Bandara Halim Tidak Ditutup, Cuma Direvitalisasi

Hari ini beredar kabar Bandara Halim Perdanakusuma bakal ditutup. Mendengar hal ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung mengklarifikasi dan memastikan Bandara Halim tidak akan ditutup. Yang akan dilakukan adalah revitalisasi besar-besaran.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, sejauh ini, revitalisasi itu masih dalam tahap pembahasan. “Jadi, tidak ditutup. Ini kami lagi koordinasi,” jelasnya di Jakarta, Jumat (5/11).

Novie menjelaskan, Kemenhub termasuk subsistem di Bandara Halim. Ada juga Kemenhan, Sekretariat Kabinet, dan Sekretariat Negara. “Ini kementerian dan lembaga banyak. Kami nggak bisa mutusin sendiri,” jelasnya.

Novie mengakui, ada ada skenario besar untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas, khususnya untuk runway bandara. “Ada skenario yang lebih besar, yakni revitalisasi karena kita tahu runway di Halim sudah cukup uzur perlu pembaruan,” ungkapnya.

Dengan revitalisasi itu, kata Novie, nantinya bisa saja seluruh atau sebagian penerbangan dialihkan ke bandara lain. Namun, hingga saat ini belum ditetapkan keputusannya.

“Itu kan harus dibenerin runway-nya. Sudah tua, segala macam. Itu untuk safety. Kami nggak pernah ngomong ditutup. Akan ada rencana revitalisasi, skenarionya masih dibahas,” jelasnya.

Sebelumnya, rencana penutupan Bandara Halim untuk penerbangan komersial ini termuat dalam risalah rapat yang dihadiri perwakilan dari para pemegang kepentingan di bandara. Rapat tersebut dipimpin Executive General Manager PT Angkasa Pura II (AP II) Marsma TNI Nandang Sukarna. Sedangkan yang hadir ada dari pihak Bandara Soekarno-Hatta, perwakilan maskapai Travira Air, Batik Air, Citilink, dan Premi Air Group.

Dalam risalah rapat itu disebutkan, rencana penutupan Bandara Halim akan mulai dilakukan November ini. Proses penutupan akan berlangsung hingga 9 bulan mendatang dengan konsep prepare for the worst atau persiapan kemungkinan terburuk. [KPJ]

]]> Hari ini beredar kabar Bandara Halim Perdanakusuma bakal ditutup. Mendengar hal ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung mengklarifikasi dan memastikan Bandara Halim tidak akan ditutup. Yang akan dilakukan adalah revitalisasi besar-besaran.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, sejauh ini, revitalisasi itu masih dalam tahap pembahasan. “Jadi, tidak ditutup. Ini kami lagi koordinasi,” jelasnya di Jakarta, Jumat (5/11).

Novie menjelaskan, Kemenhub termasuk subsistem di Bandara Halim. Ada juga Kemenhan, Sekretariat Kabinet, dan Sekretariat Negara. “Ini kementerian dan lembaga banyak. Kami nggak bisa mutusin sendiri,” jelasnya.

Novie mengakui, ada ada skenario besar untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas, khususnya untuk runway bandara. “Ada skenario yang lebih besar, yakni revitalisasi karena kita tahu runway di Halim sudah cukup uzur perlu pembaruan,” ungkapnya.

Dengan revitalisasi itu, kata Novie, nantinya bisa saja seluruh atau sebagian penerbangan dialihkan ke bandara lain. Namun, hingga saat ini belum ditetapkan keputusannya.

“Itu kan harus dibenerin runway-nya. Sudah tua, segala macam. Itu untuk safety. Kami nggak pernah ngomong ditutup. Akan ada rencana revitalisasi, skenarionya masih dibahas,” jelasnya.

Sebelumnya, rencana penutupan Bandara Halim untuk penerbangan komersial ini termuat dalam risalah rapat yang dihadiri perwakilan dari para pemegang kepentingan di bandara. Rapat tersebut dipimpin Executive General Manager PT Angkasa Pura II (AP II) Marsma TNI Nandang Sukarna. Sedangkan yang hadir ada dari pihak Bandara Soekarno-Hatta, perwakilan maskapai Travira Air, Batik Air, Citilink, dan Premi Air Group.

Dalam risalah rapat itu disebutkan, rencana penutupan Bandara Halim akan mulai dilakukan November ini. Proses penutupan akan berlangsung hingga 9 bulan mendatang dengan konsep prepare for the worst atau persiapan kemungkinan terburuk. [KPJ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories