Antisipasi Gempa Bumi Kementerian PUPR Bangun 6 Sumur Bor Bertenaga Matahari Di Mamuju

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menuntaskan pembangunan sumur bor di enam titik di wilayah Majene dan Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Hal ini sebagai upaya penyediaan air bersih bagi warga, terutama jika terjadi bencana gempa bumi.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam masa tanggap darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi. “Kami sangat concern dengan air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian,” kata Basuki, Sabtu (20/3)

Pembangunan sumur bor di enam titik posko pengungsian tersebut dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Enam titik tersebut yakni di Stadion Manakara, Kantor Gubernur, Korem 142 Mamuju, Polda Sulawesi Barat, Terminal Simbuang, dan Desa Mekkata.

Kepala BWS Sulawesi III, Taufik mengatakan, saat ini sumur bor di enam titik tersebut telah selesai dibangun dan sudah dimanfaatkan warga sekitar terutama para pengungsi korban gempa beberapa waktu lalu. “Pompa sumur bor tersebut dioperasikan menggunakan tenaga surya (matahari), sehingga jika suatu saat terjadi bencana atau gangguan listrik, pompa tersebut masih bisa menyuplai air bersih,” tutur Taufik.

Dari keenam titik yang dibangun, yang terbesar adalah di Stadion Manakara dengan debit hingga 3 liter per detik, sementara sisanya memiliki debit 0,7-1 liter per detik. “Semua sumur bor tersebut dilengkapi dengan menara air dan hidran umum berjumlah hingga 4 unit sehingga dapat digunakan oleh masyarakat banyak sekaligus,” ujarnya.

Untuk pengoperasiannya, menurut Taufik, selanjutnya akan diserahkan pemeliharaannya ke Pemda terkait. “Diharapkan dapat dijaga dengan baik agar dapat terus bermanfaat untuk mensuplai air bersih terutama di saat darurat seperti bencana,” katanya. [DIT]

]]> Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menuntaskan pembangunan sumur bor di enam titik di wilayah Majene dan Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Hal ini sebagai upaya penyediaan air bersih bagi warga, terutama jika terjadi bencana gempa bumi.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam masa tanggap darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi. “Kami sangat concern dengan air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian,” kata Basuki, Sabtu (20/3)

Pembangunan sumur bor di enam titik posko pengungsian tersebut dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Enam titik tersebut yakni di Stadion Manakara, Kantor Gubernur, Korem 142 Mamuju, Polda Sulawesi Barat, Terminal Simbuang, dan Desa Mekkata.

Kepala BWS Sulawesi III, Taufik mengatakan, saat ini sumur bor di enam titik tersebut telah selesai dibangun dan sudah dimanfaatkan warga sekitar terutama para pengungsi korban gempa beberapa waktu lalu. “Pompa sumur bor tersebut dioperasikan menggunakan tenaga surya (matahari), sehingga jika suatu saat terjadi bencana atau gangguan listrik, pompa tersebut masih bisa menyuplai air bersih,” tutur Taufik.

Dari keenam titik yang dibangun, yang terbesar adalah di Stadion Manakara dengan debit hingga 3 liter per detik, sementara sisanya memiliki debit 0,7-1 liter per detik. “Semua sumur bor tersebut dilengkapi dengan menara air dan hidran umum berjumlah hingga 4 unit sehingga dapat digunakan oleh masyarakat banyak sekaligus,” ujarnya.

Untuk pengoperasiannya, menurut Taufik, selanjutnya akan diserahkan pemeliharaannya ke Pemda terkait. “Diharapkan dapat dijaga dengan baik agar dapat terus bermanfaat untuk mensuplai air bersih terutama di saat darurat seperti bencana,” katanya. [DIT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories