Banjir Semarang Anies Ditanya Apa Akan Bantu Ganjar

Banjir yang melanda wilayah Semarang, Jawa Tengah, jadi becandaan netizen. Ada juga yang banding-bandingin dengan banjir Jakarta. Saat banjir melanda Jakarta, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sempat melontarkan siap membantu Jakarta. Berita Ganjar ini heboh dan menghiasi lini masa. Rata-rata ngeledek Anies. Nah, saat banjir mengepung Jateng, giliran warganet isengin Anies. Mereka tanya: apa bersedia bantu Ganjar?

Ganjar memang pernah menawarkan bantuan ketika Anies berjibaku menyelesaikan persoalan banjir di Jakarta, awal 2020. Ganjar tiba-tiba tampil sebagai juru penolong di tengah gempuran kritik, sindiran dan caci maki dari para haters di media sosial yang dialamatkan pada Anies, kala itu.

“Hentikan caci maki, marah-marah. Mari kita perbanyak gotong royong untuk menolong. Jateng siap membantu jika dibutuhkan,” kata Ganjar, sehari setelah banjir tahun lalu melanda Ibu Kota.

Namun, tawaran bantuan Ganjar itu tidak ditanggapi Anies. Hingga banjir parah akibat tingginya curah hujan di malam pergantian tahun baru itu mereda.

Nah, sekarang giliran Jateng kebanjiran. Netizen pun bertanya ke Anies apa akan bantu Ganjar? “Coba kirim pak Anies ke Semarang buat bantu Pak Ganjar, kali aja banjirnya jadi cepat surut dan masyarakat bisa beraktivitas lagi seperti biasa,” cuit @AlpuketMentega_.

“Tolonglah Pak Anies gantian bantu Pak Ganjar ngurusin banjir, huft,” tulis @sukabapontar. “Halo pak Ganjar masih ingin bantu pak Anies menangani banjir?” sentil @fasyam7.

Saling sindir tak cuma melibatkan warga Jateng dan DKI saja. Tapi juga bikin tokoh asal Papua Christ Wamea ikut angkat suara. Komentarnya bahkan lebih blak-blakan menyindir buzzer.

“Ayo pasukan buzzer banjir yang di Jakarta karena Jakarta tidak banjir jadi untuk sementara pindah ke Semarang bantu pak Ganjar mumpung lagi banjir,” cibirnya di akun @PutraWadapi. “Nuwun sewu den Ganjar butuh bantuan dari Jakarta gak.. Pak Anies sibuk banjir penghargaan tapi FPI siap membantu,” timpal akun @ekowboy2.

“Mana nih gubernur Indonesia. Jangan diem aja pak Anies tolong bantu warga Semarang, pak Ganjar soalnya lagi sibuk nonton,” kritik @hertinaentin.

Namun, sampai kemarin, Anies belum berkomentar mengenai banjir yang melanda Semarang dan wilayah Jawa Tengah.

Sosok Anies dan Ganjar memang ramai diperbincangkan belakangan ini. Posisi keduanya juga kerap saling bersaing dalam sejumlah survei elektabilitas atau popularitas untuk Pilpres 2024.

 

Bagaimana tanggapan pengamat? Pakar komunikasi politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin membenarkan, adanya sindiran-sindiran halus dalam budaya komunikasi Jawa.

“Artinya, dulu Ganjar awalnya ketika Jakarta banjir, Semarang belum banjir. Ganjar itu mengkritik secara halus. Gaya orang Jawa seperti itu. Mengkritik dengan gaya seolah-olah ingin membantu. Seolah-olah Anies tidak bisa menangani,” kata Ujang dalam obrolan dengan Rakyat Merdeka tadi malam.

Nah, saat ini kritik Ganjar itu balas oleh pendukung Anies. “Ini fakta politik yang tidak bisa dihindari,” sambungnya.

Terlepas dari itu semua, menunggangi banjir sebagai komoditas politik adalah sesuatu yang tidak sehat. Karena pada ujungnya hanya akan membuat pendukung dari masing-masing kubu larut dalam pertikaian.

Sebelumnya, budayawan Sudjiwo Tedjo juga menyindir para kritik yang sering menyerang Anies soal banjir, tapi diam ketika Semarang dan Jawa Tengah banjir.

“Apa betul? Soalnya medsos sepi… Biasanya kalau memang ada banjir tuh medsos penuh rombongan akun-akun ber-angka yang ramai infoin banjir itu plus maki-maki gubernurnya. Apa WA temenku itu hoaks? Pls let me know,” tanya Tedjo via akun @sudjiwotedjo di Twitter, Sabtu (6/2) lalu.

Ganjar angkat bicara mengenai banjir Semarang. Salah satu penyebabnya sejumlah pompa penyedot banjir ditemukan tak berfungsi optimal lantaran permasalahan administratif. Dia mengingatkan
problem semacam ini mestinya harus segera diselesaikan mengingat kondisi darurat penanganan

Problem itu terungkap di tengah inspeksi mendadak Ganjar ke Rumah Pompa Mberok di Kota Semarang. Ganjar mendapati penyedotan air banjir tidak optimal lantaran petugas hanya mengoperasikan satu dari tiga pompa yang terpasang di rumah pompa kawasan Kota Lama tersebut.

Mulai Surut

Kemarin, banjir yang merendam beberapa titik di Kota Semarang mulai surut. Bandara Ahmad Yani sudah dibuka lagi. Air di Stasiun Tawang juga sudah turun. Sejumlah pompa penyedot air dikerahkan Pemerintah Kota Semarang untuk mengalirkan genangan air.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan, banjir yang terjadi di wilayah Kota Semarang disebabkan hujan ekstrem yang merupakan siklus 50 tahunan. Tingginya curah hujan diakui pria yang akrab disapa Hendi ini, tidak mampu ditampung oleh drainase yang sudah dibangun. [SAR]

]]> Banjir yang melanda wilayah Semarang, Jawa Tengah, jadi becandaan netizen. Ada juga yang banding-bandingin dengan banjir Jakarta. Saat banjir melanda Jakarta, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sempat melontarkan siap membantu Jakarta. Berita Ganjar ini heboh dan menghiasi lini masa. Rata-rata ngeledek Anies. Nah, saat banjir mengepung Jateng, giliran warganet isengin Anies. Mereka tanya: apa bersedia bantu Ganjar?

Ganjar memang pernah menawarkan bantuan ketika Anies berjibaku menyelesaikan persoalan banjir di Jakarta, awal 2020. Ganjar tiba-tiba tampil sebagai juru penolong di tengah gempuran kritik, sindiran dan caci maki dari para haters di media sosial yang dialamatkan pada Anies, kala itu.

“Hentikan caci maki, marah-marah. Mari kita perbanyak gotong royong untuk menolong. Jateng siap membantu jika dibutuhkan,” kata Ganjar, sehari setelah banjir tahun lalu melanda Ibu Kota.

Namun, tawaran bantuan Ganjar itu tidak ditanggapi Anies. Hingga banjir parah akibat tingginya curah hujan di malam pergantian tahun baru itu mereda.

Nah, sekarang giliran Jateng kebanjiran. Netizen pun bertanya ke Anies apa akan bantu Ganjar? “Coba kirim pak Anies ke Semarang buat bantu Pak Ganjar, kali aja banjirnya jadi cepat surut dan masyarakat bisa beraktivitas lagi seperti biasa,” cuit @AlpuketMentega_.

“Tolonglah Pak Anies gantian bantu Pak Ganjar ngurusin banjir, huft,” tulis @sukabapontar. “Halo pak Ganjar masih ingin bantu pak Anies menangani banjir?” sentil @fasyam7.

Saling sindir tak cuma melibatkan warga Jateng dan DKI saja. Tapi juga bikin tokoh asal Papua Christ Wamea ikut angkat suara. Komentarnya bahkan lebih blak-blakan menyindir buzzer.

“Ayo pasukan buzzer banjir yang di Jakarta karena Jakarta tidak banjir jadi untuk sementara pindah ke Semarang bantu pak Ganjar mumpung lagi banjir,” cibirnya di akun @PutraWadapi. “Nuwun sewu den Ganjar butuh bantuan dari Jakarta gak.. Pak Anies sibuk banjir penghargaan tapi FPI siap membantu,” timpal akun @ekowboy2.

“Mana nih gubernur Indonesia. Jangan diem aja pak Anies tolong bantu warga Semarang, pak Ganjar soalnya lagi sibuk nonton,” kritik @hertinaentin.

Namun, sampai kemarin, Anies belum berkomentar mengenai banjir yang melanda Semarang dan wilayah Jawa Tengah.

Sosok Anies dan Ganjar memang ramai diperbincangkan belakangan ini. Posisi keduanya juga kerap saling bersaing dalam sejumlah survei elektabilitas atau popularitas untuk Pilpres 2024.

 

Bagaimana tanggapan pengamat? Pakar komunikasi politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin membenarkan, adanya sindiran-sindiran halus dalam budaya komunikasi Jawa.

“Artinya, dulu Ganjar awalnya ketika Jakarta banjir, Semarang belum banjir. Ganjar itu mengkritik secara halus. Gaya orang Jawa seperti itu. Mengkritik dengan gaya seolah-olah ingin membantu. Seolah-olah Anies tidak bisa menangani,” kata Ujang dalam obrolan dengan Rakyat Merdeka tadi malam.

Nah, saat ini kritik Ganjar itu balas oleh pendukung Anies. “Ini fakta politik yang tidak bisa dihindari,” sambungnya.

Terlepas dari itu semua, menunggangi banjir sebagai komoditas politik adalah sesuatu yang tidak sehat. Karena pada ujungnya hanya akan membuat pendukung dari masing-masing kubu larut dalam pertikaian.

Sebelumnya, budayawan Sudjiwo Tedjo juga menyindir para kritik yang sering menyerang Anies soal banjir, tapi diam ketika Semarang dan Jawa Tengah banjir.

“Apa betul? Soalnya medsos sepi… Biasanya kalau memang ada banjir tuh medsos penuh rombongan akun-akun ber-angka yang ramai infoin banjir itu plus maki-maki gubernurnya. Apa WA temenku itu hoaks? Pls let me know,” tanya Tedjo via akun @sudjiwotedjo di Twitter, Sabtu (6/2) lalu.

Ganjar angkat bicara mengenai banjir Semarang. Salah satu penyebabnya sejumlah pompa penyedot banjir ditemukan tak berfungsi optimal lantaran permasalahan administratif. Dia mengingatkan
problem semacam ini mestinya harus segera diselesaikan mengingat kondisi darurat penanganan

Problem itu terungkap di tengah inspeksi mendadak Ganjar ke Rumah Pompa Mberok di Kota Semarang. Ganjar mendapati penyedotan air banjir tidak optimal lantaran petugas hanya mengoperasikan satu dari tiga pompa yang terpasang di rumah pompa kawasan Kota Lama tersebut.

Mulai Surut

Kemarin, banjir yang merendam beberapa titik di Kota Semarang mulai surut. Bandara Ahmad Yani sudah dibuka lagi. Air di Stasiun Tawang juga sudah turun. Sejumlah pompa penyedot air dikerahkan Pemerintah Kota Semarang untuk mengalirkan genangan air.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan, banjir yang terjadi di wilayah Kota Semarang disebabkan hujan ekstrem yang merupakan siklus 50 tahunan. Tingginya curah hujan diakui pria yang akrab disapa Hendi ini, tidak mampu ditampung oleh drainase yang sudah dibangun. [SAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories