Bahar Smith Jadi Tersangka, Gus Yahya Apresiasi Tindakan Tegas Polri

Bahar bin Smith kembali masuk jeruji besi setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penyebaran berita bohong saat ceramah di Bandung, Jawa Barat. Ketua Umum PBNU terpilih KH Yahya Cholil Staquf mengapresiasi tindakan Polri yang telah mengambil tindakan tegas tersebut.

“Karena dengan tindakan tegas seperti ini akan mencegah semakin merebaknya persepsi yang keliru tentang syariat Islam dan semakin merebaknya kecenderungan-kecenderungan untuk mempercayai propaganda radikal dan intoleran yang berbahaya bagi keutuhan bangsa dan masyarakat,” tegas Gus Yahya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (4/1).

Gus Yahya mengucapkan terima kasih kepada Polri atas tindakan tegas itu. dia berharap, tindakan tegas itu bisa dipertahankan sehingga bisa mencegah dan mengatasi masalah propaganda dan intoleransi yang dikembangkan oleh sejumlah pihak.

“Mudah-mudahan ini akan menjadi sikap yang terus dipertahankan oleh Polri sehingga kita bisa sungguh-sungguh mencegah dan mengatasi masalah propaganda dan intoleransi yang dikembangkan oleh sejumlah pihak,” ucapnya.

Gus Yahya melanjutkan, propaganda radikalisme, intoleransi atas nama agama seringkali bersembunyi di balik ruang abu-abu antara hukum negara dengan yang dipersepsikan sebagai syariat. Namun, ulama telah memberikan informasi bahwa mematuhi hukum negara yang berlaku adalah mematuhi syariat.

“Sebetulnya yang kita butuhkan adalah bagaimana hukum negara yang berlaku ini sungguh-sungguh ditegakkan dengan tegas,” pungkasnya. [USU]

]]> Bahar bin Smith kembali masuk jeruji besi setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penyebaran berita bohong saat ceramah di Bandung, Jawa Barat. Ketua Umum PBNU terpilih KH Yahya Cholil Staquf mengapresiasi tindakan Polri yang telah mengambil tindakan tegas tersebut.

“Karena dengan tindakan tegas seperti ini akan mencegah semakin merebaknya persepsi yang keliru tentang syariat Islam dan semakin merebaknya kecenderungan-kecenderungan untuk mempercayai propaganda radikal dan intoleran yang berbahaya bagi keutuhan bangsa dan masyarakat,” tegas Gus Yahya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (4/1).

Gus Yahya mengucapkan terima kasih kepada Polri atas tindakan tegas itu. dia berharap, tindakan tegas itu bisa dipertahankan sehingga bisa mencegah dan mengatasi masalah propaganda dan intoleransi yang dikembangkan oleh sejumlah pihak.

“Mudah-mudahan ini akan menjadi sikap yang terus dipertahankan oleh Polri sehingga kita bisa sungguh-sungguh mencegah dan mengatasi masalah propaganda dan intoleransi yang dikembangkan oleh sejumlah pihak,” ucapnya.

Gus Yahya melanjutkan, propaganda radikalisme, intoleransi atas nama agama seringkali bersembunyi di balik ruang abu-abu antara hukum negara dengan yang dipersepsikan sebagai syariat. Namun, ulama telah memberikan informasi bahwa mematuhi hukum negara yang berlaku adalah mematuhi syariat.

“Sebetulnya yang kita butuhkan adalah bagaimana hukum negara yang berlaku ini sungguh-sungguh ditegakkan dengan tegas,” pungkasnya. [USU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories