Ayo Kurangi Konsumsi BBM

Tekad mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) dan energi fosil tak boleh jadi sekedar slogan belaka. Tapi mesti dikonkretkan dengan memacu penggunaan energi terbarukan.

Pembangkit listrik yang haus BBM dan energi fosil secara bertahap mesti beralih ke sumber energi terbarukan.

Selain tak mengotori udara, sumber energi terbarukan tidak akan pernah habis. Jenis energi ini pun ramah lingkungan.

Kalau pembangkit listrik dengan energi terbarukan, baik energi surya, angin, biomass, hidro dan mikro hidro bisa dibangun di seluruh pelosok tanah air, ketergantungan negeri ini pada energi fosil otomatis akan berkurang.

Ada kabar baik, beberapa pabrik otomotif terkemuka dunia bakal menghentikan produksi mobil berbahan bakar fosil mulai dekade mendatang. Lima tahun terakhir ini, mereka terus menggenjot produksi mobil listrik.

Artinya ke depan, masyarakat juga mesti beralih ke mobil listrik. Ini jadi salah satu tahapan penting untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Dalam masa transisi ini, yang sudah berjalan adalah penggunaan bahan bakar nabati.

Kabar baik lainnya, sejak tiga tahun terakhir, meski belum massif, berbagai jenis industri di Pulau Jawa sudah mulai membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 0,3-0,5 MW per unit.

Untuk itu, pemerintah, dunia usaha dan para akademisi perlu mencari cara yang jitu guna mempercepat proses transisi energi, dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan.

 

Di sini, generasi muda dan kaum milenial mesti dilibatkan secara aktif.

Apalagi, kita ingin target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen bisa tercapai pada tahun 2025.

Kita juga berharap, ke depan para konglomerat dan pemilik modal fokus pada usaha pengembangan energi terbarukan.

Untuk menggenjot penggunaan energi terbarukan, kita berharap ada gerakan nasional yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Perlu ada insentif khusus bagi dunia usaha yang mengembangkan dan menggunakan energi terbarukan.

Negeri ini kaya potensi sumber energi terbarukan. Mulai dari energi surya, hidro, angin hingga sumber energi nabati.

Kalau sumber energi terbarukan itu bisa dimanfaatkan secara optimal, maka secara bertahap konsumsi energi fosil bisa dikurangi, termasuk mengurangi impor BBM.

Jadi upaya memacu penggunaan energi terbarukan itu banyak manfaatnya. Yaitu, udara jadi lebih bersih, lingkungan hidup jadi lebih sehat dan impor BBM akan berkurang. Ini artinya devisa pun bisa dihemat.

]]> Tekad mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) dan energi fosil tak boleh jadi sekedar slogan belaka. Tapi mesti dikonkretkan dengan memacu penggunaan energi terbarukan.

Pembangkit listrik yang haus BBM dan energi fosil secara bertahap mesti beralih ke sumber energi terbarukan.

Selain tak mengotori udara, sumber energi terbarukan tidak akan pernah habis. Jenis energi ini pun ramah lingkungan.

Kalau pembangkit listrik dengan energi terbarukan, baik energi surya, angin, biomass, hidro dan mikro hidro bisa dibangun di seluruh pelosok tanah air, ketergantungan negeri ini pada energi fosil otomatis akan berkurang.

Ada kabar baik, beberapa pabrik otomotif terkemuka dunia bakal menghentikan produksi mobil berbahan bakar fosil mulai dekade mendatang. Lima tahun terakhir ini, mereka terus menggenjot produksi mobil listrik.

Artinya ke depan, masyarakat juga mesti beralih ke mobil listrik. Ini jadi salah satu tahapan penting untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Dalam masa transisi ini, yang sudah berjalan adalah penggunaan bahan bakar nabati.

Kabar baik lainnya, sejak tiga tahun terakhir, meski belum massif, berbagai jenis industri di Pulau Jawa sudah mulai membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 0,3-0,5 MW per unit.

Untuk itu, pemerintah, dunia usaha dan para akademisi perlu mencari cara yang jitu guna mempercepat proses transisi energi, dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan.

 

Di sini, generasi muda dan kaum milenial mesti dilibatkan secara aktif.

Apalagi, kita ingin target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen bisa tercapai pada tahun 2025.

Kita juga berharap, ke depan para konglomerat dan pemilik modal fokus pada usaha pengembangan energi terbarukan.

Untuk menggenjot penggunaan energi terbarukan, kita berharap ada gerakan nasional yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Perlu ada insentif khusus bagi dunia usaha yang mengembangkan dan menggunakan energi terbarukan.

Negeri ini kaya potensi sumber energi terbarukan. Mulai dari energi surya, hidro, angin hingga sumber energi nabati.

Kalau sumber energi terbarukan itu bisa dimanfaatkan secara optimal, maka secara bertahap konsumsi energi fosil bisa dikurangi, termasuk mengurangi impor BBM.

Jadi upaya memacu penggunaan energi terbarukan itu banyak manfaatnya. Yaitu, udara jadi lebih bersih, lingkungan hidup jadi lebih sehat dan impor BBM akan berkurang. Ini artinya devisa pun bisa dihemat.
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories