Bangun Kampung Lali Gadget, Acmad Irfandi Sabet SATU Awards 2022

PT Astra International Tbk (Astra) melalui 13th SATU Indonesia Awards 2022, mengajak generasi muda untuk menyongsong cita-cita Indonesia Emas tahun 2045, menjadi negara yang berdaulat, maju, adil dan makmur.

Untuk itu diperlukan banyak bekal dalam mewujudkannya salah satunya sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing. Dalam mempersiapkan generasi berkualitas dibutuhkan sistem pendidikan berkualitas yang menjadi dasar untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mendapat pendidikan yang bermutu juga diperlukan untuk mencetak generasi emas tersebut. Tak hanya peran guru tapi banyak pihak yang juga dapat berperan dalam memberikan pendidikan yang baik dan efektif bagi generasi muda Indonesia.

Seorang Tokoh Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara pernah berkata “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah, jadikan setiap orang sebagai guru. Sepenggal kalimat tersebut pantas disematkan pada sosok Penerima Apresiasi 12th Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2021 Bidang Pendidikan Achmad Irfandi.

Achmad adalah seorang pemuda yang menginisiasi sebuah kampung di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo menjadi Kampung Lali Gadget. Melalui kampung yang diciptakan bersama rekan-rekannya ini, ia membantu generasi muda setempat melawan kecanduan gadget dengan cara mengenalkan permainan tradisional.

“Mendirikan Kampung Lali Gadget sebagai daya tawar anak-anak untuk mengimbangi kecanduan atau dominasi gadget sehingga anak-anak lebih punya pilihan untuk bermain permainan tradisional yang lebih mendidik karakter anak-anak daripada bermain game online,” cerita Achmad dalam keterangan resmi yang dikutip, Sabtu (14/5).

Achmad berbagi kisah inspiratif mendirikan Kampung Lali Gadget dalam webinar Inspiranation with 13th SATU Indonesia Awards 2022 Pendidikan Nyawa Masa Depan Bangsa. Yang turut dihadiri Rektor Universitas YARSI & Guru Besar Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta Fasli Jalal, yang juga merupakan salah satu dewan juri SATU Indonesia Awards, Pekerja Seni Zeezee Shahab dan dipandu oleh Sheryl Sheinafia.

Dalam webinar tersebut Fasli Jalal dan Zeezee Shahab menyatakan harapannya tentang peranan generasi muda Indonesia dalam bidang pendidikan. “Pendidikan yang dapat menuntun kita menjadi bangsa yang maju. Semua itu ada di tangan kalian para generasi muda yang mampu mengubahnya,” ujar Fasli.

Zeezee mengamini. Saat ini menurutnya, generasi muda harus sadari bahwa segala kemajuan suatu negara tergantung pada pendidikannya. “Alangkah mulia jika kita tidak hanya fokus pada pendidikan masing-masing tapi bisa berkontribusi positif seperti apa yang dilakukan Mas Achmad Irfandi,” kata dia.

 

Mengenal Kampung Lali Gadget

Kampung Lali Gadget (KLG) merupakan program yang digerakkan Achmad, sejak 1 April 2018. Ia menggerakkan program ini, berdasarkan kekhawatirannya terhadap bahaya kecanduan gadget yang dialami anak-anak. 

Achmad menggerakkan kegiatan ini untuk mengantisipasi agar kecanduan gawai bisa terhindar di lingkungan tempat tinggalnya. Fokus kegiatan tersebut, mengadakan program konservasi budaya untuk mengangkat permainan tradisional yang ternyata cukup efektif untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari gawai. 

Kampung Lali Gadget merekrut kawan-kawan pemuda di Desa Pagerngumbuk dan pemuda di Sidoarjo. Pemberdayaan pemuda dan masyarakat dilakukan di dalam dan di luar desa. Pemuda yang diberdayakan bertugas sebagai perencana, fasilitator edukasi, dan pendamping.

Aktivitas yang digelar di program ini mengajarkan edukasi budaya, kearifan lokal, olahraga, edukasi satwa, permainan tradisional. Selain mengurangi kecanduan gawai, program ini juga membantu mengedukasi anak-anak tentang budaya dan kearifan lokal. 

“Saya berharap, program ini bisa berkembang dan menjadi desa wisata atau desa jujugan orang tua yang ingin berwisata edukasi dan menyembuhkan kecanduan gawai pada anaknya,” ucapnya.

Tim KLG juga berharap, isu kecanduan gawai bisa diangkat secara nasional dan menjadi keprihatinan bersama sehingga setiap orang berusaha mengurangi dampak dari hal tersebut.

Kisahnya membawa Achmad Irfandi menjadi Penerima Apresiasi 12th SATU Indonesia Awards 2021 Bidang Pendidikan.

Tahun ini Astra kembali menggelar 13th SATU Indonesia Awards 2022. Penerima apresiasi tingkat nasional akan mendapatkan dana bantuan kegiatan sebesar Rp 65 juta serta pembinaan kegiatan. Selain itu, Astra juga memberikan apresiasi di tingkat provinsi. [DWI]

]]> PT Astra International Tbk (Astra) melalui 13th SATU Indonesia Awards 2022, mengajak generasi muda untuk menyongsong cita-cita Indonesia Emas tahun 2045, menjadi negara yang berdaulat, maju, adil dan makmur.

Untuk itu diperlukan banyak bekal dalam mewujudkannya salah satunya sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing. Dalam mempersiapkan generasi berkualitas dibutuhkan sistem pendidikan berkualitas yang menjadi dasar untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mendapat pendidikan yang bermutu juga diperlukan untuk mencetak generasi emas tersebut. Tak hanya peran guru tapi banyak pihak yang juga dapat berperan dalam memberikan pendidikan yang baik dan efektif bagi generasi muda Indonesia.

Seorang Tokoh Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara pernah berkata “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah, jadikan setiap orang sebagai guru. Sepenggal kalimat tersebut pantas disematkan pada sosok Penerima Apresiasi 12th Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2021 Bidang Pendidikan Achmad Irfandi.

Achmad adalah seorang pemuda yang menginisiasi sebuah kampung di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo menjadi Kampung Lali Gadget. Melalui kampung yang diciptakan bersama rekan-rekannya ini, ia membantu generasi muda setempat melawan kecanduan gadget dengan cara mengenalkan permainan tradisional.

“Mendirikan Kampung Lali Gadget sebagai daya tawar anak-anak untuk mengimbangi kecanduan atau dominasi gadget sehingga anak-anak lebih punya pilihan untuk bermain permainan tradisional yang lebih mendidik karakter anak-anak daripada bermain game online,” cerita Achmad dalam keterangan resmi yang dikutip, Sabtu (14/5).

Achmad berbagi kisah inspiratif mendirikan Kampung Lali Gadget dalam webinar Inspiranation with 13th SATU Indonesia Awards 2022 Pendidikan Nyawa Masa Depan Bangsa. Yang turut dihadiri Rektor Universitas YARSI & Guru Besar Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta Fasli Jalal, yang juga merupakan salah satu dewan juri SATU Indonesia Awards, Pekerja Seni Zeezee Shahab dan dipandu oleh Sheryl Sheinafia.

Dalam webinar tersebut Fasli Jalal dan Zeezee Shahab menyatakan harapannya tentang peranan generasi muda Indonesia dalam bidang pendidikan. “Pendidikan yang dapat menuntun kita menjadi bangsa yang maju. Semua itu ada di tangan kalian para generasi muda yang mampu mengubahnya,” ujar Fasli.

Zeezee mengamini. Saat ini menurutnya, generasi muda harus sadari bahwa segala kemajuan suatu negara tergantung pada pendidikannya. “Alangkah mulia jika kita tidak hanya fokus pada pendidikan masing-masing tapi bisa berkontribusi positif seperti apa yang dilakukan Mas Achmad Irfandi,” kata dia.

 

Mengenal Kampung Lali Gadget

Kampung Lali Gadget (KLG) merupakan program yang digerakkan Achmad, sejak 1 April 2018. Ia menggerakkan program ini, berdasarkan kekhawatirannya terhadap bahaya kecanduan gadget yang dialami anak-anak. 

Achmad menggerakkan kegiatan ini untuk mengantisipasi agar kecanduan gawai bisa terhindar di lingkungan tempat tinggalnya. Fokus kegiatan tersebut, mengadakan program konservasi budaya untuk mengangkat permainan tradisional yang ternyata cukup efektif untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari gawai. 

Kampung Lali Gadget merekrut kawan-kawan pemuda di Desa Pagerngumbuk dan pemuda di Sidoarjo. Pemberdayaan pemuda dan masyarakat dilakukan di dalam dan di luar desa. Pemuda yang diberdayakan bertugas sebagai perencana, fasilitator edukasi, dan pendamping.

Aktivitas yang digelar di program ini mengajarkan edukasi budaya, kearifan lokal, olahraga, edukasi satwa, permainan tradisional. Selain mengurangi kecanduan gawai, program ini juga membantu mengedukasi anak-anak tentang budaya dan kearifan lokal. 

“Saya berharap, program ini bisa berkembang dan menjadi desa wisata atau desa jujugan orang tua yang ingin berwisata edukasi dan menyembuhkan kecanduan gawai pada anaknya,” ucapnya.

Tim KLG juga berharap, isu kecanduan gawai bisa diangkat secara nasional dan menjadi keprihatinan bersama sehingga setiap orang berusaha mengurangi dampak dari hal tersebut.

Kisahnya membawa Achmad Irfandi menjadi Penerima Apresiasi 12th SATU Indonesia Awards 2021 Bidang Pendidikan.

Tahun ini Astra kembali menggelar 13th SATU Indonesia Awards 2022. Penerima apresiasi tingkat nasional akan mendapatkan dana bantuan kegiatan sebesar Rp 65 juta serta pembinaan kegiatan. Selain itu, Astra juga memberikan apresiasi di tingkat provinsi. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories