Bamsoet Ajak Komedian Sebarkan Nilai-nilai Kebangsaan

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengajak para komedian mensosialisakan serta membawakan narasi-narasi kebangsaan dalam lawakannya. Narasi-narasi ini bisa dikemas dengan gaya yang ringan dan lucu, sehingga mudah diterima masyarakat. 

“Para komedian bisa menyampaikan narasi-narasi kebangsaan dalam lawakannya. Saat ini, masyarakat butuh lawakan-lawakan segar yang mampu menghibur serta mengedukasi masyarakat. Bukan lawakan yang hanya mengejek kekurangan orang lain,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai Ngobras (Ngobrol Santai) bersama komedian Kimau dan Yoga Pluto, di Jakarta, Minggu (6/6).

Ketua DPR ke-20 ini menuturkan, komedi yang disampaikan baik dalam bentuk verbal, tulisan, grafis ataupun video merupakan salah satu sarana efektif menyampaikan pesan kebangsaan. Termasuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Bhineka Tunggal Ika.

“Empat Pilar MPR adalah empat landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Terdiri dari landasan ideologi, konstitusi, persatuan dan kesatuan, dan semangat keberagaman sebagai modal sosial membangun kekuatan bangsa Indonesia,” kata Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menambahkan, para komedian juga bisa memasukan kritik sosial ataupun kegelisahan masyarakat dalam materi lawakan agar lebih berbobot dan bermanfaat. Untuk itu para komedian harus sensitif dan peka terhadap permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. 

“Karenanya, para komedian harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam menyiapkan materi lawakan. Pengetahuan tersebut bukan hanya didapati dari sumber bacaan, tetapi juga turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan serta berkunjung ke komunitas-komunitas terpinggirkan lainnya,” pungkas Bamsoet. [USU]
]]> Ketua MPR Bambang Soesatyo mengajak para komedian mensosialisakan serta membawakan narasi-narasi kebangsaan dalam lawakannya. Narasi-narasi ini bisa dikemas dengan gaya yang ringan dan lucu, sehingga mudah diterima masyarakat. 
“Para komedian bisa menyampaikan narasi-narasi kebangsaan dalam lawakannya. Saat ini, masyarakat butuh lawakan-lawakan segar yang mampu menghibur serta mengedukasi masyarakat. Bukan lawakan yang hanya mengejek kekurangan orang lain,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai Ngobras (Ngobrol Santai) bersama komedian Kimau dan Yoga Pluto, di Jakarta, Minggu (6/6).
Ketua DPR ke-20 ini menuturkan, komedi yang disampaikan baik dalam bentuk verbal, tulisan, grafis ataupun video merupakan salah satu sarana efektif menyampaikan pesan kebangsaan. Termasuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Bhineka Tunggal Ika.
“Empat Pilar MPR adalah empat landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Terdiri dari landasan ideologi, konstitusi, persatuan dan kesatuan, dan semangat keberagaman sebagai modal sosial membangun kekuatan bangsa Indonesia,” kata Bamsoet.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menambahkan, para komedian juga bisa memasukan kritik sosial ataupun kegelisahan masyarakat dalam materi lawakan agar lebih berbobot dan bermanfaat. Untuk itu para komedian harus sensitif dan peka terhadap permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. 
“Karenanya, para komedian harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam menyiapkan materi lawakan. Pengetahuan tersebut bukan hanya didapati dari sumber bacaan, tetapi juga turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan serta berkunjung ke komunitas-komunitas terpinggirkan lainnya,” pungkas Bamsoet. [USU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories