Antisipasi Polusi Sinarmas World Academy Pasang Pembersih Udara

<p>Sinarmas World Academy (SWA) cepat tanggap merespons permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat akhir-akhir ini akibat index polusi udara yang semakin meningkat di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Tangerang Selatan. Melalui langkah preventif dan berfokus pada kesehatan siswa, SWA mengumumkan rencana pemasangan pembersih udara Bluair di setiap ruang kelas.</p>

<p>General Manager SWA, Deddy Djaja Ria mengatakan, berdasarkan data harian yang disediakan oleh IQAir, indeks polusi udara di daerah Tangerang Selatan menunjukkan tingkat polusi yang kurang baik, sehingga kota ini teridentifikasi sebagai salah satu wilayah dengan tingkat polusi udara terburuk di Indonesia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan terutama pada anak-anak yang merupakan kelompok rentan.&nbsp;</p>

<p>SWA sebagai institusi pendidikan yang peduli terhadap kesejahteraan siswa, kata dia, merasa penting untuk mengambil langkah-langkah konkret demi menjaga kualitas udara di dalam lingkungan belajar. SWA memutuskan untuk memasang pembersih udara Bluair di setiap ruang kelas dikarenakan pembersih udara Blueair memiliki teknologi HEPASilent yang mampu memberikan filtrasi maksimum dengan kebisingan minimum.&nbsp;</p>

<p>Menurut dia, teknologi filtrasi yang dipelopori Blueair ini dapat membersihkan udara lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak udara bersih dengan menggabungkan penyaringan mekanis tradisional dengan pemberian muatan elektrostatik pada partikel. Bersama dengan desain filter Blueair yang unik, setidaknya 99,97 persen partikel di udara bahkan hingga 0,1 mikron&sup3; mampu dihilangkan dengan tingkat kebisingan dan penggunaan energi minimum. Dengan pemilihan teknologi ini, SWA dapat memberikan lingkungan belajar yang optimal, terutama di tengah tantangan polusi udara yang semakin nyata.</p>

<p>&quot;Komitmen SWA dalam memberikan pendidikan yang berkualitas tidak hanya dalam memberikan materi akademik yang baik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan siswa. Dalam situasi polusi udara yang semakin meresahkan, SWA berupaya untuk menjadi contoh dalam menjaga lingkungan pembelajaran yang aman dan produktif,&quot; ujarnya.</p>

<p>Langkah-langkah SWA dalam menghadapi polusi udara juga melibatkan edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga kualitas udara. Siswa diajarkan tentang efek negatif yang dapat diakibatkan oleh polusi udara dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan bersih dan sehat. Ini sejalan dengan komitmen SWA untuk mendidik siswa tidak hanya dalam hal akademik, tetapi juga membentuk karakter yang peduli terhadap isu-isu lingkungan.&nbsp;</p>

<p>Selain itu, kata dia, SWA juga membatasi aktivitas di luar ruangan ketika tingkat polusi udara mencapai level yang berbahaya. Keputusan ini diambil untuk melindungi siswa dari paparan udara yang tidak sehat dan memberikan perlindungan maksimal bagi kesehatan mereka.</p>

<p>SWA berharap, langkah-langkah ini akan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan siswa serta staf pendidik. Dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip pendidikan berkualitas dan kepedulian terhadap kesejahteraan siswa, SWA berkomitmen untuk terus memberikan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan holistik setiap individu.</p> <p>Sinarmas World Academy (SWA) cepat tanggap merespons permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat akhir-akhir ini akibat index polusi udara yang semakin meningkat di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Tangerang Selatan. Melalui langkah preventif dan berfokus pada kesehatan siswa, SWA mengumumkan rencana pemasangan pembersih udara Bluair di setiap ruang kelas.</p>

<p>General Manager SWA, Deddy Djaja Ria mengatakan, berdasarkan data harian yang disediakan oleh IQAir, indeks polusi udara di daerah Tangerang Selatan menunjukkan tingkat polusi yang kurang baik, sehingga kota ini teridentifikasi sebagai salah satu wilayah dengan tingkat polusi udara terburuk di Indonesia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan terutama pada anak-anak yang merupakan kelompok rentan.&nbsp;</p>

<p>SWA sebagai institusi pendidikan yang peduli terhadap kesejahteraan siswa, kata dia, merasa penting untuk mengambil langkah-langkah konkret demi menjaga kualitas udara di dalam lingkungan belajar. SWA memutuskan untuk memasang pembersih udara Bluair di setiap ruang kelas dikarenakan pembersih udara Blueair memiliki teknologi HEPASilent yang mampu memberikan filtrasi maksimum dengan kebisingan minimum.&nbsp;</p>

<p>Menurut dia, teknologi filtrasi yang dipelopori Blueair ini dapat membersihkan udara lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak udara bersih dengan menggabungkan penyaringan mekanis tradisional dengan pemberian muatan elektrostatik pada partikel. Bersama dengan desain filter Blueair yang unik, setidaknya 99,97 persen partikel di udara bahkan hingga 0,1 mikron&sup3; mampu dihilangkan dengan tingkat kebisingan dan penggunaan energi minimum. Dengan pemilihan teknologi ini, SWA dapat memberikan lingkungan belajar yang optimal, terutama di tengah tantangan polusi udara yang semakin nyata.</p>

<p>&quot;Komitmen SWA dalam memberikan pendidikan yang berkualitas tidak hanya dalam memberikan materi akademik yang baik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan siswa. Dalam situasi polusi udara yang semakin meresahkan, SWA berupaya untuk menjadi contoh dalam menjaga lingkungan pembelajaran yang aman dan produktif,&quot; ujarnya.</p>

<p>Langkah-langkah SWA dalam menghadapi polusi udara juga melibatkan edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga kualitas udara. Siswa diajarkan tentang efek negatif yang dapat diakibatkan oleh polusi udara dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan bersih dan sehat. Ini sejalan dengan komitmen SWA untuk mendidik siswa tidak hanya dalam hal akademik, tetapi juga membentuk karakter yang peduli terhadap isu-isu lingkungan.&nbsp;</p>

<p>Selain itu, kata dia, SWA juga membatasi aktivitas di luar ruangan ketika tingkat polusi udara mencapai level yang berbahaya. Keputusan ini diambil untuk melindungi siswa dari paparan udara yang tidak sehat dan memberikan perlindungan maksimal bagi kesehatan mereka.</p>

<p>SWA berharap, langkah-langkah ini akan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan siswa serta staf pendidik. Dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip pendidikan berkualitas dan kepedulian terhadap kesejahteraan siswa, SWA berkomitmen untuk terus memberikan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan holistik setiap individu.</p>.

Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories