Akselerasi Ekonomi Global B20 WiBAC Dorong Pemberdayaan UMKM Perempuan

B20 Indonesia Women in Business Action Council (B20 WiBAC), salah satu gugus tugas dari Presidensi B20 Indonesia, menggelar forum bertema Accelerating Inclusion of Women MSMEs in The Global Economy pada Jumat (17/6).

Side event ini merupakan yang pertama dari B20 WiBAC. Tujuannya, mengkomunikasikan rekomendasi kebijakan dan aksi yang disusun B20 WiBAC untuk memajukan pertumbuhan ekonomi global yang inklusif, tangguh, dan juga berkelanjutan, melalui pemberdayaan perempuan.

Kegiatan ini dihadiri peserta dari seluruh negara-negara yang tergabung pada Presidensi G20. Termasuk, pejabat tinggi pemerintah, pemimpin bisnis, CSO, filantropis, platform perempuan, serta pemangku kepentingan terkait.

Data B20 WiBAC menyebutkan, kesetaraan partisipasi gender dalam perekonomian global dapat meningkatkan 28 triliun dolar AS dalam pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global pada tahun 2025.

Khusus pelaku usaha, data WiBAC dari tahun 2019 memperkirakan, apabila perempuan dan laki-laki berpartisipasi secara setara sebagai pengusaha, PDB global dapat bertumbuh sebesar 3-6 persen dan menambah 2,5-5 triliun dolar AS pada perekonomian global.

Di Indonesia sendiri, pengusaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) menyumbang 60 persen dari total ekonomi nasional dan 97 persen dari sisi penciptaan dan penyerapan kesempatan kerja. Sebanyak 64 persen dari total pengusaha UMKM adalah perempuan.

Melihat data tersebut, Chair of B20 WiBAC Ira Noviarti menyampaikan, ada peluang besar yang dapat diraih melalui kesetaraan partisipasi perempuan dalam perekonomian.

Namun, kesenjangan yang harus dijembatani juga tidak main-main. Terutama, sejak pandemi Covid-19 yang melanda dunia dalam dua tahun terakhir.

“Kurangnya akses, kesempatan, dan representasi perempuan pada posisi strategis di dunia usaha merupakan permasalahan yang harus kita tangani bersama, dan inilah yang menjadi fokus tim kerja B20 Women in Business Action Council,” ujar Ira.

Sementara Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani menyampaikan, melalui gugus tugas WiBAC, Forum Presidensi B20 memainkan peranan penting dalam upaya bersama memperbaiki ekonomi global di masa yang akan datang melalui rekomendasi kebijakan.

Rekomendasi kebijakan ini akan menjawab isu-isu perempuan, agar komunitas bisnis mengambil langkah strategis agar lebih banyak perempuan memiliki akses ke peluang bisnis dan ekonomi yang lebih baik.

“Untuk memfasilitasi dukungan dan pemberdayaan perempuan, kami membentuk platform bernama OGWE (One Global Women Empowerment) sebagai program akselerator untuk membekali 1.000 pebisnis perempuan dalam skala UMKM untuk meningkatkan kemampuan digital, memberikan akses pendanaan dan investasi,” beber Shinta.

B20 WiBAC merekomendasikan serangkaian kebijakan dan aksi dalam tiga tema utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inovatif, inklusif, dan kolaboratif.

Pertama, pemberdayaan pengusaha perempuan, dengan cara mengembangkan ekosistem yang dapat memberikan akses pada bantuan finansial, regulasi, hingga akses pada bantuan teknis bagi pelaku usaha. Sebagai tindak lanjut, jaringan bisnis perempuan dalam skala global harus terus dikembangkan.

Berikutnya kedua, mendorong kemampuan digital dan kepemimpinan perempuan, dengan mempercepat akses perempuan pada lingkup digital/STEM.

Serta, meningkatkan kemampuan yang diperlukan untuk dapat mengambil posisi-posisi pimpinan, diperkuat dengan laporan berbasis gender.

Dan yang terakhir, ketiga, mendorong lingkungan kerja yang adil dan aman bagi semua. Hal ini dapat dimulai dengan meningkatkan keamanan kerja bagi pekerja perempuan di sektor perekonomian informal, termasuk di masyarakat pedesaan.

Serta, membangun kebijakan sistematis untuk menghindari kekerasan berbasis gender dan membantu korban kekerasan.

Ketiga tema rekomendasi kebijakan dan aksi tersebut merupakan panduan bagi B20 WiBAC dalam menangani berbagai isu yang masih bergulir.

Termasuk, kesenjangan pada pengusaha UMKM perempuan yang memainkan peran penting dan strategis dalam pertumbuhan ekonomi.

 

Dalam acara hari ini, hadir berbagai ahli, pelaku bisnis, dan pemangku kepentingan terkait yang berdiskusi mengenai peluang, tantangan, serta solusi untuk menjembatani kesenjangan bagi pengusaha UMKM perempuan.

Sesi pertama membahas mengenai upaya mempercepat UMKM perempuan pada ekonomi global. Serta, melihat ekosistem maupun infrastruktur yang diperlukan dalam membangun kewirausahaan serta kepemimpinan.

Dengan mengusung judul Unlocking Inclusion of Women MSMEs in the Global Economy, sesi ini menghadirkan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga,sebagai keynote speech.

Panelisnya, President & CEO Kale Group Zeynep Bodur Okyay, Customer Development Director & Chair Equity, Diversity, and Inclusion Board, Unilever Indonesia Hernie Raharja. Juga, SVP Public Policy and Government Relations Tokopedia Astri Wahyuni, serta Chair of Womenpreneurs Indonesia Network, Diah Yusuf.

Sesi ini dimoderatori serta Senior Advisor to the Governor & Head of Compliance & Governance, Public Investment Fund, Rania Nashar.

Kemudian dilanjutkan sesi kedua dengan topik diskusi Enabling Finance / Investment, Digital, and Technology for Women MSMEs yang siap membahas adopsi digital dan literasi keuangan bagi pengusaha UMKM perempuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Sesi ini menghadirkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebagai keynote speech.

Sementara panelisnya, Deputy Executive Vice President Digital Business Builder, PT Telkom (Persero) Tbk Komang Budi Aryasa, Chairperson and CEO of Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Naina Batra, CEO & Founder DHGate Diane Wang, serta Country Managing Director of Grab Indonesia Nebeng Goenadi. Sesi kedua ini dimoderatori CEO & Founder Neo Exchange Jos Schmitt.

 

Di side event B20 WiBAC pertama ini juga diadakan dua penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara berbagai perusahaan yang memiliki komitmen sejalan dalam hal memajukan pengusaha UMKM perempuan di Indonesia.

Di antaranya, Tokopedia dan Unilever Indonesia. Kolaborasi ini untuk memberdayakan serta meningkatkan dampak positif bagi UMKM perempuan di Indonesia.

Kolaborasi ini akan berfokus pada peningkatan kemampuan wirausaha dan literasi keuangan digital bagi UMKM perempuan dengan cara memberikan akses pada keterampilan, peningkatan kapasitas, serta pendampingan.

Tahun ini, program percontohan akan dimulai di Jawa Barat dan daerah lain di bawah program CSR dari Tokopedia. Kolaborasi tersebut dibangun sebagai aksi nyata dari forum B20 Indonesia Women in Business Action Council.

Grab Indonesia, Bukalapak, dan Emtek Group, menjalin kolaborasi strategis yang menargetkan UMKM di kota-kota kecil di seluruh Indonesia, termasuk pelaku UMKM perempuan melalui program akselerator ekstensif.

Program ini mencakup Adopsi Platform Digital dan Pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan usaha melalui teknologi digital yang aman dan terpercaya.

Dimulai di Kupang, Nusa Tenggara Timur dan Solo, Jawa Tengah pada 2021, #KotaMasaDepan akan dilanjutkan ke Gowa, Malang dan Pekanbaru pada 2022.

Inisiatif ini diharapkan dapat membuka pintu pasar yang lebih luas bagi UMKM di kota-kota kecil tanpa harus berpindah lokasi, yang pada akhirnya akan memberikan dampak menyeluruh bagi perekonomian daerah karena masa depan besar juga ada di kota kecil.

Ke depan, sebagai langkah konkret, B20 WiBAC menginisiasi sebuah platform bernama One Global Women Empowerment (OGWE) mendorong percepatan pemberdayaan perempuan yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi global.

Platform ini dirancang untuk mempertemukan pihak yang membutuhkan dan yang dapat memberikan bantuan dalam hal pemberdayaan perempuan pekerja dan pengusaha di manapun berada.

B20 WiBAC terus berusaha untuk menghasilkan sebuah rekomendasi dan kebijakan kolaboratif yang dapat membantu banyak perempuan dengan mendorong kemampuan wirausaha, kemampuan digital, kepemimpinan, serta memiliki akses yang sama pada peluang bisnis dan ekonomi yang lebih baik.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari pelaku usaha, UMKM perempuan, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk turut ambil bagian dalam membentuk masyarakat yang berpihak pada perempuan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi di dalam negeri maupun pada skala global,” tutup Ira. ■

]]> B20 Indonesia Women in Business Action Council (B20 WiBAC), salah satu gugus tugas dari Presidensi B20 Indonesia, menggelar forum bertema Accelerating Inclusion of Women MSMEs in The Global Economy pada Jumat (17/6).

Side event ini merupakan yang pertama dari B20 WiBAC. Tujuannya, mengkomunikasikan rekomendasi kebijakan dan aksi yang disusun B20 WiBAC untuk memajukan pertumbuhan ekonomi global yang inklusif, tangguh, dan juga berkelanjutan, melalui pemberdayaan perempuan.

Kegiatan ini dihadiri peserta dari seluruh negara-negara yang tergabung pada Presidensi G20. Termasuk, pejabat tinggi pemerintah, pemimpin bisnis, CSO, filantropis, platform perempuan, serta pemangku kepentingan terkait.

Data B20 WiBAC menyebutkan, kesetaraan partisipasi gender dalam perekonomian global dapat meningkatkan 28 triliun dolar AS dalam pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global pada tahun 2025.

Khusus pelaku usaha, data WiBAC dari tahun 2019 memperkirakan, apabila perempuan dan laki-laki berpartisipasi secara setara sebagai pengusaha, PDB global dapat bertumbuh sebesar 3-6 persen dan menambah 2,5-5 triliun dolar AS pada perekonomian global.

Di Indonesia sendiri, pengusaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) menyumbang 60 persen dari total ekonomi nasional dan 97 persen dari sisi penciptaan dan penyerapan kesempatan kerja. Sebanyak 64 persen dari total pengusaha UMKM adalah perempuan.

Melihat data tersebut, Chair of B20 WiBAC Ira Noviarti menyampaikan, ada peluang besar yang dapat diraih melalui kesetaraan partisipasi perempuan dalam perekonomian.

Namun, kesenjangan yang harus dijembatani juga tidak main-main. Terutama, sejak pandemi Covid-19 yang melanda dunia dalam dua tahun terakhir.

“Kurangnya akses, kesempatan, dan representasi perempuan pada posisi strategis di dunia usaha merupakan permasalahan yang harus kita tangani bersama, dan inilah yang menjadi fokus tim kerja B20 Women in Business Action Council,” ujar Ira.

Sementara Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani menyampaikan, melalui gugus tugas WiBAC, Forum Presidensi B20 memainkan peranan penting dalam upaya bersama memperbaiki ekonomi global di masa yang akan datang melalui rekomendasi kebijakan.

Rekomendasi kebijakan ini akan menjawab isu-isu perempuan, agar komunitas bisnis mengambil langkah strategis agar lebih banyak perempuan memiliki akses ke peluang bisnis dan ekonomi yang lebih baik.

“Untuk memfasilitasi dukungan dan pemberdayaan perempuan, kami membentuk platform bernama OGWE (One Global Women Empowerment) sebagai program akselerator untuk membekali 1.000 pebisnis perempuan dalam skala UMKM untuk meningkatkan kemampuan digital, memberikan akses pendanaan dan investasi,” beber Shinta.

B20 WiBAC merekomendasikan serangkaian kebijakan dan aksi dalam tiga tema utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inovatif, inklusif, dan kolaboratif.

Pertama, pemberdayaan pengusaha perempuan, dengan cara mengembangkan ekosistem yang dapat memberikan akses pada bantuan finansial, regulasi, hingga akses pada bantuan teknis bagi pelaku usaha. Sebagai tindak lanjut, jaringan bisnis perempuan dalam skala global harus terus dikembangkan.

Berikutnya kedua, mendorong kemampuan digital dan kepemimpinan perempuan, dengan mempercepat akses perempuan pada lingkup digital/STEM.

Serta, meningkatkan kemampuan yang diperlukan untuk dapat mengambil posisi-posisi pimpinan, diperkuat dengan laporan berbasis gender.

Dan yang terakhir, ketiga, mendorong lingkungan kerja yang adil dan aman bagi semua. Hal ini dapat dimulai dengan meningkatkan keamanan kerja bagi pekerja perempuan di sektor perekonomian informal, termasuk di masyarakat pedesaan.

Serta, membangun kebijakan sistematis untuk menghindari kekerasan berbasis gender dan membantu korban kekerasan.

Ketiga tema rekomendasi kebijakan dan aksi tersebut merupakan panduan bagi B20 WiBAC dalam menangani berbagai isu yang masih bergulir.

Termasuk, kesenjangan pada pengusaha UMKM perempuan yang memainkan peran penting dan strategis dalam pertumbuhan ekonomi.

 

Dalam acara hari ini, hadir berbagai ahli, pelaku bisnis, dan pemangku kepentingan terkait yang berdiskusi mengenai peluang, tantangan, serta solusi untuk menjembatani kesenjangan bagi pengusaha UMKM perempuan.

Sesi pertama membahas mengenai upaya mempercepat UMKM perempuan pada ekonomi global. Serta, melihat ekosistem maupun infrastruktur yang diperlukan dalam membangun kewirausahaan serta kepemimpinan.

Dengan mengusung judul Unlocking Inclusion of Women MSMEs in the Global Economy, sesi ini menghadirkan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga,sebagai keynote speech.

Panelisnya, President & CEO Kale Group Zeynep Bodur Okyay, Customer Development Director & Chair Equity, Diversity, and Inclusion Board, Unilever Indonesia Hernie Raharja. Juga, SVP Public Policy and Government Relations Tokopedia Astri Wahyuni, serta Chair of Womenpreneurs Indonesia Network, Diah Yusuf.

Sesi ini dimoderatori serta Senior Advisor to the Governor & Head of Compliance & Governance, Public Investment Fund, Rania Nashar.

Kemudian dilanjutkan sesi kedua dengan topik diskusi Enabling Finance / Investment, Digital, and Technology for Women MSMEs yang siap membahas adopsi digital dan literasi keuangan bagi pengusaha UMKM perempuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Sesi ini menghadirkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebagai keynote speech.

Sementara panelisnya, Deputy Executive Vice President Digital Business Builder, PT Telkom (Persero) Tbk Komang Budi Aryasa, Chairperson and CEO of Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Naina Batra, CEO & Founder DHGate Diane Wang, serta Country Managing Director of Grab Indonesia Nebeng Goenadi. Sesi kedua ini dimoderatori CEO & Founder Neo Exchange Jos Schmitt.

 

Di side event B20 WiBAC pertama ini juga diadakan dua penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara berbagai perusahaan yang memiliki komitmen sejalan dalam hal memajukan pengusaha UMKM perempuan di Indonesia.

Di antaranya, Tokopedia dan Unilever Indonesia. Kolaborasi ini untuk memberdayakan serta meningkatkan dampak positif bagi UMKM perempuan di Indonesia.

Kolaborasi ini akan berfokus pada peningkatan kemampuan wirausaha dan literasi keuangan digital bagi UMKM perempuan dengan cara memberikan akses pada keterampilan, peningkatan kapasitas, serta pendampingan.

Tahun ini, program percontohan akan dimulai di Jawa Barat dan daerah lain di bawah program CSR dari Tokopedia. Kolaborasi tersebut dibangun sebagai aksi nyata dari forum B20 Indonesia Women in Business Action Council.

Grab Indonesia, Bukalapak, dan Emtek Group, menjalin kolaborasi strategis yang menargetkan UMKM di kota-kota kecil di seluruh Indonesia, termasuk pelaku UMKM perempuan melalui program akselerator ekstensif.

Program ini mencakup Adopsi Platform Digital dan Pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan usaha melalui teknologi digital yang aman dan terpercaya.

Dimulai di Kupang, Nusa Tenggara Timur dan Solo, Jawa Tengah pada 2021, #KotaMasaDepan akan dilanjutkan ke Gowa, Malang dan Pekanbaru pada 2022.

Inisiatif ini diharapkan dapat membuka pintu pasar yang lebih luas bagi UMKM di kota-kota kecil tanpa harus berpindah lokasi, yang pada akhirnya akan memberikan dampak menyeluruh bagi perekonomian daerah karena masa depan besar juga ada di kota kecil.

Ke depan, sebagai langkah konkret, B20 WiBAC menginisiasi sebuah platform bernama One Global Women Empowerment (OGWE) mendorong percepatan pemberdayaan perempuan yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi global.

Platform ini dirancang untuk mempertemukan pihak yang membutuhkan dan yang dapat memberikan bantuan dalam hal pemberdayaan perempuan pekerja dan pengusaha di manapun berada.

B20 WiBAC terus berusaha untuk menghasilkan sebuah rekomendasi dan kebijakan kolaboratif yang dapat membantu banyak perempuan dengan mendorong kemampuan wirausaha, kemampuan digital, kepemimpinan, serta memiliki akses yang sama pada peluang bisnis dan ekonomi yang lebih baik.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari pelaku usaha, UMKM perempuan, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk turut ambil bagian dalam membentuk masyarakat yang berpihak pada perempuan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi di dalam negeri maupun pada skala global,” tutup Ira. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories