Anindya Bakrie: Masa Depan Kendaraan Listrik Cerah .

Direktur Utama PT Bakrie and Brothers Tbk Anindya Novyan Bakrie memprediksi, kebutuhan akan kendaraan ramah lingkungan akan semakin besar ke depan. Karenanya, Kelompok Usaha Bakrie melalui PT Bakrie Autoparts terus memperkenalkan kendaraan listrik sebagai solusi untuk transportasi massal ramah lingkungan.

“Ke depan, setelah pandemi Covid-19, tuntutan akan lingkungan yang sehat dan bersih akan semakin tinggi. Maka, teknologi berkelanjutan dan ramah lingkungan ini adalah sebuah keniscayaan,” kata Anindya, melalui keterangan tertulisnya, Senin (5/4).

Anindya mengungkapkan, Bakrie Autoparts telah bekerja sama dengan BYD Auto menghadirkan bus listrik di Indonesia. Bus listrik ini sudah lulus uji homologasi dan sudah mengaspal di Jakarta setelah uji coba lapangan yang dilakukan TransJakarta pada pertengahan hingga akhir 2020. Hasilnya, bus listrik ini jauh lebih efisien dari segi biaya operasional dan minim polusi, baik polusi suara maupun polusi udara.

Sebagai pemesan pertama, Bakrie Autoparts akan memasok 30 unit bus listrik untuk TransJakarta pada 2021. Ini adalah tindak lanjut dari keberhasilan uji coba yang dilakukan TransJakarta. Bus listrik dijadwalkan siap dioperasikan sekitar Juli 2021. “Selain Jakart, juga di Aceh, dan diminati di daerah lainnya seperti Bali, Jawa Tengah, dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurut Anindya, ke depan, 50 persen populasi global akan tinggal di perkotaan. Ini tentu akan menambah masalah transportasi, kemacetan, polusi dan lain sebagainya. Di sinilah pentingnya kendaraan listrik sebagai solusi. “Apalagi bus listrik yang berkapasitas besar dan bisa jadi solusi kendaraan masal yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Anindya, sangat mendukung kendaraan listrik. Misalnya, ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55/2020 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Ada juga Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 66/2019 tentang pengendalian kualitas udara, serta SK Kadishub DKI Nomor 76/2020 yang berisikan penugasan kepada TransJakarta untuk melaksanakan perpanjangan pelaksanaan uji coba bus listrik, dan peraturan lainnya.

“Pemerintah kita sangat adaptif dan men-support teknologi berkelanjutan dan ramah lingkungan. Intinya, ke depan kendaraan listrik ini masa depannya cerah. Secerah langit biru tanpa polusi udara,” katanya. [USU]

]]> .
Direktur Utama PT Bakrie and Brothers Tbk Anindya Novyan Bakrie memprediksi, kebutuhan akan kendaraan ramah lingkungan akan semakin besar ke depan. Karenanya, Kelompok Usaha Bakrie melalui PT Bakrie Autoparts terus memperkenalkan kendaraan listrik sebagai solusi untuk transportasi massal ramah lingkungan.

“Ke depan, setelah pandemi Covid-19, tuntutan akan lingkungan yang sehat dan bersih akan semakin tinggi. Maka, teknologi berkelanjutan dan ramah lingkungan ini adalah sebuah keniscayaan,” kata Anindya, melalui keterangan tertulisnya, Senin (5/4).

Anindya mengungkapkan, Bakrie Autoparts telah bekerja sama dengan BYD Auto menghadirkan bus listrik di Indonesia. Bus listrik ini sudah lulus uji homologasi dan sudah mengaspal di Jakarta setelah uji coba lapangan yang dilakukan TransJakarta pada pertengahan hingga akhir 2020. Hasilnya, bus listrik ini jauh lebih efisien dari segi biaya operasional dan minim polusi, baik polusi suara maupun polusi udara.

Sebagai pemesan pertama, Bakrie Autoparts akan memasok 30 unit bus listrik untuk TransJakarta pada 2021. Ini adalah tindak lanjut dari keberhasilan uji coba yang dilakukan TransJakarta. Bus listrik dijadwalkan siap dioperasikan sekitar Juli 2021. “Selain Jakart, juga di Aceh, dan diminati di daerah lainnya seperti Bali, Jawa Tengah, dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurut Anindya, ke depan, 50 persen populasi global akan tinggal di perkotaan. Ini tentu akan menambah masalah transportasi, kemacetan, polusi dan lain sebagainya. Di sinilah pentingnya kendaraan listrik sebagai solusi. “Apalagi bus listrik yang berkapasitas besar dan bisa jadi solusi kendaraan masal yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Anindya, sangat mendukung kendaraan listrik. Misalnya, ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55/2020 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Ada juga Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 66/2019 tentang pengendalian kualitas udara, serta SK Kadishub DKI Nomor 76/2020 yang berisikan penugasan kepada TransJakarta untuk melaksanakan perpanjangan pelaksanaan uji coba bus listrik, dan peraturan lainnya.

“Pemerintah kita sangat adaptif dan men-support teknologi berkelanjutan dan ramah lingkungan. Intinya, ke depan kendaraan listrik ini masa depannya cerah. Secerah langit biru tanpa polusi udara,” katanya. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories