Ajinomoto Edukasi Masyarakat Hidup Sehat .

PT AJINOMOTO INDONESIA bekerjasama dengan PERGIZI PANGAN Indonesia menggelar Webinar Event: “Keamanan dan Manfaat Kesehatan Bumbu dan Penguat Rasa, Serta Strategi Pengendalian Asupan Garam Guna Mewujudkan Hidup Sehat”, dengan menghadirkan Prof Dr. Hardinsyah, MS, sebagai Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, dan President Federation of Asian Nutrition Societies. Jumlah peserta webinar ini mencapai 905 orang.

Tak bisa dipungkiri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi, sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium. Nah cara yang sesuai jika masakan kita sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya manambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali, kata Prof Hardinsyah, di acara webinar.

“Jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi, namun juga ingin diet rendah garam, dengan menggunakan Bumbu Umami seperti MSG bisa dijadikan solusi. Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang, menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” tuturnya.

Public Relations Manager – AJINOMOTO INDONESIA, Katarina Larasati menuturkan, Acara webinar AJINOMOTO INDONESIA kali ini diperuntukkan bagi ahli gizi, ahli diet, dan mahasiswa/i Prodi Gizi & Kesehatan Masyarakat, karena kami merasa perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif tentang Bumbu Umami yang akan mendukung mereka tetap sehat, bahkan saat di situasi pandemi COVID-19. Selain itu, Kami berharap para mahasiswa/i sebagai calon ahli gizi masa depan Indonesia, dapat menyebarkan fakta informatif dan fakta ilmiah tentang apa yang kami sampaikan hari ini kepada masyarakat luas.

Menurutnya, acara webinar dari AJINOMOTO INDONESIA tidak akan berhenti sampai di sini saja. Setelah ini, masih akan ada acara selanjutnya hingga Februari 2021, yang diperuntukkan bagi kalangan dokter dan mahasiswa/i kedokteran, pungkas Katarina. [ARM]

]]> .
PT AJINOMOTO INDONESIA bekerjasama dengan PERGIZI PANGAN Indonesia menggelar Webinar Event: “Keamanan dan Manfaat Kesehatan Bumbu dan Penguat Rasa, Serta Strategi Pengendalian Asupan Garam Guna Mewujudkan Hidup Sehat”, dengan menghadirkan Prof Dr. Hardinsyah, MS, sebagai Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, dan President Federation of Asian Nutrition Societies. Jumlah peserta webinar ini mencapai 905 orang.

Tak bisa dipungkiri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi, sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium. Nah cara yang sesuai jika masakan kita sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya manambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali, kata Prof Hardinsyah, di acara webinar.

“Jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi, namun juga ingin diet rendah garam, dengan menggunakan Bumbu Umami seperti MSG bisa dijadikan solusi. Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang, menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” tuturnya.

Public Relations Manager – AJINOMOTO INDONESIA, Katarina Larasati menuturkan, Acara webinar AJINOMOTO INDONESIA kali ini diperuntukkan bagi ahli gizi, ahli diet, dan mahasiswa/i Prodi Gizi & Kesehatan Masyarakat, karena kami merasa perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif tentang Bumbu Umami yang akan mendukung mereka tetap sehat, bahkan saat di situasi pandemi COVID-19. Selain itu, Kami berharap para mahasiswa/i sebagai calon ahli gizi masa depan Indonesia, dapat menyebarkan fakta informatif dan fakta ilmiah tentang apa yang kami sampaikan hari ini kepada masyarakat luas.

Menurutnya, acara webinar dari AJINOMOTO INDONESIA tidak akan berhenti sampai di sini saja. Setelah ini, masih akan ada acara selanjutnya hingga Februari 2021, yang diperuntukkan bagi kalangan dokter dan mahasiswa/i kedokteran, pungkas Katarina. [ARM]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RMCO.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy