mendukung Modi untuk keberhasilan kepresidenan India dalam pengelompokan Brasil-Rusia-India-China-Afrika Selatan (BRICS) selama 2021. [HES]

]]> Hari ini, bantuan Rusia untuk penanganan Covid di India, diperkirakan tiba di Tanah Bollywood.

Lewat pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Rabu (28/4), Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan, pihaknya akan mengirimkan bantuan penanganan Covid seberat 22 ton, dengan menggunakan pesawat militer.

Bantuan seberat 22 ton itu terdiri dari 20 unit produksi oksigen, 75 ventilator, 150 monitor medis, dan 200 ribu pak obat-obatan.

“Ini adalah bentuk solidaritas kami terhadap pemerintah dan warga India. Sebisa mungkin, Rusia akan memberikan bantuan,” ujar Putin dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri India, seperti dikutip Hindustan Times, Rabu (28/4).

Modi sangat berterima kasih menerima bantuan ini. Menurutnya, respon cepat Rusia terhadap situasi Covid di India saat ini, adalah simbol kemitraan kedua negara yang abadi.

Modi dan Putin telah menyepakati mekanisme dialog baru 2+2, yang melibatkan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara.

Mekanisme dialog seperti ini, sebelumnya sudah dijalankan India dengan tiga negara: Amerika Serikat, Jepang, dan Australia.

Dalam percakapan via telepon pada Rabu (28/4), Modi dan Putin juga membahas kerja sama kedua belah pihak, dalam memerangi pandemi global.

 

Putin menghargai keputusan India untuk memberikan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin Sputnik V Rusia.

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri India yang dilansir Hindustan Times, para pemimpin kedua negara menyepakati rencana pembuatan vaksin Sputnik di India. Rencananya, vaksin tersebut akan digunakan di India, Rusia dan negara-negara lainnya.

Kloter pertama vaksin tersebut, kabarnya akan tiba pada akhir bulan ini. Pengembang Sputnik V telah menyepakati kerja sama dengan sejumlah perusahaan farmasi di India, untuk memproduksi 850 juta dosis vaksin setahun.

Berdasarkan data Johns Hopkins University AS, saat ini India mencatat 17.997.267 kasus positif dengan 201.187 angka kematian.

 

Dalam percakapannya, Putin dan Modi juga membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai sektor, sejalan dengan kemitraan khusus dan istimewa bilateral.

Modi pun menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia terhadap program Gaganyaan India, atau penerbangan antariksa berawak pertama, serta selesainya tahap pelatihan Rusia bagi keempat astronot tersebut.

Rencana peluncuran penerbangan luar angkasa berawak pertama, yang awalnya direncanakan pada tahun 2022,  terpaksa ditunda ke tahun 2023, karena situasi pandemi Covid-19.

Kedua pemimpin juga menyepakati upaya kerja sama dalam energi terbarukan, termasuk ekonomi hidrogen. Menggarisbawahi berbagai keputusan penting yang dibuat selama pertemuan puncak terakhir mereka di Vladivostok pada September 2019.

Modi menantikan kunjungan Putin ke India, untuk menghadiri KTT bilateral pada akhir tahun ini, untuk lebih merekatkan komunikasi.

Sejauh ini, Putin mendukung Modi untuk keberhasilan kepresidenan India dalam pengelompokan Brasil-Rusia-India-China-Afrika Selatan (BRICS) selama 2021. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories