Arsenal Vs Man City, Duel Reunian .

Big match antara Arsenal vs Manchester City pada laga lanjutan Liga Inggris yang digelar di Stadion Emirates, malam ini bakal panas. Laga ini bertajuk reuni.

Arteta yang kini menjadi juru taktik Arsenal pernah melatih City pada periode 2016-2019. Prestasinya kurang cemerlang bila dibanding Pep Guardiola.

Sebab, selama menduduki kursi kepelatihan The Gunners, dia tak mampu membawa timnya meraih gelar juara Liga Inggris. Sedangkan Guardiola sudah tiga kali membawa City meraih trofi Liga Inggris semenjak menggantikan posisi Arteta 2016 lalu.

Selain itu, di bawah asuhan Guardiola, City semakin ganas di Premier League. Buktinya, mereka selalu menang di 12 laga terakhir, dan belum pernah tumbang di 16 partai terakhir EPL.

Catatan itu semakin istimewa jika melibatkan ajang lain selain Liga Inggris. City selalu menang di 17 laga terakhir serta tak terkalahkan di total 24 laga terkini.

City kini memiliki 56 poin dari 24 laga dan bertengger di posisi puncak klasemen. Jarak 10 poin dari runner up Manchester United pun membuat mereka digadang-gadang bakal kembali jadi raja pentas Liga Inggris musim ini.

Namun, itu dibantah Guardiola. Mantan pelatih Barcelona itu mengatakan, saat ini bukan momen tepat untuk membicarakan trofi, karena kompetisi masih berjalan panjang.

“Apa pun masih bisa terjadi. Kompetisi masih panjang sehingga kaki harus tetap kerja keras, dan fokus ke pertandingan berikutnya,” kata Guardiola seperti dikutip dari situs resmi klub, kemarin.

Ada pun Arsenal tetap layak waspada dengan performa Manchester City, meski punya modal bagus untuk menghentikan laju spesial The Citizens. Apalagi kalau bukan permainan mereka yang sedang menanjak usai sukses mengalahkan Leeds United dengan skor 4-2 pada pekan ke-24 lalu.

Selain itu, Arsenal juga sempat perkasa atas City ketika menang 2-0 pada Final FA Cup musim lalu di Wembley.

“Saya pikir City adalah tim terbaik di Eropa saat ini. Apa yang mereka lakukan sangat luar biasa ketika di momen sulit. Bagaimana cara mereka bereaksi di momen tidak bagus menunjukkan bahwa mereka tim terbaik,” ujar Arteta. [DNU]

]]> .
Big match antara Arsenal vs Manchester City pada laga lanjutan Liga Inggris yang digelar di Stadion Emirates, malam ini bakal panas. Laga ini bertajuk reuni.

Arteta yang kini menjadi juru taktik Arsenal pernah melatih City pada periode 2016-2019. Prestasinya kurang cemerlang bila dibanding Pep Guardiola.

Sebab, selama menduduki kursi kepelatihan The Gunners, dia tak mampu membawa timnya meraih gelar juara Liga Inggris. Sedangkan Guardiola sudah tiga kali membawa City meraih trofi Liga Inggris semenjak menggantikan posisi Arteta 2016 lalu.

Selain itu, di bawah asuhan Guardiola, City semakin ganas di Premier League. Buktinya, mereka selalu menang di 12 laga terakhir, dan belum pernah tumbang di 16 partai terakhir EPL.

Catatan itu semakin istimewa jika melibatkan ajang lain selain Liga Inggris. City selalu menang di 17 laga terakhir serta tak terkalahkan di total 24 laga terkini.

City kini memiliki 56 poin dari 24 laga dan bertengger di posisi puncak klasemen. Jarak 10 poin dari runner up Manchester United pun membuat mereka digadang-gadang bakal kembali jadi raja pentas Liga Inggris musim ini.

Namun, itu dibantah Guardiola. Mantan pelatih Barcelona itu mengatakan, saat ini bukan momen tepat untuk membicarakan trofi, karena kompetisi masih berjalan panjang.

“Apa pun masih bisa terjadi. Kompetisi masih panjang sehingga kaki harus tetap kerja keras, dan fokus ke pertandingan berikutnya,” kata Guardiola seperti dikutip dari situs resmi klub, kemarin.

Ada pun Arsenal tetap layak waspada dengan performa Manchester City, meski punya modal bagus untuk menghentikan laju spesial The Citizens. Apalagi kalau bukan permainan mereka yang sedang menanjak usai sukses mengalahkan Leeds United dengan skor 4-2 pada pekan ke-24 lalu.

Selain itu, Arsenal juga sempat perkasa atas City ketika menang 2-0 pada Final FA Cup musim lalu di Wembley.

“Saya pikir City adalah tim terbaik di Eropa saat ini. Apa yang mereka lakukan sangat luar biasa ketika di momen sulit. Bagaimana cara mereka bereaksi di momen tidak bagus menunjukkan bahwa mereka tim terbaik,” ujar Arteta. [DNU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories