Awas Risiko! Jaga Kesehatan Mulut Di Tengah Pandemi

Ditengah perjuangan melawan Covid-19, masyarakat diingat­kan agar tak melupakan kesehatan gigi dan mulut. Kalau tak dirawat, virus Corona bisa berkembang lho!

Hal ini disampaikan dokter gigi di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), drg Rona Laras Narindra, dalam acara Talkshow Awam Bicara Sehat ‘Menjaga Kesehatan Gigi dan Kulit di Era Pandemi’, ke­marin.

Dia mengungkapkan, mulut merupakan salah satu media transmisi dan berkembangnya virus juga bakteri, termasuk virus Corona (SARS-Cov-2). Jadi, kesehatan gigi dan mulut mesti diperhatikan.

“Sebuah penelitian di Qatar menunjukkan, risiko komplikasi Covid-19 lebih meningkat pada pasien yang mengalami radang gusi,” bebernya.

Radang gusi bisa terjadi akibat plak atau penumpu­kan bakteri, juga pember­sihan gigi dan mulut yang tidak menyeluruh yang mengakibatkan karang gigi. Bagi yang sudah terpapar Corona, Rona menyarankan berkumur dua kali sehari menggunakan cairan povidone iodine. Hal ini, bisa menurunkan jumlah virus SARS-Cov-2 yang ada di rongga mulut.

Tapi pada orang yang tidak terinfeksi virus, penggunaan obat kumur ini sebaiknya tidak dilakukan secara rutin. Sebab, dapat mengubah keseimbangan bakteri baik dan buruk, serta dapat mempercepat pertumbu­han jamur di mulut.

Rona menyebut, lebih penting mencegah ketimbang mengobati. Pembersihan gigi dan mulut biasa dengan sikat gigi, sudah termasuk upaya untuk mencegah Covid-19. Untuk menjaga kesehatan gigi, jelasnya, tidaklah sulit. Yaitu dengan rutin menggosok gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur ke seluruh permukaan gigi. Setelah itu, menyikat bagian lidah.

Jika memungkinkan, masyarakat juga disarankan melakukan kontrol rutin ke dokter gigi tiap enam bulan sekali. Bagi masyarakat yang tidak bisa bepergian keluar ru­mah, mereka bisa tetap menda­pat perawatan dengan meman­faatkan telemedicine, sehingga konsultasi dilakukan secara jarak jauh melalui video.

Jika seseorang mengalami masalah gigi dan mulut, perto­longan pertama yang disarankan Rona adalah menggunakan obat pereda nyeri atau anal­gesik. Kalau memungkinkan untuk pergi ke luar rumah, dia bisa segera berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit.

Rona memastikan, klinik atau rumah sakit gigi sudah menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah Covid-19. Pasien yang akan menjalani tindakan dengan durasi lama, misalnya cabut gigi, diwajibkan melakukan tes swab antigen.

Selain itu, di dalam ruang poli gigi RSUI, juga tersedia vacum aerosol yang dapat membersihkan ruangan dari virus atau bakteri.

Sebelumnya, Kepala Klinik Gigi Eksekutif, RSGM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti (FKG Usakti) drg. Aryadi memastikan, klinik gigi dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) sudah melakukan upaya meminimali­sir penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol yang ketat. [JAR]

]]> Ditengah perjuangan melawan Covid-19, masyarakat diingat­kan agar tak melupakan kesehatan gigi dan mulut. Kalau tak dirawat, virus Corona bisa berkembang lho!

Hal ini disampaikan dokter gigi di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), drg Rona Laras Narindra, dalam acara Talkshow Awam Bicara Sehat ‘Menjaga Kesehatan Gigi dan Kulit di Era Pandemi’, ke­marin.

Dia mengungkapkan, mulut merupakan salah satu media transmisi dan berkembangnya virus juga bakteri, termasuk virus Corona (SARS-Cov-2). Jadi, kesehatan gigi dan mulut mesti diperhatikan.

“Sebuah penelitian di Qatar menunjukkan, risiko komplikasi Covid-19 lebih meningkat pada pasien yang mengalami radang gusi,” bebernya.

Radang gusi bisa terjadi akibat plak atau penumpu­kan bakteri, juga pember­sihan gigi dan mulut yang tidak menyeluruh yang mengakibatkan karang gigi. Bagi yang sudah terpapar Corona, Rona menyarankan berkumur dua kali sehari menggunakan cairan povidone iodine. Hal ini, bisa menurunkan jumlah virus SARS-Cov-2 yang ada di rongga mulut.

Tapi pada orang yang tidak terinfeksi virus, penggunaan obat kumur ini sebaiknya tidak dilakukan secara rutin. Sebab, dapat mengubah keseimbangan bakteri baik dan buruk, serta dapat mempercepat pertumbu­han jamur di mulut.

Rona menyebut, lebih penting mencegah ketimbang mengobati. Pembersihan gigi dan mulut biasa dengan sikat gigi, sudah termasuk upaya untuk mencegah Covid-19. Untuk menjaga kesehatan gigi, jelasnya, tidaklah sulit. Yaitu dengan rutin menggosok gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur ke seluruh permukaan gigi. Setelah itu, menyikat bagian lidah.

Jika memungkinkan, masyarakat juga disarankan melakukan kontrol rutin ke dokter gigi tiap enam bulan sekali. Bagi masyarakat yang tidak bisa bepergian keluar ru­mah, mereka bisa tetap menda­pat perawatan dengan meman­faatkan telemedicine, sehingga konsultasi dilakukan secara jarak jauh melalui video.

Jika seseorang mengalami masalah gigi dan mulut, perto­longan pertama yang disarankan Rona adalah menggunakan obat pereda nyeri atau anal­gesik. Kalau memungkinkan untuk pergi ke luar rumah, dia bisa segera berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit.

Rona memastikan, klinik atau rumah sakit gigi sudah menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah Covid-19. Pasien yang akan menjalani tindakan dengan durasi lama, misalnya cabut gigi, diwajibkan melakukan tes swab antigen.

Selain itu, di dalam ruang poli gigi RSUI, juga tersedia vacum aerosol yang dapat membersihkan ruangan dari virus atau bakteri.

Sebelumnya, Kepala Klinik Gigi Eksekutif, RSGM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti (FKG Usakti) drg. Aryadi memastikan, klinik gigi dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) sudah melakukan upaya meminimali­sir penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol yang ketat. [JAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories