Anggaran Penanganan Covid-19 Tembus Rp 130 Triliun Menkeu Bilang, Bisa Untuk 254 Kali Renovasi Istiqlal .

Pemerintah menyiapkan anggaran jumbo senilai Rp 130,03 triliun untuk penanganan Covid-19, mulai dari vaksinasi, perawatan, testing dan tracing. Anggaran yang digelontorkan ini bisa tak maksimal tanpa dukungan masyarakat menerapkan disiplin kesehatan.

Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut, dari jumlah anggaran tersebut, Rp 9,91 triliun untuk testing dan tracing Covid-19. Kemudian Rp 58,18 triliun untuk pengadaan dan program vaksin, serta Rp 61,94 triliun untuk perawatan pasien dan insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran itu adalah bentuk keseriusan pemerintah menangani pandemi.

Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku, dana yang disiapkan memang sangat besar. Dia membandingkan anggaran tersebut jika dilakukan untuk pembangunan infrastruktur, maka bisa membangun banyak hal. Mulai dari jalan, jembatan hingga jalur kereta api.

“Dana ini setara dengan pembangunan 9.352 kilometer jalan, pembangunan 293.222 meter jembatan atau pembangunan 67.708 unit sekolah,” kata Sri Mulyani dalam akun Instagram resminya, kemarin.

Tidak hanya itu, menurutnya, anggaran Rp 130,03 triliun juga bisa untuk 254 kali renovasi Masjid Istiqlal, 40 kali renovasi Gelora Bung Karno, 973 kali pembangunan Pasar Legi Ponorogo dan 50 kali pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan.

Bahkan, untuk infrastruktur sendiri, dana Covid-19 sama dengan 5 kali pembangunan ruas tol Kayu Agung-Palembang, 161 kali pembangunan Jembatan Teluk Kendari, 100 kali pembangunan Jembatan Holtekamp, dan 73 kali pembangunan Jalur Kereta Api Rantauprapat-Pinang.

“Ini tidak hanya menyangkut hidup manusia, juga kelangsungan pembangunan di Tanah Air,” ujarnya.

Sri Mulyani mengingatkan, anggaran tersebut tidak akan maksimal tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat dalam menerapkan disiplin kesehatan. Baik yang telah divaksinasi maupun yang masih menunggu divaksin.

“Ayo, kita selalu waspada terhadap penyebaran Covid-19. Tetap patuhi protokol kesehatan dan terapkan 3M (menjaga jarak, memakai masker dan menjauhi kerumunan),” ajaknya.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, anggaran yang disiapkan terutama untuk pemulihan ekonomi nasional sudah cukup tinggi. Namun, implementasi dan efektivitas menjadi persoalan berikutnya.

“Efektivitas jadi masalah. Pengaruhnya bagaimana, selama masih ada ketidakpastian, Covid-19 tinggi, maka efektivitas semakin rendah,” ujarnya.

Tauhid mengatakan, anggaran besar belum tentu mendorong konsumsi lebih baik selama pandemi masih seperti saat ini. [KPJ]

]]> .
Pemerintah menyiapkan anggaran jumbo senilai Rp 130,03 triliun untuk penanganan Covid-19, mulai dari vaksinasi, perawatan, testing dan tracing. Anggaran yang digelontorkan ini bisa tak maksimal tanpa dukungan masyarakat menerapkan disiplin kesehatan.

Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut, dari jumlah anggaran tersebut, Rp 9,91 triliun untuk testing dan tracing Covid-19. Kemudian Rp 58,18 triliun untuk pengadaan dan program vaksin, serta Rp 61,94 triliun untuk perawatan pasien dan insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran itu adalah bentuk keseriusan pemerintah menangani pandemi.

Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku, dana yang disiapkan memang sangat besar. Dia membandingkan anggaran tersebut jika dilakukan untuk pembangunan infrastruktur, maka bisa membangun banyak hal. Mulai dari jalan, jembatan hingga jalur kereta api.

“Dana ini setara dengan pembangunan 9.352 kilometer jalan, pembangunan 293.222 meter jembatan atau pembangunan 67.708 unit sekolah,” kata Sri Mulyani dalam akun Instagram resminya, kemarin.

Tidak hanya itu, menurutnya, anggaran Rp 130,03 triliun juga bisa untuk 254 kali renovasi Masjid Istiqlal, 40 kali renovasi Gelora Bung Karno, 973 kali pembangunan Pasar Legi Ponorogo dan 50 kali pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan.

Bahkan, untuk infrastruktur sendiri, dana Covid-19 sama dengan 5 kali pembangunan ruas tol Kayu Agung-Palembang, 161 kali pembangunan Jembatan Teluk Kendari, 100 kali pembangunan Jembatan Holtekamp, dan 73 kali pembangunan Jalur Kereta Api Rantauprapat-Pinang.

“Ini tidak hanya menyangkut hidup manusia, juga kelangsungan pembangunan di Tanah Air,” ujarnya.

Sri Mulyani mengingatkan, anggaran tersebut tidak akan maksimal tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat dalam menerapkan disiplin kesehatan. Baik yang telah divaksinasi maupun yang masih menunggu divaksin.

“Ayo, kita selalu waspada terhadap penyebaran Covid-19. Tetap patuhi protokol kesehatan dan terapkan 3M (menjaga jarak, memakai masker dan menjauhi kerumunan),” ajaknya.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, anggaran yang disiapkan terutama untuk pemulihan ekonomi nasional sudah cukup tinggi. Namun, implementasi dan efektivitas menjadi persoalan berikutnya.

“Efektivitas jadi masalah. Pengaruhnya bagaimana, selama masih ada ketidakpastian, Covid-19 tinggi, maka efektivitas semakin rendah,” ujarnya.

Tauhid mengatakan, anggaran besar belum tentu mendorong konsumsi lebih baik selama pandemi masih seperti saat ini. [KPJ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories