Agro Solution Pupuk Indonesia Diganjar Penghargaan Inovasi Terbaik

PT Pupuk Indonesia (Persero) memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi di tengah wabah Covid-19 melalui Program Agro Solution. Program ini berhasil tingkatkan produktivitas padi.

Karena keberhasilannya, program ini dinobatkan sebagai “The Best Innovation in Social Business Model” dalam ajang “iNews Maker Award 2021” pada Rabu (7/4). 

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan, Agro Solution merupakan upaya perusahaan menjawab kebutuhan petani. Melalui program ini pula, pihaknya berusaha meningkatkan produktivitas pertanian, menambah penghasilan petani serta mengedukasi petani meskipun menggunakan pupuk non-subsidi, tetap bisa memperoleh keuntungan. 

“Kami memberikan pendampingan secara komprehensif dalam budidaya tanaman padi oleh petani, baik melalui kegiatan off farm maupun on farm, dan melibatkan multi stakeholder,” ujarnya, melalui siaran pers, Kamis (8/4).

Ia menjelaskan, pada kegiatan off farm, program Agro Solution memberikan akses permodalan kepada petani melalui perbankan, jaminan atas risiko gagal panen oleh perusahaan asuransi, serta kepastian pembelian hasil panen oleh trader atau offtaker. Sedangkan di on farm, Perseroan menyediakan produk input pertanian non-subsidi berkualitas, baik itu pupuk, benih, pestisida dan lain sebagainya.

Di samping itu, pihaknya juga memberikan kawalan teknologi dan bimbingan teknis budidaya pertanian. Sejauh ini, sambung dia, pilot project program Agro Solution telah membukukan hasil positif di Banyuwangi, Jember, Bima, Dompu, Ponorogo, Magetan, Madiun, dan Tuban. 

Sebab, di wilayah-wilayah tersebut, program Agro Solution telah dilaksanakan di 2.815 hektare (ha) lahan dan melibatkan 2.078 orang petani. Tercatat, terjadi peningkatan rerata panen gabah kering sebesar 55,8 persen dan jagung kering sebesar 45 persen pada wilayah-wilayah tersebut. 

Selain itu, keuntungan petani pun turut meningkat, seperti dari panen gabah kering sebesar 91 persen dan dari jagung kering sebesar 60 persen. “Program ini merupakan langkah nyata perusahaan mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya. 

Untuk itu, pihaknya menargetkan Agro Solution bisa dilaksanakan di lahan seluas 50.000 hektar pada tahun 2021, yang akan dilaksanakan oleh lima anggota holding. Yakni, Petrokimia Gresik dengan target lahan 16.000 hektar, Pupuk Kalimantan Timur seluas 12.000 hektar, Pupuk Kujang seluas 10.000 hektar, Sriwidjaja Palembang seluas  8.000 hektar, dan Pupuk Iskandar Muda seluas 4.000 hektar. 

Saat ini, Agro Solution telah dilaksanakan pada 10.861 hektar lahan di berbagai wilayah Indonesia. 

Menuru dia, faktor utama keberhasilan program ini adalah pendampingan atau kawalan teknologi. Dengan adanya peningkatan produktivitas secara signifikan, serta akses permodalan dan pasar yang dipermudah, maka pendapatan petani meningkat. 

“Sehingga petani tidak lagi tergantung pada pupuk bersubsidi,” tandasnya. [IMA]

]]> PT Pupuk Indonesia (Persero) memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi di tengah wabah Covid-19 melalui Program Agro Solution. Program ini berhasil tingkatkan produktivitas padi.

Karena keberhasilannya, program ini dinobatkan sebagai “The Best Innovation in Social Business Model” dalam ajang “iNews Maker Award 2021” pada Rabu (7/4). 

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan, Agro Solution merupakan upaya perusahaan menjawab kebutuhan petani. Melalui program ini pula, pihaknya berusaha meningkatkan produktivitas pertanian, menambah penghasilan petani serta mengedukasi petani meskipun menggunakan pupuk non-subsidi, tetap bisa memperoleh keuntungan. 

“Kami memberikan pendampingan secara komprehensif dalam budidaya tanaman padi oleh petani, baik melalui kegiatan off farm maupun on farm, dan melibatkan multi stakeholder,” ujarnya, melalui siaran pers, Kamis (8/4).

Ia menjelaskan, pada kegiatan off farm, program Agro Solution memberikan akses permodalan kepada petani melalui perbankan, jaminan atas risiko gagal panen oleh perusahaan asuransi, serta kepastian pembelian hasil panen oleh trader atau offtaker. Sedangkan di on farm, Perseroan menyediakan produk input pertanian non-subsidi berkualitas, baik itu pupuk, benih, pestisida dan lain sebagainya.

Di samping itu, pihaknya juga memberikan kawalan teknologi dan bimbingan teknis budidaya pertanian. Sejauh ini, sambung dia, pilot project program Agro Solution telah membukukan hasil positif di Banyuwangi, Jember, Bima, Dompu, Ponorogo, Magetan, Madiun, dan Tuban. 

Sebab, di wilayah-wilayah tersebut, program Agro Solution telah dilaksanakan di 2.815 hektare (ha) lahan dan melibatkan 2.078 orang petani. Tercatat, terjadi peningkatan rerata panen gabah kering sebesar 55,8 persen dan jagung kering sebesar 45 persen pada wilayah-wilayah tersebut. 

Selain itu, keuntungan petani pun turut meningkat, seperti dari panen gabah kering sebesar 91 persen dan dari jagung kering sebesar 60 persen. “Program ini merupakan langkah nyata perusahaan mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya. 

Untuk itu, pihaknya menargetkan Agro Solution bisa dilaksanakan di lahan seluas 50.000 hektar pada tahun 2021, yang akan dilaksanakan oleh lima anggota holding. Yakni, Petrokimia Gresik dengan target lahan 16.000 hektar, Pupuk Kalimantan Timur seluas 12.000 hektar, Pupuk Kujang seluas 10.000 hektar, Sriwidjaja Palembang seluas  8.000 hektar, dan Pupuk Iskandar Muda seluas 4.000 hektar. 

Saat ini, Agro Solution telah dilaksanakan pada 10.861 hektar lahan di berbagai wilayah Indonesia. 

Menuru dia, faktor utama keberhasilan program ini adalah pendampingan atau kawalan teknologi. Dengan adanya peningkatan produktivitas secara signifikan, serta akses permodalan dan pasar yang dipermudah, maka pendapatan petani meningkat. 

“Sehingga petani tidak lagi tergantung pada pupuk bersubsidi,” tandasnya. [IMA]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories