Adira Insurance Bayarkan Klaim Banjir Rp 126 M Sepanjang 2020

Di 2020, PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) telah membayarkan klaim terkait banjir lebih dari Rp 126 miliar.

Direktur Utama Adira Insurance, Hassan Karim menjelaskan, saat ini salah satu bentuk manajemen risiko yang dapat dilakukan masyarakat, adalah melengkapi diri dengan perlindungan mendasar seperti proteksi jiwa maupun aset.

Perlindungan terhadap properti, kendaraan bermotor, bahkan bisnis, dapat membantu masyarakat untuk mengantisipasi kerugian akibat bencana alam. “Ini merupakan tujuan utama dari asuransi, yaitu untuk membantu masyarakat pulih kembali setelah terjadi bencana,” katanya dalam keterangannya, Kamis (18/2).

Ia menegaskan, masyarakat harus mengubah persepsi terhadap penanganan masalah lingkungan. Semua pihak perlu terlibat dan berkontribusi untuk mencegah dan menangani dampak dari perubahan iklim. Pasalnya, kegagalan mengelola risiko lingkungan dapat memberikan dampak dan kerugian yang tidak terukur bagi masyarakat.

“Pandemi ini telah memberi kita kesempatan untuk merefleksikan, bagaimana kita memperlakukan lingkungan. Dan belum terlambat untuk mengelola risiko yang kita hadapi dan mengubah dampaknya,” ujar Hassan.

Ia menilai, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya manajemen risiko. Kebanyakan orang masih berpaku pada dampak, melupakan faktor pencegahan dan pengelolaan risiko yang sebetulnya dapat dilakukan.

“Tidak banyak yang mengetahui, bahwa biaya pemulihan dapat mencapai hampir 9 kali lebih tinggi daripada biaya yang dikeluarkan untuk pencegahan,” sebut Hassan.

Sebagai perusahaan asuransi yang memberikan jaminan terhadap risiko banjir melalui beberapa produknya, Zurich memahami tingginya kerugian yang dapat dirasakan masyarakat dari risiko banjir. “Di 2020, Adira Insurance yang merupakan bagian dari Zurich, membayar lebih dari Rp 126 miliar klaim terkait banjir,” lanjutnya.

Hal ini, katanya, merupakan salah satu peran penting perusahaan asuransi untuk memberikan perlindungan yang holistik kepada pelanggan. Sehingga pelanggan tidak perlu merasa khawatir apabila hujan deras melanda wilayahnya. Perlindungan asuransi dapat membantu pelanggan dalam menghadapi situasi saat bencana melanda maupun untuk bangkit kembali setelahnya.

Untuk diketahui, Adira Insurance memiliki produk yang dapat memberikan perlindungan dari risiko banjir. Seperti asuransi kendaraan, baik mobil (Autocillin) maupun motor (Motopro), lalu asuransi properti seperti rumah tinggal (Home Insurance) maupun ruko (Arthacillin). Setiap tahunnya, Adira Insurance menyiapkan Tim Autocillin Rescue untuk tanggap bencana, terutama saat musim penghujan. [DWI]

]]> Di 2020, PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) telah membayarkan klaim terkait banjir lebih dari Rp 126 miliar.

Direktur Utama Adira Insurance, Hassan Karim menjelaskan, saat ini salah satu bentuk manajemen risiko yang dapat dilakukan masyarakat, adalah melengkapi diri dengan perlindungan mendasar seperti proteksi jiwa maupun aset.

Perlindungan terhadap properti, kendaraan bermotor, bahkan bisnis, dapat membantu masyarakat untuk mengantisipasi kerugian akibat bencana alam. “Ini merupakan tujuan utama dari asuransi, yaitu untuk membantu masyarakat pulih kembali setelah terjadi bencana,” katanya dalam keterangannya, Kamis (18/2).

Ia menegaskan, masyarakat harus mengubah persepsi terhadap penanganan masalah lingkungan. Semua pihak perlu terlibat dan berkontribusi untuk mencegah dan menangani dampak dari perubahan iklim. Pasalnya, kegagalan mengelola risiko lingkungan dapat memberikan dampak dan kerugian yang tidak terukur bagi masyarakat.

“Pandemi ini telah memberi kita kesempatan untuk merefleksikan, bagaimana kita memperlakukan lingkungan. Dan belum terlambat untuk mengelola risiko yang kita hadapi dan mengubah dampaknya,” ujar Hassan.

Ia menilai, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya manajemen risiko. Kebanyakan orang masih berpaku pada dampak, melupakan faktor pencegahan dan pengelolaan risiko yang sebetulnya dapat dilakukan.

“Tidak banyak yang mengetahui, bahwa biaya pemulihan dapat mencapai hampir 9 kali lebih tinggi daripada biaya yang dikeluarkan untuk pencegahan,” sebut Hassan.

Sebagai perusahaan asuransi yang memberikan jaminan terhadap risiko banjir melalui beberapa produknya, Zurich memahami tingginya kerugian yang dapat dirasakan masyarakat dari risiko banjir. “Di 2020, Adira Insurance yang merupakan bagian dari Zurich, membayar lebih dari Rp 126 miliar klaim terkait banjir,” lanjutnya.

Hal ini, katanya, merupakan salah satu peran penting perusahaan asuransi untuk memberikan perlindungan yang holistik kepada pelanggan. Sehingga pelanggan tidak perlu merasa khawatir apabila hujan deras melanda wilayahnya. Perlindungan asuransi dapat membantu pelanggan dalam menghadapi situasi saat bencana melanda maupun untuk bangkit kembali setelahnya.

Untuk diketahui, Adira Insurance memiliki produk yang dapat memberikan perlindungan dari risiko banjir. Seperti asuransi kendaraan, baik mobil (Autocillin) maupun motor (Motopro), lalu asuransi properti seperti rumah tinggal (Home Insurance) maupun ruko (Arthacillin). Setiap tahunnya, Adira Insurance menyiapkan Tim Autocillin Rescue untuk tanggap bencana, terutama saat musim penghujan. [DWI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories