Ayo Disiplin Prokes, Agar Tak Kena Tsunami Covid-19 Seperti Di India

Tsunami Covid-19 yang dialami India, di mana 295.041 orang positif dan 2.022 orang meninggal hanya dalam satu hari, harus men­jadi pembelajaran. Disiplin protokol kesehatan (prokes) harus tetap dilakukan agar Indonesia tidak mengalami hal yang sama.

Lawancovid19_id mengungkap penyebab lonjakan kasus Covid-19 di India. Pemerintah dan masyarakat India mengendurkan prokes dan membiarkan kerumunan, setelah kasus aktif menunjukkan tren menurun. Penyebab lainnya, adanya mutasi virus baru yang memi­liki tingkat penyebaran tinggi.

“Jangan biarkan hal ini terjadi di Indonesia. Tetap waspada! Jangan abai dan jangan lengah! Selalu disiplin protokol kesehatan dan tidak mudik,” ujar lawancovid19_id.

Menurut Addiems, kasus di India harus menjadi pelajaran bagi seluruh rakyat Indonesia. Dia mengajak masyarakat tetap menghindari kerumunan, menjaga jarak dan memakai masker. “Peperangan melawan Covid belum selesai. Mari kita belajar dari 2nd wave (gelombang kedua Covid-19) yang mematikan di India ini,” katanya.

“Jangan sampai Indonesia seperti India. Ketika pemerintahnya lengah dan masyarakatnya tidak patuh, abai terhadap protokol kesehatan, akibatnya kasus Covid-19 kembali menggila,” ujar NadinHang.

Mang_hendroe meminta pemerintah memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang melanggar prokes. Kata dia, kalau semakin banyak orang yang menganggap Covid konspirasi, bisa jadi nanti Indonesia akan menyusul India. “Makanya berikan sanksi yang tegas dan berat bagi pelanggar prokes,” katanya.

Dr.arthur_sh.mh.id menuturkan, agar tidak terjadi seperti di India, bukan hanya gencar prokes, tapi juga memperkuat 3T (Tracing, Testing, Treatment). “Tracking swab massal gratis demi keselamatan warga yang diduga kontak agar tidak terjadi penularan dan lonja­kan Covid-19 yang signifikan,” tuturnya.

 

Permintaan serupa dilontarkan sibaranm2. Kata dia, tanpa ada tindakan konkret dari pemerintah, seperti larangan mudik mulai besok, stop pendatang dari India, vaksinasi intensif lansia, tingkatkan test­ing, maka bahaya seperti India bisa terjadi. “Jangan hanya imbauan,” tegas sibaranm2.

Sementara akun ProfesorZubairi meminta pemerintah segera menutup pintu masuk untuk warga negara asing asal India. Dia heran, karena pemerintah butuh waktu lama bertindak menyetop sementara penerbangan dari India.

“Inggris, Singapura, dan beberapa negara sudah melarang pelancong India masuk. Indonesia kan sudah melarang warganya mudik. Ya harusnya juga melarang atau mengurangi dulu pelancong dari luar berkeliaran dengan bebas,” ujarnya.

“Pemerintah Indonesia harus tegas mengeluarkan peraturan mencekal warga negara dari negara yang masih tinggi pandeminya, apalagi seperti India yang dihantam Covid-19,” sam­bung angedespoir5.

Sedangkan KopralCebong meminta pemer­intah tidak membuka tempat wisata. “Belajar dari tsunami Covid-19 di India. Pak @jokowi, @satgascovid19id, @DivHumas_Polri mo­hon tutup tempat wisata selama libur Lebaran, supaya tidak terjadi penumpukan massa yang bisa membuat larangan mudik nggak ngefek,” ungkapnya.

Batman_Monyok mengungkap, pemerintah telah berusaha keras agar Indonesia tidak senasib seperti India. Pemerintah berusaha mengontrol mobilitas, membatasi pergerakan keluar rumah serta membatasi kerumunan.

“Semoga kita dijauhkan dari hantaman tsunami virus Corona seperti yang melanda India. Kesadaran kita sangat dibutuhkan untuk menghindari hal tersebut dengan patuh prokes. Jangan biarkan hantaman gelombang virus Corona menimpa Indonesia. Patuhi prokes,” kata otnayram_. [ASI]

]]> Tsunami Covid-19 yang dialami India, di mana 295.041 orang positif dan 2.022 orang meninggal hanya dalam satu hari, harus men­jadi pembelajaran. Disiplin protokol kesehatan (prokes) harus tetap dilakukan agar Indonesia tidak mengalami hal yang sama.

Lawancovid19_id mengungkap penyebab lonjakan kasus Covid-19 di India. Pemerintah dan masyarakat India mengendurkan prokes dan membiarkan kerumunan, setelah kasus aktif menunjukkan tren menurun. Penyebab lainnya, adanya mutasi virus baru yang memi­liki tingkat penyebaran tinggi.

“Jangan biarkan hal ini terjadi di Indonesia. Tetap waspada! Jangan abai dan jangan lengah! Selalu disiplin protokol kesehatan dan tidak mudik,” ujar lawancovid19_id.

Menurut Addiems, kasus di India harus menjadi pelajaran bagi seluruh rakyat Indonesia. Dia mengajak masyarakat tetap menghindari kerumunan, menjaga jarak dan memakai masker. “Peperangan melawan Covid belum selesai. Mari kita belajar dari 2nd wave (gelombang kedua Covid-19) yang mematikan di India ini,” katanya.

“Jangan sampai Indonesia seperti India. Ketika pemerintahnya lengah dan masyarakatnya tidak patuh, abai terhadap protokol kesehatan, akibatnya kasus Covid-19 kembali menggila,” ujar NadinHang.

Mang_hendroe meminta pemerintah memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang melanggar prokes. Kata dia, kalau semakin banyak orang yang menganggap Covid konspirasi, bisa jadi nanti Indonesia akan menyusul India. “Makanya berikan sanksi yang tegas dan berat bagi pelanggar prokes,” katanya.

Dr.arthur_sh.mh.id menuturkan, agar tidak terjadi seperti di India, bukan hanya gencar prokes, tapi juga memperkuat 3T (Tracing, Testing, Treatment). “Tracking swab massal gratis demi keselamatan warga yang diduga kontak agar tidak terjadi penularan dan lonja­kan Covid-19 yang signifikan,” tuturnya.

 

Permintaan serupa dilontarkan sibaranm2. Kata dia, tanpa ada tindakan konkret dari pemerintah, seperti larangan mudik mulai besok, stop pendatang dari India, vaksinasi intensif lansia, tingkatkan test­ing, maka bahaya seperti India bisa terjadi. “Jangan hanya imbauan,” tegas sibaranm2.

Sementara akun ProfesorZubairi meminta pemerintah segera menutup pintu masuk untuk warga negara asing asal India. Dia heran, karena pemerintah butuh waktu lama bertindak menyetop sementara penerbangan dari India.

“Inggris, Singapura, dan beberapa negara sudah melarang pelancong India masuk. Indonesia kan sudah melarang warganya mudik. Ya harusnya juga melarang atau mengurangi dulu pelancong dari luar berkeliaran dengan bebas,” ujarnya.

“Pemerintah Indonesia harus tegas mengeluarkan peraturan mencekal warga negara dari negara yang masih tinggi pandeminya, apalagi seperti India yang dihantam Covid-19,” sam­bung angedespoir5.

Sedangkan KopralCebong meminta pemer­intah tidak membuka tempat wisata. “Belajar dari tsunami Covid-19 di India. Pak @jokowi, @satgascovid19id, @DivHumas_Polri mo­hon tutup tempat wisata selama libur Lebaran, supaya tidak terjadi penumpukan massa yang bisa membuat larangan mudik nggak ngefek,” ungkapnya.

Batman_Monyok mengungkap, pemerintah telah berusaha keras agar Indonesia tidak senasib seperti India. Pemerintah berusaha mengontrol mobilitas, membatasi pergerakan keluar rumah serta membatasi kerumunan.

“Semoga kita dijauhkan dari hantaman tsunami virus Corona seperti yang melanda India. Kesadaran kita sangat dibutuhkan untuk menghindari hal tersebut dengan patuh prokes. Jangan biarkan hantaman gelombang virus Corona menimpa Indonesia. Patuhi prokes,” kata otnayram_. [ASI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories