Aturan Isolasi Tak Pandang Bulu Dubes Inggris: Tak Ada Diskriminasi Dalam Kasus All England

Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins mengaku sedih atas gagalnya tim bulutangkis Indonesia mengikuti turnamen All England 2021.

“Saya bisa merasakan kekecewaan para penggemar bulutangkis di Indonesia. Terutama, kekecewaan para atlet yang telah bekerja sangat keras, untuk mencapai puncak prestasi mereka,” ungkap Dubes Jenkins dalam keterangan resmi yang diterima RM.id, Senin (22/3).

Dubes Jenkins berharap, semua pihak dapat memahami, tidak ada tindakan ataupun perlakuan diskriminasi yang terjadi di ajang bergengsi tersebut.

Ia menegaskan, semua orang yang berkunjung ke Inggris, harus mengikuti aturan yang berlaku untuk melindungi kesehatan sesama pengunjung, dan masyarakat yang lebih luas di Inggris.

“Insiden ini adalah sebuah kecelakaan murni (bukan kesalahan siapa pun), tim bulu tangkis Indonesia – dan para penumpang lain, termasuk seorang pemain bulu tangkis Turki – berada dalam satu pesawat dengan seseorang yang kemudian dinyatakan positif Covid-19,” papar Dubes Jenkins.

Penerbangan tersebut, melibatkan pesawat kecil dengan lorong tunggal. Dalam situasi seperti ini, tindakan yang normal dilakukan adalah menyatakan seluruh penumpang yang ada di dalam penerbangan tersebut telah terpapar Covid-19.

Ini berarti, semua orang dalam pesawat itu harus melakukan isolasi mandiri, untuk melindungi kesehatan masyarakat. Peraturan pemerintah Inggris tidak mengizinkan pengecualian apa pun terkait persyaratan isolasi mandiri ini.

“Di Inggris, setiap orang diperlakukan sama, tanpa memandang siapa pun Anda. Sebagai contoh, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson diminta untuk mengisolasi diri selama 10 hari pada November tahun lalu, setelah bertemu dengan seseorang yang kemudian dinyatakan positif Covid-19. Dan beliau melakukan isolasi mandiri selama 10 hari. Setiap orang diharapkan untuk mengikuti aturan yang sama, karena kita semua berada dalam situasi yang sama,” jelas Dubes Jenkins.

Beberapa laporan juga menyebutkan isu lain yang terjadi selama akhir pekan sebelumnya, yang mengharuskan sejumlah individu yang terlibat dalam turnamen untuk mengisolasi diri. Sementara tes rutin Covid-19 diulang.

Tes yang berulang semuanya menunjukan hasil negatif. Atas saran Penasihat Perlindungan Kesehatan, individu-individu tersebut dapat kembali melanjutkan keikutsertaannya di All England 2021.

Insiden ini tidak ada hubungannya dengan kejadian yang menimpa tim Indonesia, karena tidak ada indikasi bahwa salah satu dari pemain tersebut memiliki kontak dengan kasus positif Covid-19.

“Sangat disayangkan dan mengecewakan bahwa tim Indonesia tidak dapat mengikuti turnamen All England. Terutama, untuk seluruh kontingen Indonesia dan semua penggemar bulu tangkis,” tutur Dubes Jenkins.

“Para pemain telah berlatih sangat keras untuk bertanding, dan banyak orang telah bekerja sangat keras, agar turnamen All England berlangsung di lingkungan yang aman bagi semua atlet yang bertanding, dan staf terkait lainnya,” pungkasnya. [HES]

]]> Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins mengaku sedih atas gagalnya tim bulutangkis Indonesia mengikuti turnamen All England 2021.

“Saya bisa merasakan kekecewaan para penggemar bulutangkis di Indonesia. Terutama, kekecewaan para atlet yang telah bekerja sangat keras, untuk mencapai puncak prestasi mereka,” ungkap Dubes Jenkins dalam keterangan resmi yang diterima RM.id, Senin (22/3).

Dubes Jenkins berharap, semua pihak dapat memahami, tidak ada tindakan ataupun perlakuan diskriminasi yang terjadi di ajang bergengsi tersebut.

Ia menegaskan, semua orang yang berkunjung ke Inggris, harus mengikuti aturan yang berlaku untuk melindungi kesehatan sesama pengunjung, dan masyarakat yang lebih luas di Inggris.

“Insiden ini adalah sebuah kecelakaan murni (bukan kesalahan siapa pun), tim bulu tangkis Indonesia – dan para penumpang lain, termasuk seorang pemain bulu tangkis Turki – berada dalam satu pesawat dengan seseorang yang kemudian dinyatakan positif Covid-19,” papar Dubes Jenkins.

Penerbangan tersebut, melibatkan pesawat kecil dengan lorong tunggal. Dalam situasi seperti ini, tindakan yang normal dilakukan adalah menyatakan seluruh penumpang yang ada di dalam penerbangan tersebut telah terpapar Covid-19.

Ini berarti, semua orang dalam pesawat itu harus melakukan isolasi mandiri, untuk melindungi kesehatan masyarakat. Peraturan pemerintah Inggris tidak mengizinkan pengecualian apa pun terkait persyaratan isolasi mandiri ini.

“Di Inggris, setiap orang diperlakukan sama, tanpa memandang siapa pun Anda. Sebagai contoh, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson diminta untuk mengisolasi diri selama 10 hari pada November tahun lalu, setelah bertemu dengan seseorang yang kemudian dinyatakan positif Covid-19. Dan beliau melakukan isolasi mandiri selama 10 hari. Setiap orang diharapkan untuk mengikuti aturan yang sama, karena kita semua berada dalam situasi yang sama,” jelas Dubes Jenkins.

Beberapa laporan juga menyebutkan isu lain yang terjadi selama akhir pekan sebelumnya, yang mengharuskan sejumlah individu yang terlibat dalam turnamen untuk mengisolasi diri. Sementara tes rutin Covid-19 diulang.

Tes yang berulang semuanya menunjukan hasil negatif. Atas saran Penasihat Perlindungan Kesehatan, individu-individu tersebut dapat kembali melanjutkan keikutsertaannya di All England 2021.

Insiden ini tidak ada hubungannya dengan kejadian yang menimpa tim Indonesia, karena tidak ada indikasi bahwa salah satu dari pemain tersebut memiliki kontak dengan kasus positif Covid-19.

“Sangat disayangkan dan mengecewakan bahwa tim Indonesia tidak dapat mengikuti turnamen All England. Terutama, untuk seluruh kontingen Indonesia dan semua penggemar bulu tangkis,” tutur Dubes Jenkins.

“Para pemain telah berlatih sangat keras untuk bertanding, dan banyak orang telah bekerja sangat keras, agar turnamen All England berlangsung di lingkungan yang aman bagi semua atlet yang bertanding, dan staf terkait lainnya,” pungkasnya. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories