AQUA Rayakan HUT Ke-49, Hadirkan Hidrasi Sehat Dan Bisnis Berkelanjutan

Pionir industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia, AQUA, tahun ini memasuki usianya yang ke-49 tahun. AQUA pun memastikan, komitmen perusahaan masih sama, yaitu terus menghadirkan hidrasi sehat dan menjalankan bisnis yang berkelanjutan.

Istri dari pendiri AQUA, Lisa Tirto Utomo, mengatakan bahwa AQUA hadir dari sebuah visi besar untuk menghadirkan produk yang berkualitas dan membawa kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Kala itu, tidak banyak yang melihat pentingnya air minum yang berkualitas. “Untuk itu AQUA hadir dan terus menjaga komitmen tersebut hingga saat ini, untuk Indonesia,” kata istri Tirto Utomo, ini dalam keterangannya, Kamis (24/2).

Ia melanjutkan, sejak awal didirikan, AQUA selalu memegang teguh prinsip komitmen ganda, yaitu bisnis harus sejalan dengan kinerja sosial dan lingkungan. Dalam sejarahnya, AQUA yang berdiri pada tahun 1973 ini hadir karena melihat kebutuhan masyarakat Indonesia akan air minum yang aman dan sehat. 

Kini, AQUA menjadi bagian dari Danone Indonesia, sebuah perusahaan yang tidak hanya memiliki komitmen tinggi untuk menghadirkan hidrasi sehat dan berkualitas bagi keluarga Indonesia, tapi juga menjadi perusahaan yang terus menjalankan berbagai praktik bisnis yang berkelanjutan dengan kepedulian besar terhadap isu sosial dan lingkungan.

CEO Danone Indonesia, Connie Ang, menjelaskan bahwa merek AQUA lahir dan besar bersama Indonesia, hingga saat ini. Ia memastikan, Danone-AQUA terus memegang prinsip dalam membangun model pertumbuhan bisnis yang seimbang, menguntungkan dan berkelanjutan. 

“Menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. Komitmen tersebut juga sejalan dengan visi besar Danone secara global, One Planet One Health, yang kami percaya bahwa kesehatan dan keberlanjutan alam merupakan hal yang saling memiliki keterkaitan,” tuturnya.

Connie menambahkan, seluruh program tersebut dikembangkan bekerja sama dan melibatkan berbagai mitra secara kolaboratif. Khususnya dalam menjalankan tiga fokus utama, yaitu menjaga sirkularitas sumber daya air, mitigasi perubahan iklim, dan pengelolaan sampah kemasan pasca konsumsi.

Dalam menjaga sirkularitas dan keberlanjutan sumber daya air, hingga saat ini Danone-AQUA telah melakukan berbagai inisiatif. Seperti menanam lebih dari 2,5 juta pohon, membangun lebih dari 1.900 sumur resapan, membangun lebih dari 81.000 biopori, membangun fasilitas panen hujan, serta mengembangkan 19 Taman Keanekaragaman Hayati baik di dalam area pabrik ataupun diluar area pabrik. Selain itu, untuk membantu mitigasi perubahan iklim, Danone-AQUA juga mengembangkan program pengurangan jejak karbon dengan mendorong penggunaan energi terbarukan. 

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Danone-AQUA untuk menjadi perusahaan dengan emisi nol atau netral karbon dalam seluruh rantai pasok perusahaan pada tahun 2050, serta penggunaan 100 persen energi listrik terbarukan pada tahun 2030. Pada periode 2019-2020, Danone-AQUA berhasil mengurangi jejak karbon sebesar 157, 597 ton CO2.

Danone-AQUA juga berupaya untuk terus mengelola sampah kemasan pasca konsumsi serta berperan aktif dalam mendukung target pencapaian pemerintah dalam hal pengelolaan sampah. Gerakan #BijakBerplastik yang diluncurkan sejak 2018, berhasil mengumpulkan lebih dari 13.000 ton plastik setiap tahunnya melalui 6 Recycling Business Unit yang tersebar di Indonesia, Bank Sampah, serta Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). [SAR]

]]> Pionir industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia, AQUA, tahun ini memasuki usianya yang ke-49 tahun. AQUA pun memastikan, komitmen perusahaan masih sama, yaitu terus menghadirkan hidrasi sehat dan menjalankan bisnis yang berkelanjutan.

Istri dari pendiri AQUA, Lisa Tirto Utomo, mengatakan bahwa AQUA hadir dari sebuah visi besar untuk menghadirkan produk yang berkualitas dan membawa kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Kala itu, tidak banyak yang melihat pentingnya air minum yang berkualitas. “Untuk itu AQUA hadir dan terus menjaga komitmen tersebut hingga saat ini, untuk Indonesia,” kata istri Tirto Utomo, ini dalam keterangannya, Kamis (24/2).

Ia melanjutkan, sejak awal didirikan, AQUA selalu memegang teguh prinsip komitmen ganda, yaitu bisnis harus sejalan dengan kinerja sosial dan lingkungan. Dalam sejarahnya, AQUA yang berdiri pada tahun 1973 ini hadir karena melihat kebutuhan masyarakat Indonesia akan air minum yang aman dan sehat. 

Kini, AQUA menjadi bagian dari Danone Indonesia, sebuah perusahaan yang tidak hanya memiliki komitmen tinggi untuk menghadirkan hidrasi sehat dan berkualitas bagi keluarga Indonesia, tapi juga menjadi perusahaan yang terus menjalankan berbagai praktik bisnis yang berkelanjutan dengan kepedulian besar terhadap isu sosial dan lingkungan.

CEO Danone Indonesia, Connie Ang, menjelaskan bahwa merek AQUA lahir dan besar bersama Indonesia, hingga saat ini. Ia memastikan, Danone-AQUA terus memegang prinsip dalam membangun model pertumbuhan bisnis yang seimbang, menguntungkan dan berkelanjutan. 

“Menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. Komitmen tersebut juga sejalan dengan visi besar Danone secara global, One Planet One Health, yang kami percaya bahwa kesehatan dan keberlanjutan alam merupakan hal yang saling memiliki keterkaitan,” tuturnya.

Connie menambahkan, seluruh program tersebut dikembangkan bekerja sama dan melibatkan berbagai mitra secara kolaboratif. Khususnya dalam menjalankan tiga fokus utama, yaitu menjaga sirkularitas sumber daya air, mitigasi perubahan iklim, dan pengelolaan sampah kemasan pasca konsumsi.

Dalam menjaga sirkularitas dan keberlanjutan sumber daya air, hingga saat ini Danone-AQUA telah melakukan berbagai inisiatif. Seperti menanam lebih dari 2,5 juta pohon, membangun lebih dari 1.900 sumur resapan, membangun lebih dari 81.000 biopori, membangun fasilitas panen hujan, serta mengembangkan 19 Taman Keanekaragaman Hayati baik di dalam area pabrik ataupun diluar area pabrik. Selain itu, untuk membantu mitigasi perubahan iklim, Danone-AQUA juga mengembangkan program pengurangan jejak karbon dengan mendorong penggunaan energi terbarukan. 

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Danone-AQUA untuk menjadi perusahaan dengan emisi nol atau netral karbon dalam seluruh rantai pasok perusahaan pada tahun 2050, serta penggunaan 100 persen energi listrik terbarukan pada tahun 2030. Pada periode 2019-2020, Danone-AQUA berhasil mengurangi jejak karbon sebesar 157, 597 ton CO2.

Danone-AQUA juga berupaya untuk terus mengelola sampah kemasan pasca konsumsi serta berperan aktif dalam mendukung target pencapaian pemerintah dalam hal pengelolaan sampah. Gerakan #BijakBerplastik yang diluncurkan sejak 2018, berhasil mengumpulkan lebih dari 13.000 ton plastik setiap tahunnya melalui 6 Recycling Business Unit yang tersebar di Indonesia, Bank Sampah, serta Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). [SAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories