Airlangga: Tak Ada Yang Bisa Menakuti-nakuti Partai Di KIB

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memiliki arah jelas untuk mengusung calon presiden dan calon wakil presiden sendiri.

Sebab, gabungan tiga partai politik yakni Golkar, PAN, dan PPP sudah memenuhi syarat ambang batas pencalonan untuk Pilpres 2024.

Airlangga menegaskan, KIB dibentuk karena tiga partai ingin bersinergi dari hati. Dengan sinergi dari hati, kata dia, tidak ada pihak manapun yang bisa memecah soliditas Golkar, PAN, dan PPP.

“Kalau sinergi dari hati, tidak ada yang bisa memecah kita, tidak ada yang bisa bayar kita, tidak ada yang bisa nakut-nakutin kita, tidak ada satu kekuatanpun yang bisa melawan soliditas kita,” tegas Airlangga saat memberi pidato pelantikan Pengurus DPD Golkar Jawa Barat periode 2020-2025, di SICC Sentul Bogor, Jabar Jumat (3/6).

Airlangga menambahkan, soal siapa dan kapan calon yang akan diusung KIB dikukuhkan, seluruh pihak diminta bersabar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menuturkan, saat ini KIB ibarat sedang menyusun buku.

“Buku itu ada chapterchapter-nya ada bab-babnya. Sekarang, kita sedang membuat isi bukunya apa dan tentu ke depan pada waktunya akan kita siapkan,” tutur Airlangga.

Yang paling penting dari anggota koalisi KIB, lanjut Airlangga, adalah sinergi dalam melanjutkan karya-karya pembangunan era presiden Jokowi.

“Jadi mengenai waktu, bahasa Sundanya tong gagancangan teuing atuh, jadi kalau bahasa Jawanya ojo kesusu,” sebutnya.

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Ace Hasan Syadzily mengaku, beringin memiliki suara terbesar pada Pemilu 2019 dalam KIB. Menurutnya, sudah sewajarnya Golkar mengusung kadernya sendiri sebagai Capres. Bukan justru mendukung kader partai lain di Pilpres 2024.

Ace menegaskan, Golkar Jabar akan terus berjuang memenangkan Airlangga Hartarto sebagai capres dari partainya. Apalagi pengusungan Airlangga merupakan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Golkar 2019.

“Airlangga Hartarto harus menjadi presiden republik Indonesia di tahun 2024,” tegas Ace.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Jawa Barat Desy Ratnasari yang hadir juga mengaku, KIB ibarat sohib lama yang berkolaborasi kembali. Hubungan antara ketiga partai sudah terjalin sejak lama.

“Kalau dalam percintaan ada CLBK, tapi relasi saya, relasi kami, DPW PAN Jawa Barat bersama saudaraku Ace judulnya SLBK (Sohib Lama Berkolaborasi Lagi),” ungkap Desy.

Dia memuji sepak terjang Golkar di Jawa Barat di bawah kepemimpinan Tb Ace Hasan Syadzily. Partainya siap berkolaborasi untuk memenangkan Pemilu 2024 bersama Golkar dan PPP Jawa Barat.

“Jadi saya yakin dengan kehadiran kami bertiga Golkar, PAN, dan PPP di Jawa Barat akan semakin memberi semangat dan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat,” tandasnya. ■

]]> Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memiliki arah jelas untuk mengusung calon presiden dan calon wakil presiden sendiri.

Sebab, gabungan tiga partai politik yakni Golkar, PAN, dan PPP sudah memenuhi syarat ambang batas pencalonan untuk Pilpres 2024.

Airlangga menegaskan, KIB dibentuk karena tiga partai ingin bersinergi dari hati. Dengan sinergi dari hati, kata dia, tidak ada pihak manapun yang bisa memecah soliditas Golkar, PAN, dan PPP.

“Kalau sinergi dari hati, tidak ada yang bisa memecah kita, tidak ada yang bisa bayar kita, tidak ada yang bisa nakut-nakutin kita, tidak ada satu kekuatanpun yang bisa melawan soliditas kita,” tegas Airlangga saat memberi pidato pelantikan Pengurus DPD Golkar Jawa Barat periode 2020-2025, di SICC Sentul Bogor, Jabar Jumat (3/6).

Airlangga menambahkan, soal siapa dan kapan calon yang akan diusung KIB dikukuhkan, seluruh pihak diminta bersabar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menuturkan, saat ini KIB ibarat sedang menyusun buku.

“Buku itu ada chapter-chapter-nya ada bab-babnya. Sekarang, kita sedang membuat isi bukunya apa dan tentu ke depan pada waktunya akan kita siapkan,” tutur Airlangga.

Yang paling penting dari anggota koalisi KIB, lanjut Airlangga, adalah sinergi dalam melanjutkan karya-karya pembangunan era presiden Jokowi.

“Jadi mengenai waktu, bahasa Sundanya tong gagancangan teuing atuh, jadi kalau bahasa Jawanya ojo kesusu,” sebutnya.

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Ace Hasan Syadzily mengaku, beringin memiliki suara terbesar pada Pemilu 2019 dalam KIB. Menurutnya, sudah sewajarnya Golkar mengusung kadernya sendiri sebagai Capres. Bukan justru mendukung kader partai lain di Pilpres 2024.

Ace menegaskan, Golkar Jabar akan terus berjuang memenangkan Airlangga Hartarto sebagai capres dari partainya. Apalagi pengusungan Airlangga merupakan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Golkar 2019.

“Airlangga Hartarto harus menjadi presiden republik Indonesia di tahun 2024,” tegas Ace.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Jawa Barat Desy Ratnasari yang hadir juga mengaku, KIB ibarat sohib lama yang berkolaborasi kembali. Hubungan antara ketiga partai sudah terjalin sejak lama.

“Kalau dalam percintaan ada CLBK, tapi relasi saya, relasi kami, DPW PAN Jawa Barat bersama saudaraku Ace judulnya SLBK (Sohib Lama Berkolaborasi Lagi),” ungkap Desy.

Dia memuji sepak terjang Golkar di Jawa Barat di bawah kepemimpinan Tb Ace Hasan Syadzily. Partainya siap berkolaborasi untuk memenangkan Pemilu 2024 bersama Golkar dan PPP Jawa Barat.

“Jadi saya yakin dengan kehadiran kami bertiga Golkar, PAN, dan PPP di Jawa Barat akan semakin memberi semangat dan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat,” tandasnya. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories