Atap Sekolah Ambruk, Walkot Bima Janji Segera Perbaiki

Wali Kota (Walkot) Bogor, Bima Arya meninjau Sekolah Dasar Negeri (SDN) Otista yang atap kelasnya roboh, Jumat (17/9). 

“Saya minta Dinas Pendidikan untuk memeriksa kembali seluruh bangunan Sekolah di Kota Bogor jelang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), awal Oktober nanti. Harus dipastikan bukan saja sistem protokol kesehatan siap, tapi bangunan sekolah dan semua fasilitas pendukung dalam keadaan baik,” kata Bima dikutip Sabtu (18/9).

Bima mengaku, terkait ambruknya atap ruang kelas tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Bogor sejak Juni 2021 bahwa ada kondisi kelas yang mengkhawatirkan. 

“Setelah itu, Dinas Pendidikan merespon dengan melakukan perencanaan untuk dianggarkan perbaikan di 2022,” jelas Bima.

Dinas Pendidikan kemudian menutup ruang kelas tersebut dan memasang peringatan bertuliskan ‘Kelas Ini Tidak Layak Digunakan’. Hal ini untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, 

“Tapi poinnya, pertama kita akan segera anggarkan gerak cepat melalui Biaya Tak Terduga di BPBD agar ini diperbaiki dulu untuk mengantisipasi juga pembelajaran tatap muka secara bertahap,” ujarnya.

Bima juga meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi untuk memasukan checklist kelayakan bangunan dan fasilitas pendukung lainnya sebelum PTM di mulai awal Oktober 2021.

“Dicek lagi untuk pemeriksaan fisik bangunan sekolah dari SD, SMP sampai SMA, menjelang PTM. Sekarang dilakukan checklist persiapan tatap muka awal Oktober. Satu dua minggu ke depan kita fokus mengecek lagi sekolah secara menyeluruh jangan sampai kemudian terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ketika tatap muka,” pungkasnya. [MFA]
 

]]> Wali Kota (Walkot) Bogor, Bima Arya meninjau Sekolah Dasar Negeri (SDN) Otista yang atap kelasnya roboh, Jumat (17/9). 

“Saya minta Dinas Pendidikan untuk memeriksa kembali seluruh bangunan Sekolah di Kota Bogor jelang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), awal Oktober nanti. Harus dipastikan bukan saja sistem protokol kesehatan siap, tapi bangunan sekolah dan semua fasilitas pendukung dalam keadaan baik,” kata Bima dikutip Sabtu (18/9).

Bima mengaku, terkait ambruknya atap ruang kelas tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Bogor sejak Juni 2021 bahwa ada kondisi kelas yang mengkhawatirkan. 

“Setelah itu, Dinas Pendidikan merespon dengan melakukan perencanaan untuk dianggarkan perbaikan di 2022,” jelas Bima.

Dinas Pendidikan kemudian menutup ruang kelas tersebut dan memasang peringatan bertuliskan ‘Kelas Ini Tidak Layak Digunakan’. Hal ini untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, 

“Tapi poinnya, pertama kita akan segera anggarkan gerak cepat melalui Biaya Tak Terduga di BPBD agar ini diperbaiki dulu untuk mengantisipasi juga pembelajaran tatap muka secara bertahap,” ujarnya.

Bima juga meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi untuk memasukan checklist kelayakan bangunan dan fasilitas pendukung lainnya sebelum PTM di mulai awal Oktober 2021.

“Dicek lagi untuk pemeriksaan fisik bangunan sekolah dari SD, SMP sampai SMA, menjelang PTM. Sekarang dilakukan checklist persiapan tatap muka awal Oktober. Satu dua minggu ke depan kita fokus mengecek lagi sekolah secara menyeluruh jangan sampai kemudian terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ketika tatap muka,” pungkasnya. [MFA]
 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories