Bank Sentral Pede Vaksinasi Dongkrak Ekonomi Nasional 

Bank Indonesia (BI) meyakini, ekonomi dalam negeri akan terus membaik seiring dengan upaya penanggulang Covid-19 di Tanah Air, terutama vaksinasi. Serta terdorongnya pemulihan ekonomi global dan Amerika Serikat yang diperkirakan akan berlangsung dengan cepat.

Deputi Gubernur BI, Sugeng mengatakan, prediksi perbaikan ekonomi Indonesia sejalan dengan proyeksi perekonomian global yang juga berpotensi lebih tinggi. “Hal itu terlihat dari beberapa lembaga Internasional yang telah menaikkan prediksi ekonomi global di 2021,” ujarnya dalam Wartawan Ekonomi Nasional Triwulan I-2021 yang digelar secara virtual, Kamis (25/3).

Senada, Kepala Grup Ekonomi Makro Departemen Kebijakan Ekonomi Makro BI, Riza Tyas percaya, perbaikan ekonomi dalam negeri tetap berjalan meski belum begitu signifikan. Kunci pemulihan ekonomi nasional, katanya, bergantung bagaimana proses vaksinasi ini berjalan dengan baik.

Hal ini terlihat dari jumlah dosis vaksin yang diberikan ke masyarakat jumlah terus meningkat. Sehingga diharapkan mencapai herd immunity dan menimbulkan kepercayaan diri di masyarakat untuk mendorong aktivitas usaha dan transaksi. “Vaksinasi plus support fiskal telah jalan. Sehingga di 2021 setidaknya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai kisara 4,3-5,3 persen,” ucapnya.

Secara global, Riza melihat tren ekonomi mulai meningkat, di mana penyebaran Covid-19 sudah mulai ter-manage dengan baik, pertumbuhan ekonomi global lebih tinggi ditopang oleh pertumbuhan Amerika Serikat, China, Eropa dan India.

“Di seluruh negara masih pada stance kebijakan yang akomodatif global. Ini sama dengan Indonesia, di mana kebijakan moneter fiskal sebagai penunjang pemulihan ekonomi masih menjadi prioritas,” tuturnya.

Chief Economist PT Bank Pemata Tbk, Josua Pardede memperkirakan, ekonomi di kaurtal I-2021 masih berada pada zona negatif. Ia bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi minus 1-2 persen. Namun berlanjut di kuartal II-2021, ekonomi katanya akan bisa meningkat di 5-6 persen.

“Saya lihat aktivitas ekonomi akan lebih normal pada semester II-2021. Hal itu seiring dengan pelaksanaan vaksinasi yang lebih masif di beberapa negara termasuk Indonesia,” imbuhnya di kesempatan yang sama.

Ia bilang, jika bisa dipercepat diharapkan mampu men-drive pertumbuhan ekonomi di semester II. “Program vaksinasi saya pikir kunci dan tentunya terkait dengan peran Covid-19, bagaimana masyarakat percaya diri dan kegiatan ekonomi naik secara drastis,” katanya. [DWI]

]]> Bank Indonesia (BI) meyakini, ekonomi dalam negeri akan terus membaik seiring dengan upaya penanggulang Covid-19 di Tanah Air, terutama vaksinasi. Serta terdorongnya pemulihan ekonomi global dan Amerika Serikat yang diperkirakan akan berlangsung dengan cepat.

Deputi Gubernur BI, Sugeng mengatakan, prediksi perbaikan ekonomi Indonesia sejalan dengan proyeksi perekonomian global yang juga berpotensi lebih tinggi. “Hal itu terlihat dari beberapa lembaga Internasional yang telah menaikkan prediksi ekonomi global di 2021,” ujarnya dalam Wartawan Ekonomi Nasional Triwulan I-2021 yang digelar secara virtual, Kamis (25/3).

Senada, Kepala Grup Ekonomi Makro Departemen Kebijakan Ekonomi Makro BI, Riza Tyas percaya, perbaikan ekonomi dalam negeri tetap berjalan meski belum begitu signifikan. Kunci pemulihan ekonomi nasional, katanya, bergantung bagaimana proses vaksinasi ini berjalan dengan baik.

Hal ini terlihat dari jumlah dosis vaksin yang diberikan ke masyarakat jumlah terus meningkat. Sehingga diharapkan mencapai herd immunity dan menimbulkan kepercayaan diri di masyarakat untuk mendorong aktivitas usaha dan transaksi. “Vaksinasi plus support fiskal telah jalan. Sehingga di 2021 setidaknya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai kisara 4,3-5,3 persen,” ucapnya.

Secara global, Riza melihat tren ekonomi mulai meningkat, di mana penyebaran Covid-19 sudah mulai ter-manage dengan baik, pertumbuhan ekonomi global lebih tinggi ditopang oleh pertumbuhan Amerika Serikat, China, Eropa dan India.

“Di seluruh negara masih pada stance kebijakan yang akomodatif global. Ini sama dengan Indonesia, di mana kebijakan moneter fiskal sebagai penunjang pemulihan ekonomi masih menjadi prioritas,” tuturnya.

Chief Economist PT Bank Pemata Tbk, Josua Pardede memperkirakan, ekonomi di kaurtal I-2021 masih berada pada zona negatif. Ia bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi minus 1-2 persen. Namun berlanjut di kuartal II-2021, ekonomi katanya akan bisa meningkat di 5-6 persen.

“Saya lihat aktivitas ekonomi akan lebih normal pada semester II-2021. Hal itu seiring dengan pelaksanaan vaksinasi yang lebih masif di beberapa negara termasuk Indonesia,” imbuhnya di kesempatan yang sama.

Ia bilang, jika bisa dipercepat diharapkan mampu men-drive pertumbuhan ekonomi di semester II. “Program vaksinasi saya pikir kunci dan tentunya terkait dengan peran Covid-19, bagaimana masyarakat percaya diri dan kegiatan ekonomi naik secara drastis,” katanya. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories