Anak-anak Milenial Nanya, Apakah Politisi Tulus Kasih Selamat Ke Greysia-Apriyani .

“Sekolah Politik Jalanan Lathifa (SPJL)” yang digagas Ketua Bidang Pemilih Pemula dan Milenial DPP Partai NasDem, Lathifa Al Anshori masuki episode keenam. Antusiasme anak-anak milenial ke politik makin nyata.

Dalam episode kali ini, anak-anak milenial “kepoin” ketulusan para politisi yang ucapkan selamat atas prestasi Greysia Polii-Apriyani Rahayu menyabet medali emas ganda putri cabang bulutangkis di Olimpiade Tokyo, beberapa waktu lalu.

Adalah Bayu, seorang pemuda yang penasaran dan menanyakan hal itu ke Lathifa. Lathifa yang juga ikut memberi ucapan selamat kepada Greysia-Apriyani mengatakan bahwa apa yang diucapkan para politisi termasuk dirinya, adalah ucapan yang tulus. Ucapan yang diberikan kala itu, sebagai ungkapan rasa bahagia dan bangga dari para politisi terhadap sesama anak bangsa. 

“Ketika kita memberikan ucapan, semua orang tentu bisa memberi ucapan dengan ekspresi mereka masing-masing. Soal itu pantas atau tidak, tentu kembali ke objektivitas setiap orang yang melihatnya. Akan sangat baik sekali apabila kita mengapresiasi ucapan-cucapan tersebut sebagai sebuah hal yang positif,” ujar Lathifa. 

Kalau merasa ada orang yang malah memanfaatkannya untuk kepentingan politik, pandangan pribadi. Namun, dia bisa bilang bahwa setiap orang di partai politik juga seorang manusia dan juga rakyat Indonesia. 

Hal lainnya yang juga tidak kalah memancing rasa “kepo” para peserta SPJL episode ke-6 ini terkait langkah jitu Pemerintah peningkatan ekonomi saat pandemi Covid-19. Lathifa menjelaskan bahwa semua orang turut merasakan dampak dari hebatnya pandemi Covid-19 ini. 

Lathifa menilai ada banyak langkah yang telah dilakukan Pemerintah bersama dengan Partai Politik dalam menanggulangi pandemi Covid-19 ini, guna meningkatkan perekonomian, diantaranya adalah menerapkan kebijakan yang berjalan berimbang antara kesehatan dan juga perekonomian, lalu meluncurkan berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat, dan meningkatkan bantuan kepada dunia usaha melalui berbagai program. 

“Tahun lalu ada kebijakan PSBB, kini ada PPKM, walaupun memang baik PSBB maupun PPKM ini banyak dikomplain  masyarakat, namun kita bisa melihat jumlah yang terjangkit Covid-19 menurun. Peningkatan kecepatan dan ketepatan pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat juga telah dilakukan, serta dengan peningkatan bantuan kepada dunia usaha dari mulai skala kecil hingga skala besar seperti keringanan pajak untuk perusahaan hingga bantuan dana lunak untuk UMKM.”

Ada juga yang bertanya soal dinasti politik. Terkait hal ini, Lathifa kasih jawaban begini: “Jangan dianggap dinasti politik ini semata-mata untuk sesuatu yang tidak pantas, karena banyak yang mengatakan kalau dinasti politik itu orangnya tidak oke tapi dapat jabatan bagus, tetapi saya juga melihat ada contoh, walaupun orang-orang tersebut bisa dikatakan dari dinasti politik, namun ia punya kualitas yang baik. Dinasti politik juga jangan dipandang sebelah mata, kita harus melihat dahulu orangnya, apa saja yang dilakukan dan kebijakannya, sebelum menghakimi tentang dinasti politik itu sebagai sesuatu yang tidak oke atau tidak pantas untuk dilakukan.” [REN]

]]> .
“Sekolah Politik Jalanan Lathifa (SPJL)” yang digagas Ketua Bidang Pemilih Pemula dan Milenial DPP Partai NasDem, Lathifa Al Anshori masuki episode keenam. Antusiasme anak-anak milenial ke politik makin nyata.

Dalam episode kali ini, anak-anak milenial “kepoin” ketulusan para politisi yang ucapkan selamat atas prestasi Greysia Polii-Apriyani Rahayu menyabet medali emas ganda putri cabang bulutangkis di Olimpiade Tokyo, beberapa waktu lalu.

Adalah Bayu, seorang pemuda yang penasaran dan menanyakan hal itu ke Lathifa. Lathifa yang juga ikut memberi ucapan selamat kepada Greysia-Apriyani mengatakan bahwa apa yang diucapkan para politisi termasuk dirinya, adalah ucapan yang tulus. Ucapan yang diberikan kala itu, sebagai ungkapan rasa bahagia dan bangga dari para politisi terhadap sesama anak bangsa. 

“Ketika kita memberikan ucapan, semua orang tentu bisa memberi ucapan dengan ekspresi mereka masing-masing. Soal itu pantas atau tidak, tentu kembali ke objektivitas setiap orang yang melihatnya. Akan sangat baik sekali apabila kita mengapresiasi ucapan-cucapan tersebut sebagai sebuah hal yang positif,” ujar Lathifa. 

Kalau merasa ada orang yang malah memanfaatkannya untuk kepentingan politik, pandangan pribadi. Namun, dia bisa bilang bahwa setiap orang di partai politik juga seorang manusia dan juga rakyat Indonesia. 

Hal lainnya yang juga tidak kalah memancing rasa “kepo” para peserta SPJL episode ke-6 ini terkait langkah jitu Pemerintah peningkatan ekonomi saat pandemi Covid-19. Lathifa menjelaskan bahwa semua orang turut merasakan dampak dari hebatnya pandemi Covid-19 ini. 

Lathifa menilai ada banyak langkah yang telah dilakukan Pemerintah bersama dengan Partai Politik dalam menanggulangi pandemi Covid-19 ini, guna meningkatkan perekonomian, diantaranya adalah menerapkan kebijakan yang berjalan berimbang antara kesehatan dan juga perekonomian, lalu meluncurkan berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat, dan meningkatkan bantuan kepada dunia usaha melalui berbagai program. 

“Tahun lalu ada kebijakan PSBB, kini ada PPKM, walaupun memang baik PSBB maupun PPKM ini banyak dikomplain  masyarakat, namun kita bisa melihat jumlah yang terjangkit Covid-19 menurun. Peningkatan kecepatan dan ketepatan pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat juga telah dilakukan, serta dengan peningkatan bantuan kepada dunia usaha dari mulai skala kecil hingga skala besar seperti keringanan pajak untuk perusahaan hingga bantuan dana lunak untuk UMKM.”

Ada juga yang bertanya soal dinasti politik. Terkait hal ini, Lathifa kasih jawaban begini: “Jangan dianggap dinasti politik ini semata-mata untuk sesuatu yang tidak pantas, karena banyak yang mengatakan kalau dinasti politik itu orangnya tidak oke tapi dapat jabatan bagus, tetapi saya juga melihat ada contoh, walaupun orang-orang tersebut bisa dikatakan dari dinasti politik, namun ia punya kualitas yang baik. Dinasti politik juga jangan dipandang sebelah mata, kita harus melihat dahulu orangnya, apa saja yang dilakukan dan kebijakannya, sebelum menghakimi tentang dinasti politik itu sebagai sesuatu yang tidak oke atau tidak pantas untuk dilakukan.” [REN]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories