Antisipasi Mudik, Tujuh Titik Masuk Bogor Dijaga 504 Personel Gabungan

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, telah melakukan penyekatan kendaraan di beberapa titik  untuk menegakkan larangan mudik pada Kamis (22/4). 

Sebanyak 504 personel gabungan di wilayah Jawa Barat, dikerahkan untuk melakukan penyekatan kendaraan di tujuh lokasi pintu perbatasan masuk Bogor. Tujuh titik pos penyekatan di perbatasan, seperti Puncak Bogor, Cariu, Cileungsi, Cigombong, Cibinong, Parung, dan Jasinga.

“Total 504 personel gabungan disiagakan, diterdiri dari Polri 210 orang, TNI 42 orang, dinas perhubuang 105 orang, Satpol PP 105 orang, dan dinas kesehatan 42 orang,” ungkap Kapolres Bogor, AKBP Harun di Cibinong, Bogor, Sabtu (24/4).

Ia mengatakan, pos  penyengkatan dilakukan secara nonstop. Masing-masing dikawal oleh tiga regu personel, sehingga masing-masing regu bisa menjaga secara bergantian selama 24 jam. 

Sementara Bupati Bogor, Ade Yasin memastikan, bahwa warga luar Jabodetabek tak bisa masuk ke Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meski membawa surat hasil rapid test antigen. “Meski membawa surat hasil rapid antigen,  warga luar Jabodetabek tidak diperbolehkan masuk ke Bogor,” tegasnya.

Selain itu, pada posko pemeriksaan tersebut petugas akan memutar balikan warga Bogor yang ingin ke luar wilayah, selain Jadetabek di perbatasan.”Kami juga tidak perkenankan warga Bogor keluar wilayah Bogor, selain Jadetabek, akan diputar balik, seperti ke Sukabumi, Cianjur, Lebak,” pungkasnya. [MFA]
 

]]> Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, telah melakukan penyekatan kendaraan di beberapa titik  untuk menegakkan larangan mudik pada Kamis (22/4). 

Sebanyak 504 personel gabungan di wilayah Jawa Barat, dikerahkan untuk melakukan penyekatan kendaraan di tujuh lokasi pintu perbatasan masuk Bogor. Tujuh titik pos penyekatan di perbatasan, seperti Puncak Bogor, Cariu, Cileungsi, Cigombong, Cibinong, Parung, dan Jasinga.

“Total 504 personel gabungan disiagakan, diterdiri dari Polri 210 orang, TNI 42 orang, dinas perhubuang 105 orang, Satpol PP 105 orang, dan dinas kesehatan 42 orang,” ungkap Kapolres Bogor, AKBP Harun di Cibinong, Bogor, Sabtu (24/4).

Ia mengatakan, pos  penyengkatan dilakukan secara nonstop. Masing-masing dikawal oleh tiga regu personel, sehingga masing-masing regu bisa menjaga secara bergantian selama 24 jam. 

Sementara Bupati Bogor, Ade Yasin memastikan, bahwa warga luar Jabodetabek tak bisa masuk ke Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meski membawa surat hasil rapid test antigen. “Meski membawa surat hasil rapid antigen,  warga luar Jabodetabek tidak diperbolehkan masuk ke Bogor,” tegasnya.

Selain itu, pada posko pemeriksaan tersebut petugas akan memutar balikan warga Bogor yang ingin ke luar wilayah, selain Jadetabek di perbatasan.”Kami juga tidak perkenankan warga Bogor keluar wilayah Bogor, selain Jadetabek, akan diputar balik, seperti ke Sukabumi, Cianjur, Lebak,” pungkasnya. [MFA]
 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories