Antisipasi Klaster Wisata, Ini Langkah Disparbud Jabar

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Jawa Barat (Jabar), menyiapkan sejumlah strategi untuk mencegah terjadinya klaster Corona dari pengunjung wisata saat libur Lebaran 2021.

“Larangan mudik diprediksi akan membuat kunjungan destinasi wisata meningkat secara signifikan. Hal ini harus diantisipasi dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat agar tidak ada klaster baru kasus Covid-19,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat Dedi Taufik, dikutip Antara, Sabtu (1/5).

Dedi mengaku, sudah menggelar rapat khusus secara virtual bersama kepala dinas pariwisata di 27 kota kabupaten serta tim dari Jabar Digital Service atau JDS pada pertengahan pekan ini.

Ia mengaku, khawatir larangan mudik dapat menciptakan lonjakan jumlah pengunjung di 108 destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Oleh karena itu, ada beberapa langkah disiapkan, yaitu menguatkan penjagaan kapasitas kunjungan wisatawan, melakukan tes antigen, mengoptimalkan gugus tugas.

Selain itu, pihaknya juga mensosialisasikan protokol kesehatan, menjaga CHSE Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan), serta memberlakukan uji coba mass tracing QR code di destinasi wisata untuk memudahkan melacak kontak erat dan mengetahui kapasitas serta kepadatan pengunjung di lokasi wisata.

Pergerakan masyarakat di libur Lebaran ini dibatasi secara aglomerasi wilayah, yaitu hanya bisa bergerak di dalam wilayah tertentu. 

Untuk wilayah Jawa Barat terdiri dari aglomerasi Jabodetabek dan Bandung Raya. Artinya, masyarakat boleh bergerak di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, KBB, dan Kota Cimahi itupun tentu dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat yaitu dengan penerapan 3 M (Menjaga Jarak, Menggunakan Masker dan Mencuci Tangan).

Dedi berharap semua Kepala Dinas Pariwisata di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat dapat berkomitmen bersama untuk mengedepankan keselamatan masyarakat dari pandemi Covid-19 sejalan dengan adagium ‘Salus Populi Suprema Lexesto  yaitu Keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi.

Pelaksanaan tes cepat antigen baik waktu dan lokasi akan dilakukan bersama dengan divisi pencegahan Covid -19 Provinsi Jawa Barat dengan SDM di lapangan dibantu oleh Dinkes kabupaten/kota yang dikoordinasikan oleh para Kadis pariwisata kabupaten/kota.

“Kita harus mengedepankan keselamatan rakyat dan tidak ada klaster baru di libur panjang ini. Harus menjadi komitmen bersama, tidak hanya dari dinas kabupaten dan kota, tapi juga dengan para pelaku wisata,” kata dia.  [MFA] 
 

]]> Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Jawa Barat (Jabar), menyiapkan sejumlah strategi untuk mencegah terjadinya klaster Corona dari pengunjung wisata saat libur Lebaran 2021.

“Larangan mudik diprediksi akan membuat kunjungan destinasi wisata meningkat secara signifikan. Hal ini harus diantisipasi dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat agar tidak ada klaster baru kasus Covid-19,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat Dedi Taufik, dikutip Antara, Sabtu (1/5).

Dedi mengaku, sudah menggelar rapat khusus secara virtual bersama kepala dinas pariwisata di 27 kota kabupaten serta tim dari Jabar Digital Service atau JDS pada pertengahan pekan ini.

Ia mengaku, khawatir larangan mudik dapat menciptakan lonjakan jumlah pengunjung di 108 destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Oleh karena itu, ada beberapa langkah disiapkan, yaitu menguatkan penjagaan kapasitas kunjungan wisatawan, melakukan tes antigen, mengoptimalkan gugus tugas.

Selain itu, pihaknya juga mensosialisasikan protokol kesehatan, menjaga CHSE Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan), serta memberlakukan uji coba mass tracing QR code di destinasi wisata untuk memudahkan melacak kontak erat dan mengetahui kapasitas serta kepadatan pengunjung di lokasi wisata.

Pergerakan masyarakat di libur Lebaran ini dibatasi secara aglomerasi wilayah, yaitu hanya bisa bergerak di dalam wilayah tertentu. 

Untuk wilayah Jawa Barat terdiri dari aglomerasi Jabodetabek dan Bandung Raya. Artinya, masyarakat boleh bergerak di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, KBB, dan Kota Cimahi itupun tentu dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat yaitu dengan penerapan 3 M (Menjaga Jarak, Menggunakan Masker dan Mencuci Tangan).

Dedi berharap semua Kepala Dinas Pariwisata di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat dapat berkomitmen bersama untuk mengedepankan keselamatan masyarakat dari pandemi Covid-19 sejalan dengan adagium ‘Salus Populi Suprema Lexesto  yaitu Keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi.

Pelaksanaan tes cepat antigen baik waktu dan lokasi akan dilakukan bersama dengan divisi pencegahan Covid -19 Provinsi Jawa Barat dengan SDM di lapangan dibantu oleh Dinkes kabupaten/kota yang dikoordinasikan oleh para Kadis pariwisata kabupaten/kota.

“Kita harus mengedepankan keselamatan rakyat dan tidak ada klaster baru di libur panjang ini. Harus menjadi komitmen bersama, tidak hanya dari dinas kabupaten dan kota, tapi juga dengan para pelaku wisata,” kata dia.  [MFA] 
 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories