Bahas Penanganan Covid-19 Di Sulteng Airlangga Tekankan Pentingnya Penurunan BOR Dan Akselerasi Vaksinasi

Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sulawesi sudah mulai membuahkan hasil. Selama Agustus ini, kasus aktif sudah mulai turun rata-rata sebesar 8,77 persen. Dari 6 provinsi di wilayah Sulawesi, 5 sudah turun cukup signifikan. Hanya Sulawesi Tengah (Sulteng) yang masih naik angkanya. Namun demikian, pada pekan ke-3 dan 4 Agustus ini, sudah mulai melandai, dengan rata-rata kasus aktif 9.032. 

Untuk memastikan pelaksanaan penanganan Covid-19 berjalan baik, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengadakan peninjauan ke lapangan dan melakukan dialog secara langsung dengan semua pihak terkait. Salah satunya dengan mengadakan Rapat Koordinasi bersama seluruh Kepala Daerah (gubernur/bupati/wali kota) beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) se-Sulteng, Jumat (27/8).

Pertemuan ini guna mendengarkan langsung dari para kepala daerah beserta seluruh jajarannya tentang berbagai permasalahan di lapangan. Peninjauan ke Sulteng ini merupakan rangkaian dari kunjungan kerja lapangan ke daerah-daerah di luar Jawa Bali dengan level asesmen 4 dan yang menerapkan PPKM Level 4. Pekan sebelumnya, Airlangga melakukan peninjauan ke Lampung dan Kalimantan Selatan. 

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) melakukan peninjauan ke lapangan dengan melihat Kampung Tangguh Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, sebagai desa percontohan dalam menerapkan prokes. Kemudian meninjau fasilitas isolasi terpusat (Isoter) di Gedung BPSDM Sulteng dan mengecek langsung pelaksanaan vaksinasi di Halaman Kantor Gubernur yang diselenggarakan Dinkes Sulteng. 

“Saya mengapresiasi kebijakan yang dilakukan Gubernur terkait menjaga keseimbangan rem dan gas yang dilakukan juga melalui kerja sama dengan perbankan dan pihak swasta. Selain itu, kami juga mengapresiasi Kampung Tangguh yang menjadi percontohan prokes dan berhasil menihilkan kasus Covid-19 di lingkungannya,” tutur Airlangga

Sulteng saat ini tengah menerapkan PPKM Level 4 pada 7 dari 13 kabupaten/ kota di wilayahnya. Melibatkan seluruh kepala daerah dan Forkompimda, Airlangga mendiskusikan berbagai tantangan di lapangan, langkah-langkah percepatan penanganan pandemi, serta memastikan segala upaya dapat berjalan optimal. 

 

“Sulawesi Tengah sudah punya formula untuk pengendalian Covid-19. Jika formula tersebut direplikasi ke semua posko, saya yakin level asesmen akan segera turun. Dengan kunjungan ini, kami menargetkan pada PPKM ke depan Sulawesi Tengah dapat turun ke Level 3,” ucapnya, menyemangati.

Menurut Airlangga, upaya yang harus dilakukan tinggal sedikit lagi. Karena angka mobilitas sudah turun dan tingkat kasus aktif sudah turun ke tingkat 2. “Hanya saja tingkat BOR (bed occupancy rate) di Sulawesi Tengah yang masih tinggi. Tinggal menambah jumlah konversi tempat tidur dan memanfaatkan isoter,” ujar Airlangga. 

Vaksinasi Covid-19 dan peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan prokes harus dilaksanakan secara bersama. Percepatan vaksinasi terus didorong agar bisa mencapai target, sebagaimana arahan Presiden Jokowi sebesar 2 juta suntikan per hari. 

Dalam Rakor tersebut disampaikan beberapa permasalahan terkait ketersediaan dan suplai vaksin. Sebagaimana disampaikan Wakil Wali Kota Palu, Bupati Sigi dan Bupati Donggala. 

Perkembangan Kasus Covid-19 
Sampai 25 Agustus 2021, total kasus Covid-19 di Sulteng sebanyak 40.617. Sedangkan total sembuh 31.527 (77,62 persen) dan tingkat kematian 3,13 persen. BOR di Sulteng ada di angka 51 persen. 

Kabupaten Poso memiliki BOR paling tinggi (70 persen), disusul Kota Palu (62 persen). Sebanyak 10 Kabupaten/Kota BOR di bawah 50 persen. Sementara itu, mobilitas masyarakat sudah menunjukkan penurunan sebesar 6,59 persen. [USU]

]]> Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sulawesi sudah mulai membuahkan hasil. Selama Agustus ini, kasus aktif sudah mulai turun rata-rata sebesar 8,77 persen. Dari 6 provinsi di wilayah Sulawesi, 5 sudah turun cukup signifikan. Hanya Sulawesi Tengah (Sulteng) yang masih naik angkanya. Namun demikian, pada pekan ke-3 dan 4 Agustus ini, sudah mulai melandai, dengan rata-rata kasus aktif 9.032. 

Untuk memastikan pelaksanaan penanganan Covid-19 berjalan baik, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengadakan peninjauan ke lapangan dan melakukan dialog secara langsung dengan semua pihak terkait. Salah satunya dengan mengadakan Rapat Koordinasi bersama seluruh Kepala Daerah (gubernur/bupati/wali kota) beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) se-Sulteng, Jumat (27/8).

Pertemuan ini guna mendengarkan langsung dari para kepala daerah beserta seluruh jajarannya tentang berbagai permasalahan di lapangan. Peninjauan ke Sulteng ini merupakan rangkaian dari kunjungan kerja lapangan ke daerah-daerah di luar Jawa Bali dengan level asesmen 4 dan yang menerapkan PPKM Level 4. Pekan sebelumnya, Airlangga melakukan peninjauan ke Lampung dan Kalimantan Selatan. 

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) melakukan peninjauan ke lapangan dengan melihat Kampung Tangguh Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, sebagai desa percontohan dalam menerapkan prokes. Kemudian meninjau fasilitas isolasi terpusat (Isoter) di Gedung BPSDM Sulteng dan mengecek langsung pelaksanaan vaksinasi di Halaman Kantor Gubernur yang diselenggarakan Dinkes Sulteng. 

“Saya mengapresiasi kebijakan yang dilakukan Gubernur terkait menjaga keseimbangan rem dan gas yang dilakukan juga melalui kerja sama dengan perbankan dan pihak swasta. Selain itu, kami juga mengapresiasi Kampung Tangguh yang menjadi percontohan prokes dan berhasil menihilkan kasus Covid-19 di lingkungannya,” tutur Airlangga

Sulteng saat ini tengah menerapkan PPKM Level 4 pada 7 dari 13 kabupaten/ kota di wilayahnya. Melibatkan seluruh kepala daerah dan Forkompimda, Airlangga mendiskusikan berbagai tantangan di lapangan, langkah-langkah percepatan penanganan pandemi, serta memastikan segala upaya dapat berjalan optimal. 

 

“Sulawesi Tengah sudah punya formula untuk pengendalian Covid-19. Jika formula tersebut direplikasi ke semua posko, saya yakin level asesmen akan segera turun. Dengan kunjungan ini, kami menargetkan pada PPKM ke depan Sulawesi Tengah dapat turun ke Level 3,” ucapnya, menyemangati.

Menurut Airlangga, upaya yang harus dilakukan tinggal sedikit lagi. Karena angka mobilitas sudah turun dan tingkat kasus aktif sudah turun ke tingkat 2. “Hanya saja tingkat BOR (bed occupancy rate) di Sulawesi Tengah yang masih tinggi. Tinggal menambah jumlah konversi tempat tidur dan memanfaatkan isoter,” ujar Airlangga. 

Vaksinasi Covid-19 dan peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan prokes harus dilaksanakan secara bersama. Percepatan vaksinasi terus didorong agar bisa mencapai target, sebagaimana arahan Presiden Jokowi sebesar 2 juta suntikan per hari. 

Dalam Rakor tersebut disampaikan beberapa permasalahan terkait ketersediaan dan suplai vaksin. Sebagaimana disampaikan Wakil Wali Kota Palu, Bupati Sigi dan Bupati Donggala. 

Perkembangan Kasus Covid-19 
Sampai 25 Agustus 2021, total kasus Covid-19 di Sulteng sebanyak 40.617. Sedangkan total sembuh 31.527 (77,62 persen) dan tingkat kematian 3,13 persen. BOR di Sulteng ada di angka 51 persen. 

Kabupaten Poso memiliki BOR paling tinggi (70 persen), disusul Kota Palu (62 persen). Sebanyak 10 Kabupaten/Kota BOR di bawah 50 persen. Sementara itu, mobilitas masyarakat sudah menunjukkan penurunan sebesar 6,59 persen. [USU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories