Anies Salip Prabowo Dan Sandiaga Gerindra: Woles Aja Ah…

Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sedang melesat. Bahkan hingga melewati dua pentolan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Tapi, partai berlogo Kepala Burung Garuda itu enjoy saja. Belum memikirkan Pilpres 2024

“Gerindra sekarang nggak mikirin capres-capresan. Masih jauh. Woles saja,” ujar Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Pengelolaan Opini Publik, Vasco Ruseimy, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Pernyataan ini merupakan reaksi atas hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis, Minggu (21/03). Jelang Pilpres 2024, Anies berada di posisi puncak dengan persentase sebesar 15,2 persen. Sementara, Sandiaga dan Prabowo berada di peringkat ke-4 dan ke-5.

Vasco tak mau ambil pusing dengan hasil elektabilitas dua elite partainya. Prabowo, merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, dan Sandiaga selaku Wakil Ketua Dewan Pembina. Memang, saat ini Gerindra sedang fokus bekerja untuk rakyat. Belum saatnya berpikir Pilpres 2024. “Semua orang boleh menganalisa, tapi kita sibuk bekerja,” katanya.

Pengagum Presiden Indonesia ke-2, Soeharto itu memastikan, Gerindra pada waktunya akan fokus memikirkan dan menyiapkan strategi dan taktik menuju Pilpres 2024. “Nanti mendekati masa Pilpres, baru mulai kita analisa lagi,” pungkasnya.

Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru ihwal bursa Pilpres 2024. Hasilnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berada di posisi pertama dengan persentase sebesar 15,2 persen. Di posisi kedua, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (13,7 persen).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil alias Kang Emil di posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 10,2 persen.

Nah, di posisi keempat dan kelima ini ditempati dua pentolan Gerindra. Ada Sandiaga Uno dengan elektabilitas sebesar 9,8 persen dan Prabowo di posisi berikutnya dengan angka 9,5 persen.

Sisanya, elektabilitas namanama lain seperti Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri BUMN Erick Thohir, Mendagri Tito Karnavian, Ketua DPR Puan Maharani, eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan lain sebagainya masih di bawah angka lima persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menerangkan, kenapa Anies bisa berada di posisi puncak hasil surveinya. Faktor terbesarnya, karena Anies mendapatkan limpahan suara mantan pemilih Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

“Anies paling banyak, dia mendapatkan dukungan di antara mereka yang mencoblos Prabowo-Sandi di 2019. Anies juga cukup lumayan dapat 12,2 persen dari kalangan anak muda Jawa,” ujar peraih gelar PhD dari Australian National University (ANU) bidang Ilmu Politik ini.

Survei Indikator Politik Indonesia digelar pada 4 hingga 10 Maret 2021. Survei dilakukan melalui sambungan telepon dengan 1.200 responden berusia 17-21 tahun. Margin of error survei kurang lebih sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.  [BSH]

]]> Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sedang melesat. Bahkan hingga melewati dua pentolan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Tapi, partai berlogo Kepala Burung Garuda itu enjoy saja. Belum memikirkan Pilpres 2024

“Gerindra sekarang nggak mikirin capres-capresan. Masih jauh. Woles saja,” ujar Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Pengelolaan Opini Publik, Vasco Ruseimy, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Pernyataan ini merupakan reaksi atas hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis, Minggu (21/03). Jelang Pilpres 2024, Anies berada di posisi puncak dengan persentase sebesar 15,2 persen. Sementara, Sandiaga dan Prabowo berada di peringkat ke-4 dan ke-5.

Vasco tak mau ambil pusing dengan hasil elektabilitas dua elite partainya. Prabowo, merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, dan Sandiaga selaku Wakil Ketua Dewan Pembina. Memang, saat ini Gerindra sedang fokus bekerja untuk rakyat. Belum saatnya berpikir Pilpres 2024. “Semua orang boleh menganalisa, tapi kita sibuk bekerja,” katanya.

Pengagum Presiden Indonesia ke-2, Soeharto itu memastikan, Gerindra pada waktunya akan fokus memikirkan dan menyiapkan strategi dan taktik menuju Pilpres 2024. “Nanti mendekati masa Pilpres, baru mulai kita analisa lagi,” pungkasnya.

Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru ihwal bursa Pilpres 2024. Hasilnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berada di posisi pertama dengan persentase sebesar 15,2 persen. Di posisi kedua, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (13,7 persen).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil alias Kang Emil di posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 10,2 persen.

Nah, di posisi keempat dan kelima ini ditempati dua pentolan Gerindra. Ada Sandiaga Uno dengan elektabilitas sebesar 9,8 persen dan Prabowo di posisi berikutnya dengan angka 9,5 persen.

Sisanya, elektabilitas namanama lain seperti Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri BUMN Erick Thohir, Mendagri Tito Karnavian, Ketua DPR Puan Maharani, eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan lain sebagainya masih di bawah angka lima persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menerangkan, kenapa Anies bisa berada di posisi puncak hasil surveinya. Faktor terbesarnya, karena Anies mendapatkan limpahan suara mantan pemilih Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

“Anies paling banyak, dia mendapatkan dukungan di antara mereka yang mencoblos Prabowo-Sandi di 2019. Anies juga cukup lumayan dapat 12,2 persen dari kalangan anak muda Jawa,” ujar peraih gelar PhD dari Australian National University (ANU) bidang Ilmu Politik ini.

Survei Indikator Politik Indonesia digelar pada 4 hingga 10 Maret 2021. Survei dilakukan melalui sambungan telepon dengan 1.200 responden berusia 17-21 tahun. Margin of error survei kurang lebih sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.  [BSH]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories