Ajukan JC, Rohadi Siap Ungkap Aktor Lain .

Mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi mengajukan justice collaborator (JC) terkait kasus suap pengurusan perkara. Rohadi disebut siap mengungkap aktor lain dalam sidang kasus suap pengurusan perkara.

“Terkait permohonan justice collaborator, kami akan ajukan permohonan JC dan menyerahkan suratnya ke Yang Mulia,” ujar pengacara Rohadi, Fariz Risvano dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (25/2).

Hakim ketua Albertus Usada pun menerima surat permohonan JC yang diberikan pihak Rohadi. Albertus mengatakan, akan mempertimbangkan permohonan itu.

“Nanti kita akan pelajari relevansi, maksud dan tujuannya. Surat tersebut akan majelis pelajari tentang maksud tujuan dan relevansi perkara, sudah kami terima ya suratnya,” tutur hakim Albertus.

Seusai sidang, Fariz menjelaskan, Rohadi mengajukan JC karena ingin kooperatif. Dia juga mengatakan, Rohadi siap mengungkap adanya aktor lain yang berkaitan dengan perkara ini.

“Pak Rohadi siap untuk mengungkap siapapun yang untuk pelaksanaan penegakan hukum yang sedang berjalan. Nanti Pak Rohadi sendiri yang akan menyampaikan (aktor lain) dalam perkembangan persidangan ini, mungkin akan disampaikan secara langsung,” tegas Fariz.

Dalam sidang ini, diketahui Rohadi didakwa menerima suap senilai Rp 1,2 miliar dari Robert Melianus Nauw dan Jimmy Demianus Ijie. Rohadi juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh jaksa KPK. Total TPPU Rohadi diperkirakan sebesar Rp 40.598.862.000 (Rp 40,598 miliar).

Jaksa juga mendakwa Rohadi menerima gratifikasi. Gratifikasi yang diterima Rohadi senilai Rp 11,5 miliar. [BYU]

]]> .
Mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi mengajukan justice collaborator (JC) terkait kasus suap pengurusan perkara. Rohadi disebut siap mengungkap aktor lain dalam sidang kasus suap pengurusan perkara.

“Terkait permohonan justice collaborator, kami akan ajukan permohonan JC dan menyerahkan suratnya ke Yang Mulia,” ujar pengacara Rohadi, Fariz Risvano dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (25/2).

Hakim ketua Albertus Usada pun menerima surat permohonan JC yang diberikan pihak Rohadi. Albertus mengatakan, akan mempertimbangkan permohonan itu.

“Nanti kita akan pelajari relevansi, maksud dan tujuannya. Surat tersebut akan majelis pelajari tentang maksud tujuan dan relevansi perkara, sudah kami terima ya suratnya,” tutur hakim Albertus.

Seusai sidang, Fariz menjelaskan, Rohadi mengajukan JC karena ingin kooperatif. Dia juga mengatakan, Rohadi siap mengungkap adanya aktor lain yang berkaitan dengan perkara ini.

“Pak Rohadi siap untuk mengungkap siapapun yang untuk pelaksanaan penegakan hukum yang sedang berjalan. Nanti Pak Rohadi sendiri yang akan menyampaikan (aktor lain) dalam perkembangan persidangan ini, mungkin akan disampaikan secara langsung,” tegas Fariz.

Dalam sidang ini, diketahui Rohadi didakwa menerima suap senilai Rp 1,2 miliar dari Robert Melianus Nauw dan Jimmy Demianus Ijie. Rohadi juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh jaksa KPK. Total TPPU Rohadi diperkirakan sebesar Rp 40.598.862.000 (Rp 40,598 miliar).

Jaksa juga mendakwa Rohadi menerima gratifikasi. Gratifikasi yang diterima Rohadi senilai Rp 11,5 miliar. [BYU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories