Anak Usaha Waskita Operasikan Tol Becakayu Seksi 1A dan 1B

PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya, PT Waskita Toll Road (WTR), telah mengoperasikan seksi 1A sisi barat dan seksi 1B tol Bekasi- Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Pengoperasian itu dilakukan pada Sabtu, 13 Maret 2021 pukul 06.00 WIB. Dengan beroperasinya seksi tersebut, maka Tol Becakayu terkoneksi dengan ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono.

Presiden Komisaris PT Waskita Toll Road yang juga Director of HCM & System Development PT Waskita Karya (Persero) Tbk Hadjar Seti Adji mengatakan, sebagian besar saham dari PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM), selaku cucu Waskita Karya yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dimiliki oleh WTR.

‘Jadi, hak konsesi ruas Tol Becakayu sepanjang 16,02 kilometer,” kata Hadjar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/3).

Konstruksi ruas tol ini dimulai sejak bulan Agustus 2016 yang terdiri dari 2 (dua) seksi, yakni  Seksi Casablanca-Cipinang-Jatiwaringin-Jakasampurna dan seksi Jakasampurna-Ahmad Yani Bekasi.

Direktur Utama WTR Septiawan Andri menambahkan, Tol Becakayu merupakan bagian dari jaringan jalan tol layang yang membentang sepanjang 16,02 kilometer.

Beroperasinya ruas tol seksi 1A yang terkoneksi dengan Jalan Tol Wiyoto Wiyono sisi barat dan seksi 1B On Ramp Jatiwaringin, yang merupakan lanjutan dari seksi sebelumnya yang terlebih dahulu beroperasi, akan mempersingkat waktu perjalanan khususnya dari Kota Bekasi menuju Tanjung Priok dan sekitarnya.

Septiawan Andri berharap keberadaan ruas tol ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk dapat mengurai kemacetan lalu lintas kota Jakarta dan Bekasi.

“Kami terus berupaya dapat menyelesaikan konstruksi sisanya sepanjang 4,1 kilometer sesuai rencana melalui dukungan para pemangku kepentingan,” ungkap Septiawan.

Selain itu, Direktur Utama KKDM Tukijo menimpali, Seksi 1A dan 1B ini sebelumnya ditargetkan selesai pada pertengahan 2020. Namun waktu penyelesaian mengalami kemunduran disebabkan masalah lahan dan adanya pandemi Covid 19.

“Dengan tersambungnya ruas tol Becakayu dengan ruas tol Wiyoto Wiyono, maka akan menambah jumlah trafik ruas tol Becakayu yang saat ini menurun. Antara lain akibat adanya kebijakan pemerintah berupa pembatasan kegiatan sosial berskala besar,” tutupnya. [EFI]

]]> PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya, PT Waskita Toll Road (WTR), telah mengoperasikan seksi 1A sisi barat dan seksi 1B tol Bekasi- Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Pengoperasian itu dilakukan pada Sabtu, 13 Maret 2021 pukul 06.00 WIB. Dengan beroperasinya seksi tersebut, maka Tol Becakayu terkoneksi dengan ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono.

Presiden Komisaris PT Waskita Toll Road yang juga Director of HCM & System Development PT Waskita Karya (Persero) Tbk Hadjar Seti Adji mengatakan, sebagian besar saham dari PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM), selaku cucu Waskita Karya yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dimiliki oleh WTR.

‘Jadi, hak konsesi ruas Tol Becakayu sepanjang 16,02 kilometer,” kata Hadjar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/3).

Konstruksi ruas tol ini dimulai sejak bulan Agustus 2016 yang terdiri dari 2 (dua) seksi, yakni  Seksi Casablanca-Cipinang-Jatiwaringin-Jakasampurna dan seksi Jakasampurna-Ahmad Yani Bekasi.

Direktur Utama WTR Septiawan Andri menambahkan, Tol Becakayu merupakan bagian dari jaringan jalan tol layang yang membentang sepanjang 16,02 kilometer.

Beroperasinya ruas tol seksi 1A yang terkoneksi dengan Jalan Tol Wiyoto Wiyono sisi barat dan seksi 1B On Ramp Jatiwaringin, yang merupakan lanjutan dari seksi sebelumnya yang terlebih dahulu beroperasi, akan mempersingkat waktu perjalanan khususnya dari Kota Bekasi menuju Tanjung Priok dan sekitarnya.

Septiawan Andri berharap keberadaan ruas tol ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk dapat mengurai kemacetan lalu lintas kota Jakarta dan Bekasi.

“Kami terus berupaya dapat menyelesaikan konstruksi sisanya sepanjang 4,1 kilometer sesuai rencana melalui dukungan para pemangku kepentingan,” ungkap Septiawan.

Selain itu, Direktur Utama KKDM Tukijo menimpali, Seksi 1A dan 1B ini sebelumnya ditargetkan selesai pada pertengahan 2020. Namun waktu penyelesaian mengalami kemunduran disebabkan masalah lahan dan adanya pandemi Covid 19.

“Dengan tersambungnya ruas tol Becakayu dengan ruas tol Wiyoto Wiyono, maka akan menambah jumlah trafik ruas tol Becakayu yang saat ini menurun. Antara lain akibat adanya kebijakan pemerintah berupa pembatasan kegiatan sosial berskala besar,” tutupnya. [EFI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories