Agar Peringatan BMKG Tak Percuma Walhi Minta Pemda Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengapresiasi kerja keras Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam rangka menyebarluaskan informasi prakiraan cuaca yang terjadi sejak awal tahun hingga saat ini.

Pada 20 Februari 2021, BMKG telah mengumumkan 15 provinsi yang harus waspada terhadap ancaman bencana banjir akibat hujan lebat yang terjadi sepanjang Sabtu hingga Minggu ini.

Direktur Eksekutif Nasional Walhi Nur Hidayati menyebut, informasi peringatan dari BMKG harus direspon dengan bijak dan penuh tanggungjawab oleh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, khususnya di 15 provinsi yang menjadi target ancaman bencana hidrometereologi sebagaimana yang telah dirilis oleh BMKG.

Pertama, tentu pemerintah daerah harus memastikan bahwa seluruh warganya mengetahui informasi tentang potensi ancaman bencana tersebut, khususnya di wilayah-wilayah yang secara geografis sangat rentan.

“Misalnya kepada warga yang berada disekitar aliran sungai, bermukim di kemiringan cukup terjal, atau wilayah yang memang kerusakan lingkungannya sudah sangat parah sehingga tidak lagi berfungsi sebagai daerah tangkapan air,” katanya dalam siaran persnya, Minggu (21/2).

Kedua, pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota harus segera menyiapkan lokasi-lokasi pengungsian yang layak bagi masyarakat.

“Mengungsi lebih dulu sebelum bencana menimpa masyarakat, akan jauh lebih baik dibanding mengungsi pada saat kejadian bencana banjir,” sebut Nur.

Lokasi-lokasi pengungsian yang disiapkan, tentu wajib berstandar protokol kesehatan karena kondisi pandemi Covid-19 juga masih cukup tinggi penyebarannya.

Ketiga, pemerintah daerah harus segera menyiapkan seluruh sumber daya yang ada untuk siap siaga membantu proses evakuasi ketika bencana banjir, termasuk membuka ruang komunikasi dengan stakeholder lainnya dalam menggalang sumber daya dan relawan-relawan untuk membantu proses evakuasi. Juga menyiapkan logistik yang siap distribusi tentunya, sebagai respon cepat ditahap awal ketika bencana banjir terjadi.

Koordinator Kampanye Walhi Edo Rakhman menambahkan, provinsi Kalimantan Selatan juga menjadi salah satu dari 15 provinsi yang masuk dalam daftar peringatan BMKG. Provinsi lainnya adalah Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Papua Barat.

Peringatan BMKG ini harus direspon dengan kesiapsiagaan oleh pemerintah daerah secara serius, jika ingin mencegah lebih banyak korban yang muncul dari dampak bencana tersebut. 

“Semangat mitigasi harus betul-betul terlaksana sebagai pengejawantahan dari peringatan BMKG hingga ke tingkat kehidupan masyarakat. Semoga peringatan dari BMKG ini betul-betul direspon dengan baik oleh pemerintah daerah dan menyebarluaskan ke seluruh lapisan masyarkat,” kata Edo.

Bagi masyarakat yang berada di titik-titik lokasi rawan terjadi banjir dan tanah longsor, sebaiknya berinisiatif untuk mengungsi ke lokasi yang aman sebelum bencana banjir atau tanah longsor melanda. [OSP]

]]> Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengapresiasi kerja keras Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam rangka menyebarluaskan informasi prakiraan cuaca yang terjadi sejak awal tahun hingga saat ini.

Pada 20 Februari 2021, BMKG telah mengumumkan 15 provinsi yang harus waspada terhadap ancaman bencana banjir akibat hujan lebat yang terjadi sepanjang Sabtu hingga Minggu ini.

Direktur Eksekutif Nasional Walhi Nur Hidayati menyebut, informasi peringatan dari BMKG harus direspon dengan bijak dan penuh tanggungjawab oleh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, khususnya di 15 provinsi yang menjadi target ancaman bencana hidrometereologi sebagaimana yang telah dirilis oleh BMKG.

Pertama, tentu pemerintah daerah harus memastikan bahwa seluruh warganya mengetahui informasi tentang potensi ancaman bencana tersebut, khususnya di wilayah-wilayah yang secara geografis sangat rentan.

“Misalnya kepada warga yang berada disekitar aliran sungai, bermukim di kemiringan cukup terjal, atau wilayah yang memang kerusakan lingkungannya sudah sangat parah sehingga tidak lagi berfungsi sebagai daerah tangkapan air,” katanya dalam siaran persnya, Minggu (21/2).

Kedua, pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota harus segera menyiapkan lokasi-lokasi pengungsian yang layak bagi masyarakat.

“Mengungsi lebih dulu sebelum bencana menimpa masyarakat, akan jauh lebih baik dibanding mengungsi pada saat kejadian bencana banjir,” sebut Nur.

Lokasi-lokasi pengungsian yang disiapkan, tentu wajib berstandar protokol kesehatan karena kondisi pandemi Covid-19 juga masih cukup tinggi penyebarannya.

Ketiga, pemerintah daerah harus segera menyiapkan seluruh sumber daya yang ada untuk siap siaga membantu proses evakuasi ketika bencana banjir, termasuk membuka ruang komunikasi dengan stakeholder lainnya dalam menggalang sumber daya dan relawan-relawan untuk membantu proses evakuasi. Juga menyiapkan logistik yang siap distribusi tentunya, sebagai respon cepat ditahap awal ketika bencana banjir terjadi.

Koordinator Kampanye Walhi Edo Rakhman menambahkan, provinsi Kalimantan Selatan juga menjadi salah satu dari 15 provinsi yang masuk dalam daftar peringatan BMKG. Provinsi lainnya adalah Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Papua Barat.

Peringatan BMKG ini harus direspon dengan kesiapsiagaan oleh pemerintah daerah secara serius, jika ingin mencegah lebih banyak korban yang muncul dari dampak bencana tersebut. 

“Semangat mitigasi harus betul-betul terlaksana sebagai pengejawantahan dari peringatan BMKG hingga ke tingkat kehidupan masyarakat. Semoga peringatan dari BMKG ini betul-betul direspon dengan baik oleh pemerintah daerah dan menyebarluaskan ke seluruh lapisan masyarkat,” kata Edo.

Bagi masyarakat yang berada di titik-titik lokasi rawan terjadi banjir dan tanah longsor, sebaiknya berinisiatif untuk mengungsi ke lokasi yang aman sebelum bencana banjir atau tanah longsor melanda. [OSP]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories