Antibodi Terdeteksi Di ASI Vaksinasi Covid Pada Ibu Menyusui Bermanfaat Ganda

Banyak ibu menyusui yang masih ragu dan takut untuk menjalani vaksinasi Covid-19. Terutama, yang masih menyusui atau memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif.

Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 tak hanya aman untuk ibu menyusui, tetapi juga mampu memunculkan antibodi di ASI.

Terkait hal ini, Kandidat PhD dari Kobe University, Jepang yang juga aktif sebagai edukator kesehatan di media sosial dr. Adam Prabata menjelaskan, vaksin dengan virus yang tidak bisa memperbanyak diri, tidak berbahaya bagi ibu menyusui dan bayi yang diberikan ASI.

Dalam hal ini, dua vaksin yang sudah tersedia di Indonesia yakni Sinovac dan AstraZeneca masuk dalam kategori vaksin yang aman.

“Vaksin Sinovac berisi virus inaktif, yang tidak bisa menginfeksi dan memperbanyak diri. Sedangkan vaksin Covid AstraZeneca, berisi adenovirus yang tidak bisa memperbanyak diri, namun membawa materi genetik SARS-CoV-2,” jelas Adam via laman Instagramnya, Jumat (26/3).

“Kadar antibodi di ASI mencapai optimal, terutama pada 2-6 minggu setelah ibu menyusui divaksin,” sambungnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu menyusui yang sudah divaksin, akan memiliki antibodi di ASI-nya. Karena itu, kekebalan (antibodi) dapat ditransfer dari ibu ke bayi yang disusui.

“Jadi, vaksinasi pada ibu menyusui juga berpotensi meningkatkan kekebalan bayi terhadap Covid,” tandas Adam. [HES]

 

  

]]> Banyak ibu menyusui yang masih ragu dan takut untuk menjalani vaksinasi Covid-19. Terutama, yang masih menyusui atau memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif.

Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 tak hanya aman untuk ibu menyusui, tetapi juga mampu memunculkan antibodi di ASI.

Terkait hal ini, Kandidat PhD dari Kobe University, Jepang yang juga aktif sebagai edukator kesehatan di media sosial dr. Adam Prabata menjelaskan, vaksin dengan virus yang tidak bisa memperbanyak diri, tidak berbahaya bagi ibu menyusui dan bayi yang diberikan ASI.

Dalam hal ini, dua vaksin yang sudah tersedia di Indonesia yakni Sinovac dan AstraZeneca masuk dalam kategori vaksin yang aman.

“Vaksin Sinovac berisi virus inaktif, yang tidak bisa menginfeksi dan memperbanyak diri. Sedangkan vaksin Covid AstraZeneca, berisi adenovirus yang tidak bisa memperbanyak diri, namun membawa materi genetik SARS-CoV-2,” jelas Adam via laman Instagramnya, Jumat (26/3).

“Kadar antibodi di ASI mencapai optimal, terutama pada 2-6 minggu setelah ibu menyusui divaksin,” sambungnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu menyusui yang sudah divaksin, akan memiliki antibodi di ASI-nya. Karena itu, kekebalan (antibodi) dapat ditransfer dari ibu ke bayi yang disusui.

“Jadi, vaksinasi pada ibu menyusui juga berpotensi meningkatkan kekebalan bayi terhadap Covid,” tandas Adam. [HES]

 

  
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories