Antisipasi Putusnya Logistik Ke Jakarta Legislator PKS Syahrul Aidi Minta Jalan Tol Cipali Cepat Diperbaiki .

Anggota Komisi V DPR, Syahrul Aidi Maazat mendesak pemerintah untuk mempercepat perbaikan jalan tol Cipali yang rusak/ambles di Kilometer 122+400 arah Jakarta. Perbaikan ini penting supaya tak menghambat pengiriman logistik ke arah ke Jakarta.

Syahrul Aidi mengungkapkan, Tol Cikampek – Palimanan (Cipali) merupakan salah satu ruas penting untuk jalur distribusi di Pulau Jawa. Amblesnya di ruas KM 122 akan membuat logistik ke Jakarta dan sekitarnya terganggu. Apalagi perbaikan membutuhkan waktu 2 minggu ke depan.

“Ini menyebabkan terjadinya kemacetan dan terhambatnya arus logistik, karena saat ini jalan Tol Cipali hanya dapat digunakan satu jalur. Sedangkan jalur pantura juga putus karena banjir,” papar Syahrul Aidi dalam pesan singkat kepada RM.id, kemarin. 

Rumitnya lagi kata dia, banjir juga menyebabkan jalur kereta juga terputus di Semarang. Sehingga hal ini dapat menyebabkan meningkatnya biaya logistik dan lamanya pengiriman, karena jalur yang masih mungkin dilewati adalah jalur selatan yang lebih jauh.

Pihaknya juga menyayangkan pengelola jalan tol yang tidak dapat memanfaatkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Padahal kata dia, BMKG telah memperkirakan bahwa di daerah tersebut diperkirakan akan terpapar oleh intensitas hujan yang tinggi.

“Serangkaian kejadian ini dikhawatirkan akan memutus rantai pasok logistik ke Jakarta. Tindakan cepat dan tepat dibutuhkan oleh pemerintah dan pengelola saat ini,” tegas Syahrul Aidi.

Terkait amblasnya jalan tol Cipali tersebut, Syahrul Aidi juga meminta pemerintah dan pengelola segera melakukan investigasi penyebab amblasnya jalan tol tersebut, dan membuat kajian agar kejadian serupa dapat diantisipasi dan tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

Termasuk perlu dikaji kaitannya dengan pengerjaan awal jalan tol tersebut yang terkesan terburu-buru alias kejar tayang. Tetapi apapun hasil investigasinya nanti, sebaiknya pengelola jalan tol tidak menyalahkan faktor alam (hujan).

“Sebab sekecil apapun pihak pengelola memiliki andil terhadap kejadian ini, karena tidak melakukan antisipasi terhadap tingginya curah hujan yang sudah diprakirakan sebelumnya dan tidak ada kontrol yang kontinu terhadap fisik jalan tol dan lingkungan sekitarnya.” tegas Syahrul Aidi.

Dalam keterangan resmi kondisi jalan rusak ini akibat dari curah hujan yang tinggi terus menerus pada wilayah Jawa Barat, khususnya ruas tol Cipali. Astra Tol Cipali selaku operator jalan tol ini sudah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk rekayasa lalu lintas mulai pukul 1.00 tanggal 9 Februari 2021.

Untuk mengurangi beban lalu lintas juga akan dibangun lajur darurat di median yang diperkirakan akan memakan waktu 3 hari.

“Astra Tol Cipali juga sudah berkoordinasi dengan kontraktor untuk melakukan pekerjaan perawatan pada KM 122+400, yang diperkirakan memakan waktu 2 minggu,” kata Direktur Operasi Astra Tol Cipali, Agung Prasetyo dalam keterangan resmi (9/2/2021).

Astra tol Cipali memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pengguna jalan. Dihimbau bagi pengguna jalan tol untuk mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol Cipali. Jika terjadi kendala bisa menghubungi call center 0260 7600 600 atau melalui sosial media @astratolcipali.

Jalan Tol Cikopo–Palimanan atau Jalan Tol Cipali adalah sebuah Jalan Tol yang terbentang sepanjang 116 kilometer yang menghubungkan daerah Cikopo, Purwakarta dengan Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. [FAZ]

]]> .
Anggota Komisi V DPR, Syahrul Aidi Maazat mendesak pemerintah untuk mempercepat perbaikan jalan tol Cipali yang rusak/ambles di Kilometer 122+400 arah Jakarta. Perbaikan ini penting supaya tak menghambat pengiriman logistik ke arah ke Jakarta.

Syahrul Aidi mengungkapkan, Tol Cikampek – Palimanan (Cipali) merupakan salah satu ruas penting untuk jalur distribusi di Pulau Jawa. Amblesnya di ruas KM 122 akan membuat logistik ke Jakarta dan sekitarnya terganggu. Apalagi perbaikan membutuhkan waktu 2 minggu ke depan.

“Ini menyebabkan terjadinya kemacetan dan terhambatnya arus logistik, karena saat ini jalan Tol Cipali hanya dapat digunakan satu jalur. Sedangkan jalur pantura juga putus karena banjir,” papar Syahrul Aidi dalam pesan singkat kepada RM.id, kemarin. 

Rumitnya lagi kata dia, banjir juga menyebabkan jalur kereta juga terputus di Semarang. Sehingga hal ini dapat menyebabkan meningkatnya biaya logistik dan lamanya pengiriman, karena jalur yang masih mungkin dilewati adalah jalur selatan yang lebih jauh.

Pihaknya juga menyayangkan pengelola jalan tol yang tidak dapat memanfaatkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Padahal kata dia, BMKG telah memperkirakan bahwa di daerah tersebut diperkirakan akan terpapar oleh intensitas hujan yang tinggi.

“Serangkaian kejadian ini dikhawatirkan akan memutus rantai pasok logistik ke Jakarta. Tindakan cepat dan tepat dibutuhkan oleh pemerintah dan pengelola saat ini,” tegas Syahrul Aidi.

Terkait amblasnya jalan tol Cipali tersebut, Syahrul Aidi juga meminta pemerintah dan pengelola segera melakukan investigasi penyebab amblasnya jalan tol tersebut, dan membuat kajian agar kejadian serupa dapat diantisipasi dan tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

Termasuk perlu dikaji kaitannya dengan pengerjaan awal jalan tol tersebut yang terkesan terburu-buru alias kejar tayang. Tetapi apapun hasil investigasinya nanti, sebaiknya pengelola jalan tol tidak menyalahkan faktor alam (hujan).

“Sebab sekecil apapun pihak pengelola memiliki andil terhadap kejadian ini, karena tidak melakukan antisipasi terhadap tingginya curah hujan yang sudah diprakirakan sebelumnya dan tidak ada kontrol yang kontinu terhadap fisik jalan tol dan lingkungan sekitarnya.” tegas Syahrul Aidi.

Dalam keterangan resmi kondisi jalan rusak ini akibat dari curah hujan yang tinggi terus menerus pada wilayah Jawa Barat, khususnya ruas tol Cipali. Astra Tol Cipali selaku operator jalan tol ini sudah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk rekayasa lalu lintas mulai pukul 1.00 tanggal 9 Februari 2021.

Untuk mengurangi beban lalu lintas juga akan dibangun lajur darurat di median yang diperkirakan akan memakan waktu 3 hari.

“Astra Tol Cipali juga sudah berkoordinasi dengan kontraktor untuk melakukan pekerjaan perawatan pada KM 122+400, yang diperkirakan memakan waktu 2 minggu,” kata Direktur Operasi Astra Tol Cipali, Agung Prasetyo dalam keterangan resmi (9/2/2021).

Astra tol Cipali memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pengguna jalan. Dihimbau bagi pengguna jalan tol untuk mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol Cipali. Jika terjadi kendala bisa menghubungi call center 0260 7600 600 atau melalui sosial media @astratolcipali.

Jalan Tol Cikopo–Palimanan atau Jalan Tol Cipali adalah sebuah Jalan Tol yang terbentang sepanjang 116 kilometer yang menghubungkan daerah Cikopo, Purwakarta dengan Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. [FAZ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories