Bahlil: Paling Lambat Foxconn Realisasikan Investasinya Akhir Tahun Ini

Precision Industry Co. Ltd (Foxconn) bakal merealisasikan investasinya paling lambat pada kuartal IV-2022. 

Keyakinan tersebut diutarakan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) saat diskusi santai media di sela pelaksanaan Pertemuan Kedua (2nd) Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (6/7). 

Diterangkan Bahlil, pada pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Chairman Hon Hai Precision Industry Co. Ltd (Foxconn) Young Liu di Istana Bogor, Sabtu (25/6), perusahaan asal Taiwan kembali menegaskan komitmen realisasi investasinya. 

“Rencananya di kuartal ketiga atau paling lambat di kuartal keempat tahun ini. Kemarin kami sudah rapat teknis sampai malam-malam dengan tim Foxconn. Doakan saja semoga insya Allah ini terjadi,” kata Bahlil. 

Dikisahkan mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut, proses negosiasi panjang sudah dilakukan Pemerintah agar Foxconn berinvestasi di Indonesia. 

Negosiasi tersebut sudah dilakukan sejak 25 tahun yang lalu. Hasilnya di Januari 2022 ditandatangani kesepakatan kerjasama dan investasi. 

Bagaimana akhirnya Foxconn mau berinvstasi di Indonesia, Bahlil menerangkan, awalnya Foxconn mengajukan banyak permintaan agar mau masuk ke Indonesia, diantaranya fasilitas tax holiday di atas 20 tahun, fasilitas tanah dengan lokasi strategis hingga perizinan yang cepat.

“Pada saat itu, Pemerintah Indonesia belum bisa kasih jaminan pasti atas permintaan itu,” katanya.

Lanjut hingga 2014, perusahaan tersebut datang lagi, masih meminta hal yang sama. Namun, lagi-lagi, Pemerintah Indonesia tidak berani memberi kepastian. Alhasil, kala itu, Foxconn beralih ke Vietnam dan sejumlah negara lain.

“Presiden kala itu berpandangan kalau market Indonesia besar. Dan kecepatan teknologi ICT yang mereka punyai itu luar biasa sekali,” katanya.

Maka, untuk bisa mewujudkan target agar Foxconn bisa masuk ke Indonesia, Bahlil pun menyanggupi permintaan mereka. “Akhirnya sekarang kita sanggupi. Tapi permintaan yang dipenuhi harus tetap sesuai perundang-undangan yang ada. Dan mereka berkomitmen merealisasikan investasinya tahun ini,” tegasnya. 

Diterangkan Bahlil, ada 4 kesepakatan yang dilahirkan dalam kerja sama investasi Pemerintah dengan Foxconn. “Pertama, mereka akan investasi di sektor mobil listrik, kedua di motor listrik, ketiga di baterai kendaraan listrik dan keempat mereka berminat juga investasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru,” pungkas Bahlil.

]]> Precision Industry Co. Ltd (Foxconn) bakal merealisasikan investasinya paling lambat pada kuartal IV-2022. 

Keyakinan tersebut diutarakan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) saat diskusi santai media di sela pelaksanaan Pertemuan Kedua (2nd) Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (6/7). 

Diterangkan Bahlil, pada pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Chairman Hon Hai Precision Industry Co. Ltd (Foxconn) Young Liu di Istana Bogor, Sabtu (25/6), perusahaan asal Taiwan kembali menegaskan komitmen realisasi investasinya. 

“Rencananya di kuartal ketiga atau paling lambat di kuartal keempat tahun ini. Kemarin kami sudah rapat teknis sampai malam-malam dengan tim Foxconn. Doakan saja semoga insya Allah ini terjadi,” kata Bahlil. 

Dikisahkan mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut, proses negosiasi panjang sudah dilakukan Pemerintah agar Foxconn berinvestasi di Indonesia. 

Negosiasi tersebut sudah dilakukan sejak 25 tahun yang lalu. Hasilnya di Januari 2022 ditandatangani kesepakatan kerjasama dan investasi. 

Bagaimana akhirnya Foxconn mau berinvstasi di Indonesia, Bahlil menerangkan, awalnya Foxconn mengajukan banyak permintaan agar mau masuk ke Indonesia, diantaranya fasilitas tax holiday di atas 20 tahun, fasilitas tanah dengan lokasi strategis hingga perizinan yang cepat.

“Pada saat itu, Pemerintah Indonesia belum bisa kasih jaminan pasti atas permintaan itu,” katanya.

Lanjut hingga 2014, perusahaan tersebut datang lagi, masih meminta hal yang sama. Namun, lagi-lagi, Pemerintah Indonesia tidak berani memberi kepastian. Alhasil, kala itu, Foxconn beralih ke Vietnam dan sejumlah negara lain.

“Presiden kala itu berpandangan kalau market Indonesia besar. Dan kecepatan teknologi ICT yang mereka punyai itu luar biasa sekali,” katanya.

Maka, untuk bisa mewujudkan target agar Foxconn bisa masuk ke Indonesia, Bahlil pun menyanggupi permintaan mereka. “Akhirnya sekarang kita sanggupi. Tapi permintaan yang dipenuhi harus tetap sesuai perundang-undangan yang ada. Dan mereka berkomitmen merealisasikan investasinya tahun ini,” tegasnya. 

Diterangkan Bahlil, ada 4 kesepakatan yang dilahirkan dalam kerja sama investasi Pemerintah dengan Foxconn. “Pertama, mereka akan investasi di sektor mobil listrik, kedua di motor listrik, ketiga di baterai kendaraan listrik dan keempat mereka berminat juga investasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru,” pungkas Bahlil.
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories