Apartemen Tersangka Kasus Asabri Diobrak-abrik Jaksa Boyong Lukisan Emas Hingga Cincin Berlian Perak .

Apartemen Jimmy Sutopo di lantai 36 DD Raffles Residences, Kuningan, Jakarta Selatan diobrak-abrik. Penyidik Kejaksaan Agung mengangkut berbagai barang berharga yang ada di kediaman tersangka kasus Asabri itu.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer mengungkapkan, penyidik menyita 36 lukisan berlapis emas dari apartemen bos PT Jakarta Emiten Investor Relation tersebut.

Saat menggeledah apartemen Jimmy, penyidik juga menemukan 21 jam tangan mewah. Yakni jam Cartier warna gold bertali hitam, Audermars Piguet gold tali hitam, Audermars Piguet gold tali coklat, Audermars Piguet silver tali hitam, Audermars Piguet gold tali jam hitam.

Kemudian, tiga jam Patek Philippe Geneve Nautilus, Breguet gold, dua jam Vacheron Constantin Geneve, Antonie Preziuso Geneve, Hysek seri ABYSS Explorer, dan Hublot seri Classic Fusion.

Penyidik juga memboyong perhiasan kalung emas dengan liontin bermotif Yin Yang, serta cincin berlian perak.

“Seluruh aset itu sedang dihitung nilainya,” kata Leonard.

Sejumlah uang tunai dalam bentuk rupiah maupun valuta asing juga disita. Jumlahnya setara Rp 73.336.830. Penyidik menemukan pula selembar cek BCA berkode BF 914429 atas nama Jimmy Sutopo dengan nominal Rp 2 miliar.

Selain apartemen, kantor Jimmy di lantai 9 Office Tower Gandaria 8, Jakarta Selatan juga bongkar. Dari lokasi ini, penyidik menyita berbagai dokumen.

 

Penyidik kemudian menuju Kantor Cabang PT Bank KEB Hana Indonesia di Jalan Gatot Subroto Kavling 1-3 Jakarta Selatan. Sasarannya safe deposit box atas nama Christopher Pandu Winata. Safe deposit box bernomor B808 itu diduga menyimpan barang-barang berharga milik Jimmy.

Sasaran berikutnya, aset Jimmy yang dikelola PT Bumiputera Sekuritas. Penyidik pun menyatroni kantor anak perusahaan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 itu di Wisma Bumiputera Lantai 17, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 75, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, penyidik telah menyita tiga mobil mewah milik Jimmy. Yakni Rolls Royce Phantom Coupe hitam bernomor B 7 EIR , Mercedes Bens tipe M-AMG S63 CPAT (C217CBU) dan Nissan Teana hitam bernomor B 1940 SAJ.

Leonard menjelaskan, penggeledahan dilakukan untuk mencari aset maupun barang berharga milik tersangka. Selanjutnya, disita untuk menutupi kerugian kasus Asabri Rp 23,7 triliun.

Sementara dari tersangka Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat, penyidik menyita apartemen, tanah hingga perusahaan tambang.

Yang terbaru, dua bidang tanah seluas 200 ribu meter persegi milik Benny di Batam. Statusnya Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Mulia Manunggal Karsa. Sebelumnya, ribuan hektare lahan milik Benny di Lebak, Banten telah disita.

Adapun tiga perusahaan tambang milik Heru yang disita memiliki lahan konsesi 23 ribu hektare. PT Tiga Samudra Perkasa 3.000 hektare, PT Mahkota Nikel Indonesia 10.000 hektare, dan PT Tiga Samudra Nikel 10.000 hektare. Ketiga perusahaan itu mengeruk nikel. [GPG]

]]> .
Apartemen Jimmy Sutopo di lantai 36 DD Raffles Residences, Kuningan, Jakarta Selatan diobrak-abrik. Penyidik Kejaksaan Agung mengangkut berbagai barang berharga yang ada di kediaman tersangka kasus Asabri itu.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer mengungkapkan, penyidik menyita 36 lukisan berlapis emas dari apartemen bos PT Jakarta Emiten Investor Relation tersebut.

Saat menggeledah apartemen Jimmy, penyidik juga menemukan 21 jam tangan mewah. Yakni jam Cartier warna gold bertali hitam, Audermars Piguet gold tali hitam, Audermars Piguet gold tali coklat, Audermars Piguet silver tali hitam, Audermars Piguet gold tali jam hitam.

Kemudian, tiga jam Patek Philippe Geneve Nautilus, Breguet gold, dua jam Vacheron Constantin Geneve, Antonie Preziuso Geneve, Hysek seri ABYSS Explorer, dan Hublot seri Classic Fusion.

Penyidik juga memboyong perhiasan kalung emas dengan liontin bermotif Yin Yang, serta cincin berlian perak.

“Seluruh aset itu sedang dihitung nilainya,” kata Leonard.

Sejumlah uang tunai dalam bentuk rupiah maupun valuta asing juga disita. Jumlahnya setara Rp 73.336.830. Penyidik menemukan pula selembar cek BCA berkode BF 914429 atas nama Jimmy Sutopo dengan nominal Rp 2 miliar.

Selain apartemen, kantor Jimmy di lantai 9 Office Tower Gandaria 8, Jakarta Selatan juga bongkar. Dari lokasi ini, penyidik menyita berbagai dokumen.

 

Penyidik kemudian menuju Kantor Cabang PT Bank KEB Hana Indonesia di Jalan Gatot Subroto Kavling 1-3 Jakarta Selatan. Sasarannya safe deposit box atas nama Christopher Pandu Winata. Safe deposit box bernomor B808 itu diduga menyimpan barang-barang berharga milik Jimmy.

Sasaran berikutnya, aset Jimmy yang dikelola PT Bumiputera Sekuritas. Penyidik pun menyatroni kantor anak perusahaan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 itu di Wisma Bumiputera Lantai 17, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 75, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, penyidik telah menyita tiga mobil mewah milik Jimmy. Yakni Rolls Royce Phantom Coupe hitam bernomor B 7 EIR , Mercedes Bens tipe M-AMG S63 CPAT (C217CBU) dan Nissan Teana hitam bernomor B 1940 SAJ.

Leonard menjelaskan, penggeledahan dilakukan untuk mencari aset maupun barang berharga milik tersangka. Selanjutnya, disita untuk menutupi kerugian kasus Asabri Rp 23,7 triliun.

Sementara dari tersangka Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat, penyidik menyita apartemen, tanah hingga perusahaan tambang.

Yang terbaru, dua bidang tanah seluas 200 ribu meter persegi milik Benny di Batam. Statusnya Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Mulia Manunggal Karsa. Sebelumnya, ribuan hektare lahan milik Benny di Lebak, Banten telah disita.

Adapun tiga perusahaan tambang milik Heru yang disita memiliki lahan konsesi 23 ribu hektare. PT Tiga Samudra Perkasa 3.000 hektare, PT Mahkota Nikel Indonesia 10.000 hektare, dan PT Tiga Samudra Nikel 10.000 hektare. Ketiga perusahaan itu mengeruk nikel. [GPG]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories