Bahlil Siap Kawal Ketat Ekspansi Bisnis PT Pupuk Indonesia Di Papua Barat .

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia siap mengawal rencana PT Pupuk Indonesia (Persero) dan anak usahanya, PT Pupuk Kaltim, untuk melakukan ekspansi bisnis untuk membangun pabrik pupuk di Bintuni, Papua Barat.

Dukungan tersebut disampaikan Bahlil dalam kunjungan kerjanya ke Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur, Jumat (16/4).

Menurutnya, kehadiran industri pupuk di Papua Barat merupakan salah satu wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Nah khusus untuk di Papua, saya yang akan turun langsung. Karena ini menyangkut dengan kedaulatan negara. Jadi pupuk ini jangan dianggap main-main. Nilainya bukan hanya bisnis. Lebih dari itu, ada nilai pengabdian. Nilai pemerataan. Nilainya adalah kebersamaan. Apalagi, kebutuhan pupuk nasional masih di atas kapasitas produksi nasional,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (16/4).

Terkait perizinan investasi, Bahlil menekankan BKPM akan membantu Pupuk Kaltim dalam mengurus izin-izin yang diperlukan. Termasuk, insentif fiskal berupa Tax Holiday dan Tax Allowance. Agar proyek perluasan tersebut berjalan dengan baik.

“Saya janji sama Pak Dirut, urusan ekspansi nanti, izinnya semua diurus di BKPM. Pemerintah dan BUMN atau perusahaan harus kolaborasi. Karena kalau menahan izin, itu berarti menahan penciptaan lapangan pekerjaan, menahan sumber pendapatan negara. Sama juga menahan pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, menahan perbaikan peringkat kemudahan berusaha kita di mata dunia internasional,” jelas Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyatakan siap menjalankan pengembangan kawasan di Papua Barat, sebagai bagian dari upaya pengembangan perusahaan.

Proyek pengembangan di Papua Barat meliputi proyek pendirian pabrik pupuk urea, amoniak, dan juga methanol.

Bakir juga menjelaskan proyek besar itu sangat membutuhkan dukungan pemerintah. Antara lain dukungan harga gas yang kompetitif dengan alokasi yang mencukupi, tax holiday, serta penentuan lokasi di Kawasan BP Tangguh.

Lokasi proyek yang berada di Papua Barat merupakan salah satu kontribusi Pupuk Indonesia dalam membantu pemerintah untuk mengembangkan Kawasan Indonesia Timur.

“Selain itu, saat ini kami juga tengah memulai proyek pabrik amoniak-urea Pusri 3B di Palembang, yang kami harapkan beroperasi pada tahun 2024,” ujar Bakir.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi menegaskan, pihaknya siap menjadi pelaksana proyek di Papua Barat.

Pupuk Kaltim akan terus melakukan koordinasi dengan Pupuk Indonesia. Mencari format yang paling pas dalam mengembangkan pabrik di Bintuni.

“Kami berharap dukungan, sehingga program investasi yang sudah direncanakan ini dapat terlaksana,” kata Rahmad.

Pupuk Kaltim merupakan anak perusahaan dari Pupuk Indonesia (Persero). Saat ini, telah memiliki lima pabrik urea berkapasitas 3,4 ton per tahun, 5 pabrik amonia berkapasitas 2,7 juta ton per tahun dan pabrik NPK berkapasitas 350 ribu ton per tahun. [HES]

]]> .
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia siap mengawal rencana PT Pupuk Indonesia (Persero) dan anak usahanya, PT Pupuk Kaltim, untuk melakukan ekspansi bisnis untuk membangun pabrik pupuk di Bintuni, Papua Barat.

Dukungan tersebut disampaikan Bahlil dalam kunjungan kerjanya ke Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur, Jumat (16/4).

Menurutnya, kehadiran industri pupuk di Papua Barat merupakan salah satu wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Nah khusus untuk di Papua, saya yang akan turun langsung. Karena ini menyangkut dengan kedaulatan negara. Jadi pupuk ini jangan dianggap main-main. Nilainya bukan hanya bisnis. Lebih dari itu, ada nilai pengabdian. Nilai pemerataan. Nilainya adalah kebersamaan. Apalagi, kebutuhan pupuk nasional masih di atas kapasitas produksi nasional,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (16/4).

Terkait perizinan investasi, Bahlil menekankan BKPM akan membantu Pupuk Kaltim dalam mengurus izin-izin yang diperlukan. Termasuk, insentif fiskal berupa Tax Holiday dan Tax Allowance. Agar proyek perluasan tersebut berjalan dengan baik.

“Saya janji sama Pak Dirut, urusan ekspansi nanti, izinnya semua diurus di BKPM. Pemerintah dan BUMN atau perusahaan harus kolaborasi. Karena kalau menahan izin, itu berarti menahan penciptaan lapangan pekerjaan, menahan sumber pendapatan negara. Sama juga menahan pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, menahan perbaikan peringkat kemudahan berusaha kita di mata dunia internasional,” jelas Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyatakan siap menjalankan pengembangan kawasan di Papua Barat, sebagai bagian dari upaya pengembangan perusahaan.

Proyek pengembangan di Papua Barat meliputi proyek pendirian pabrik pupuk urea, amoniak, dan juga methanol.

Bakir juga menjelaskan proyek besar itu sangat membutuhkan dukungan pemerintah. Antara lain dukungan harga gas yang kompetitif dengan alokasi yang mencukupi, tax holiday, serta penentuan lokasi di Kawasan BP Tangguh.

Lokasi proyek yang berada di Papua Barat merupakan salah satu kontribusi Pupuk Indonesia dalam membantu pemerintah untuk mengembangkan Kawasan Indonesia Timur.

“Selain itu, saat ini kami juga tengah memulai proyek pabrik amoniak-urea Pusri 3B di Palembang, yang kami harapkan beroperasi pada tahun 2024,” ujar Bakir.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi menegaskan, pihaknya siap menjadi pelaksana proyek di Papua Barat.

Pupuk Kaltim akan terus melakukan koordinasi dengan Pupuk Indonesia. Mencari format yang paling pas dalam mengembangkan pabrik di Bintuni.

“Kami berharap dukungan, sehingga program investasi yang sudah direncanakan ini dapat terlaksana,” kata Rahmad.

Pupuk Kaltim merupakan anak perusahaan dari Pupuk Indonesia (Persero). Saat ini, telah memiliki lima pabrik urea berkapasitas 3,4 ton per tahun, 5 pabrik amonia berkapasitas 2,7 juta ton per tahun dan pabrik NPK berkapasitas 350 ribu ton per tahun. [HES]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories