Anggota Komisi IX DPR Elva Hartati Perkuat Deteksi Dini Covid, Produksi Alat GeNose C19 Perlu Digenjot

Anggota Komisi IX DPR Elva Hartati mengatakan, produksi alat pengetesan Covid-19 buatan dalam negeri, GeNose C19, perlu ditingkatkan intensitasnya secara massal. Agar dapat memperkuat deteksi dini penularan Covid.

“Kami berharap alat penyaringan (screening) ini bisa diperbanyak produksinya, supaya dapat menjangkau seluruh masyarakat,” kata Elva dalam keterangannya, Kamis (4/2).

GeNose C19 memiliki tingkat keakuratan tinggi dalam mendeteksi virus Corona. Sampai 90 persen. Tarifnya yang hanya Rp 20 ribu pun jauh lebih murah dibanding tarif rapid test antigen di stasiun, yang harganya mencapai Rp 105 ribu.

GeNose C19 adalah alat screening Covid-19 yang dibuat oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Alat berbasis embusan napas ini, meniru cara kerja hidung manusia, dengan memanfaatkan sistem penginderaan (larik sensor gas) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence), untuk membedakan pola senyawa yang dideteksi.

Perangkat GeNose yang dikombinasikan dengan software AI terlatih, mampu membedakan sampel napas yang diduga positif Covid-19 atau negatif Covid-19.

Saat ini, GeNose C19 telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Kemarin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS) meminta GeNose C19 digunakan di stasiun, dengan banyak penumpang. Agar jangkauannya lebih banyak dan merata.

“Kami serahkan ke Dirut KAI untuk menyebar ke 10 atau 20 kota. Kami ingin GeNose digunakan di stasiun yang penumpangnya banyak, supaya lebih teruji. Sosialisasi merata ke seluruh Jawa,” kata BKS saat meninjau penggunaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (3/2).

 

Penggunaan GeNose C19 .akan dilakukan secara bertahap di stasiun-stasiun. Mulai dari Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Pasar Senen Jakarta, hingga ke Semarang, Solo, Surabaya, dan Cirebon.

“Proses dilakukan bertahap supaya segala sesuatu terukur dengan baik. Kami akan coba di tempat yang aman setelah Tugu dan Senen akan ke Surabaya, Semarang, Bandung, Solo dan kamimakan ke Cirebon, sehingga lebih ‘challenging’ (menantang) dengan lebih banyak penumpang,” ujarnya.

BKS mengatakan, dalam waktu yang bertahap akan dilakukan di 10 kota. Kemudian, dalam jangka waktu tertentu ditingkatkan menjadi 20 kota.

Mulai 5 Februari 2021, KAI menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta sebagai syarat untuk naik KA jarak jauh. [SRI]

]]> Anggota Komisi IX DPR Elva Hartati mengatakan, produksi alat pengetesan Covid-19 buatan dalam negeri, GeNose C19, perlu ditingkatkan intensitasnya secara massal. Agar dapat memperkuat deteksi dini penularan Covid.

“Kami berharap alat penyaringan (screening) ini bisa diperbanyak produksinya, supaya dapat menjangkau seluruh masyarakat,” kata Elva dalam keterangannya, Kamis (4/2).

GeNose C19 memiliki tingkat keakuratan tinggi dalam mendeteksi virus Corona. Sampai 90 persen. Tarifnya yang hanya Rp 20 ribu pun jauh lebih murah dibanding tarif rapid test antigen di stasiun, yang harganya mencapai Rp 105 ribu.

GeNose C19 adalah alat screening Covid-19 yang dibuat oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Alat berbasis embusan napas ini, meniru cara kerja hidung manusia, dengan memanfaatkan sistem penginderaan (larik sensor gas) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence), untuk membedakan pola senyawa yang dideteksi.

Perangkat GeNose yang dikombinasikan dengan software AI terlatih, mampu membedakan sampel napas yang diduga positif Covid-19 atau negatif Covid-19.

Saat ini, GeNose C19 telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Kemarin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS) meminta GeNose C19 digunakan di stasiun, dengan banyak penumpang. Agar jangkauannya lebih banyak dan merata.

“Kami serahkan ke Dirut KAI untuk menyebar ke 10 atau 20 kota. Kami ingin GeNose digunakan di stasiun yang penumpangnya banyak, supaya lebih teruji. Sosialisasi merata ke seluruh Jawa,” kata BKS saat meninjau penggunaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (3/2).

 

Penggunaan GeNose C19 .akan dilakukan secara bertahap di stasiun-stasiun. Mulai dari Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Pasar Senen Jakarta, hingga ke Semarang, Solo, Surabaya, dan Cirebon.

“Proses dilakukan bertahap supaya segala sesuatu terukur dengan baik. Kami akan coba di tempat yang aman setelah Tugu dan Senen akan ke Surabaya, Semarang, Bandung, Solo dan kamimakan ke Cirebon, sehingga lebih ‘challenging’ (menantang) dengan lebih banyak penumpang,” ujarnya.

BKS mengatakan, dalam waktu yang bertahap akan dilakukan di 10 kota. Kemudian, dalam jangka waktu tertentu ditingkatkan menjadi 20 kota.

Mulai 5 Februari 2021, KAI menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta sebagai syarat untuk naik KA jarak jauh. [SRI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy