Awas Bahaya Laten, Angka Kematian Akibat Covid Perlahan Naik Di Bulan Mei .

Alarm bahaya situasi Covid, sudah mulai berbunyi.

Kasus kematian akibat Corona, menunjukkan tren meningkat di awal Mei 2021.

Tanggal 1 Mei 2021, jumlah kasus kematian tercatat 131 orang. Disusul tanggal 2 Mei 2021 (144), 3 Mei 2021 (153), 4 Mei 2021 (188), dan 5 Mei 2021 (212).

Dengan begitu, total kasus kematian akibat Covid hingga hari ini, telah tembus ke angka 46.349 dengan tingkat kematian 2,74 persen.

Per Rabu (5/5), total kasus terkonfirmasi saat ini berjumlah 1.691.658. Atau naik 5.285 kasus dibanding kemarin.

Sebaran 5.285 kasus baru ini didominasi duet Jawa Barat dan Jakarta, yang masing-masing mencatat angka 995 dan 845. Dibuntuti Riau (570), Jawa Tengah (530), dan Jawa Timur (271) dalam 5 besar provinsi penyumbang jumlah kasus Covid terbanyak pada hari ini.

Sementara 5 provinsi yang membukukan jumlah kasus positif terendah adalah Sulawesi Selatan (6), Gorontalo (4), Kalimantan Utara (3), Sulawesi Utara 2, dan Sulawesi Barat (1).

Jumlah kasus harian sebanyak 5.285, diperoleh dari hasil uji terhadap 79.318 spesimen (48.454 via PCR, 275 via TCM, 30.589 via antigen), dari 51.176 orang dites (25.099 via PCR, 250 via PCR, 25.827 via antigen).

Dari data tersebut, dapat dihitung nilai positivity rate yang besarnya 10,33 persen. Melebihi 2 kali standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), yang hanya mematok angka 5 persen.

Dari total kasus terkonfirmasi, tercatat 98.217 kasus aktif. Turun 870 kasus dibanding kemarin.

Untuk kasus suspek, angkanya turun dari 77.804 menjadi 76.660 pada Rabu (5/5).

Sedangkan jumlah kasus sembuh, dilaporkan naik 5.943. Sehingga totalnya menjadi 1.547.092 dengan tingkat kesembuhan 91,45 persen.

Gambaran data-data tersebut memperlihatkan situasi Covid di Tanah Air masih jauh dari aman.

Masyarakat diimbau tidak mudik Lebaran dan cukup bersilaturahmi secara virtual, untuk memutus mata rantai Covid. Sebab, mobilitas dalam jumlah tinggi sangat rentan memicu lonjakan Covid.

Masyarakat yang sudah divaksin, diminta agar tidak euforia, karena vaksin saja tak cukup memerangi Covid.

Vaksin hanya meringankan gejala atau derajat keparahan bila terinfeksi, namun masih memungkinkan kita tertular Covid.

Karena itu, tetaplah disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas yang tak perlu. [HES]

]]> .
Alarm bahaya situasi Covid, sudah mulai berbunyi.

Kasus kematian akibat Corona, menunjukkan tren meningkat di awal Mei 2021.

Tanggal 1 Mei 2021, jumlah kasus kematian tercatat 131 orang. Disusul tanggal 2 Mei 2021 (144), 3 Mei 2021 (153), 4 Mei 2021 (188), dan 5 Mei 2021 (212).

Dengan begitu, total kasus kematian akibat Covid hingga hari ini, telah tembus ke angka 46.349 dengan tingkat kematian 2,74 persen.

Per Rabu (5/5), total kasus terkonfirmasi saat ini berjumlah 1.691.658. Atau naik 5.285 kasus dibanding kemarin.

Sebaran 5.285 kasus baru ini didominasi duet Jawa Barat dan Jakarta, yang masing-masing mencatat angka 995 dan 845. Dibuntuti Riau (570), Jawa Tengah (530), dan Jawa Timur (271) dalam 5 besar provinsi penyumbang jumlah kasus Covid terbanyak pada hari ini.

Sementara 5 provinsi yang membukukan jumlah kasus positif terendah adalah Sulawesi Selatan (6), Gorontalo (4), Kalimantan Utara (3), Sulawesi Utara 2, dan Sulawesi Barat (1).

Jumlah kasus harian sebanyak 5.285, diperoleh dari hasil uji terhadap 79.318 spesimen (48.454 via PCR, 275 via TCM, 30.589 via antigen), dari 51.176 orang dites (25.099 via PCR, 250 via PCR, 25.827 via antigen).

Dari data tersebut, dapat dihitung nilai positivity rate yang besarnya 10,33 persen. Melebihi 2 kali standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), yang hanya mematok angka 5 persen.

Dari total kasus terkonfirmasi, tercatat 98.217 kasus aktif. Turun 870 kasus dibanding kemarin.

Untuk kasus suspek, angkanya turun dari 77.804 menjadi 76.660 pada Rabu (5/5).

Sedangkan jumlah kasus sembuh, dilaporkan naik 5.943. Sehingga totalnya menjadi 1.547.092 dengan tingkat kesembuhan 91,45 persen.

Gambaran data-data tersebut memperlihatkan situasi Covid di Tanah Air masih jauh dari aman.

Masyarakat diimbau tidak mudik Lebaran dan cukup bersilaturahmi secara virtual, untuk memutus mata rantai Covid. Sebab, mobilitas dalam jumlah tinggi sangat rentan memicu lonjakan Covid.

Masyarakat yang sudah divaksin, diminta agar tidak euforia, karena vaksin saja tak cukup memerangi Covid.

Vaksin hanya meringankan gejala atau derajat keparahan bila terinfeksi, namun masih memungkinkan kita tertular Covid.

Karena itu, tetaplah disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas yang tak perlu. [HES]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories