Banjir Bandang, 4 Rumah Warga Dompu Hanyut

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB melaporkan, sebanyak empat rumah warga di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hanyut diterjang banjir akibat hujan lebat pada Selasa (9/3).  

“Lokasi yang terdampak berada di dua desa, yaitu Desa Daha dan Desa Marada yang berada pada Kecamatan Hu’u. Selain 4 unit rumah hanyut, 1 unit tanggul ikut jebol dan 470 rumah terendam,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati  dikutip Rabu (10/3).

BPBD NTB mencatat, selain intensitas hujan, faktor yang juga menjadi pemicu adalah lahan tandus akibat penebangan liar. Kondisi ini mengurangi daya serap air tanah. 

Selain itu, pantauan BPBD menyebutkan, bahwa adanya banyak penumpukan sampah dan sedimen di area aliran sungai sehingga pendangkalan dan penyumbatan terjadi. 

Merespons kejadian ini, BPBD Kabupaten Dompu telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti distribusi bantuan logistik dan pendataan. BPBD menyiagakan personel untuk mengantisipasi potensi kejadian lain.  

Dompu termasuk kabupaten dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 8 kecamatan dengan luas sekitar 12.089 hektar ini berpotensi bahaya. Berdasarkan analisis InaRISK, wilayah Hu’u termasuk kecamatan berpotensi banjir, khususnya di sekitar pesisir pantai.  [MFA]

]]> Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB melaporkan, sebanyak empat rumah warga di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hanyut diterjang banjir akibat hujan lebat pada Selasa (9/3).  

“Lokasi yang terdampak berada di dua desa, yaitu Desa Daha dan Desa Marada yang berada pada Kecamatan Hu’u. Selain 4 unit rumah hanyut, 1 unit tanggul ikut jebol dan 470 rumah terendam,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati  dikutip Rabu (10/3).

BPBD NTB mencatat, selain intensitas hujan, faktor yang juga menjadi pemicu adalah lahan tandus akibat penebangan liar. Kondisi ini mengurangi daya serap air tanah. 

Selain itu, pantauan BPBD menyebutkan, bahwa adanya banyak penumpukan sampah dan sedimen di area aliran sungai sehingga pendangkalan dan penyumbatan terjadi. 

Merespons kejadian ini, BPBD Kabupaten Dompu telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti distribusi bantuan logistik dan pendataan. BPBD menyiagakan personel untuk mengantisipasi potensi kejadian lain.  

Dompu termasuk kabupaten dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 8 kecamatan dengan luas sekitar 12.089 hektar ini berpotensi bahaya. Berdasarkan analisis InaRISK, wilayah Hu’u termasuk kecamatan berpotensi banjir, khususnya di sekitar pesisir pantai.  [MFA]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories