Ade Yasin Terjaring OTT Masyarakat Bogor: Terima Kasih KPK, Terima Kasih Pak Firli

Sejumlah masyarakat di Kabupaten Bogor mengapresiasi kinerja KPK yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin terkait kasus suap terhadap BPK Perwakilan Jawa Barat. Mereka pun mengucapkan terima kasih ke KPK sebagai lembaga dan ke Ketua KPK Firli Bahuri.

“Kami masyarakat Kabupaten Bogor di Pamijahan mendukung pemberantasan korupsi. Terima kasih KPK, terima kasih Pak Firli Bahuri,” kata Ihsan, warga Pamijahan, Kamis (28/4).

Ihsan menuturkan, praktik korupsi masih jadi persoalan dan marak terjadi sehingga membuat masyarakat tidak sejahtera. Termasuk di Kabupaten Bogor. Ihsan menyebut, Firli sebagai sosok pemimpin berani tanpa kompromi komitmen melawan korupsi.

“Sosok seperti Pak Firli ini adalah pemimpin yang kita dambakan. Tegas dan berani, maka kami satu barisan bersama beliau memberantas korupsi agar rakyat sejahtera,” tuturnya.

Ihsan mengaku prihatin dengan kasus korupsi yang menimpa Ade Yasin. Terlebih, Bupati Bogor sebelumnya, Rachmat Yasin, yang merupakan kakak kandung Ade Yasin,  juga pernah terjaring OTT KPK. 

“Ini seharusnya jadi pelajaran bagi siapa pun, jangan coba-coba korupsi. KPK di bawah pimpinan Pak Firli terbukti tanpa kompromi memberantas korupsi,” tegasnya.

Hakim, warga Leuwisadeng, bersama rekan-rekannya juga memberikan apresiasi kepada KPK dan Firli dalam memberantas korupsi. Hakim berharap, Kabupaten Bogor dapat bebas dari korupsi dan pemerintah daerahnya bersih sehingga bisa menyejahterakan masyarakatnya.

“Kami dari masyarakat Leuwisadeng kaget dengan kejadian OTT Bupati dan sangat menyayangkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada KPK dan Pak Firli terus bekerja memberantas korupsi di Indonesia,” kata Hakim.

KPK telah menetapkan Ade Yasin sebagai tersangka suap terkait pengurusan audit laporan keuangan Kabupaten Bogor. Ade ditetapkan tersangka bersama Sekdis Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam, Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah, dan PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik.

Selain itu, KPK juga menetapkan empat pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat yang menjadi tim auditor pemeriksa laporan keuangan Pemkab Bogor. “Tersangka sebagai pemberi AY (Ade Yasin) Bupati Kabupaten Bogor 2018-2023,” ujar Firli dalam konferensi pers, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4) dini hari. [SAR]

]]> Sejumlah masyarakat di Kabupaten Bogor mengapresiasi kinerja KPK yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin terkait kasus suap terhadap BPK Perwakilan Jawa Barat. Mereka pun mengucapkan terima kasih ke KPK sebagai lembaga dan ke Ketua KPK Firli Bahuri.

“Kami masyarakat Kabupaten Bogor di Pamijahan mendukung pemberantasan korupsi. Terima kasih KPK, terima kasih Pak Firli Bahuri,” kata Ihsan, warga Pamijahan, Kamis (28/4).

Ihsan menuturkan, praktik korupsi masih jadi persoalan dan marak terjadi sehingga membuat masyarakat tidak sejahtera. Termasuk di Kabupaten Bogor. Ihsan menyebut, Firli sebagai sosok pemimpin berani tanpa kompromi komitmen melawan korupsi.

“Sosok seperti Pak Firli ini adalah pemimpin yang kita dambakan. Tegas dan berani, maka kami satu barisan bersama beliau memberantas korupsi agar rakyat sejahtera,” tuturnya.

Ihsan mengaku prihatin dengan kasus korupsi yang menimpa Ade Yasin. Terlebih, Bupati Bogor sebelumnya, Rachmat Yasin, yang merupakan kakak kandung Ade Yasin,  juga pernah terjaring OTT KPK. 

“Ini seharusnya jadi pelajaran bagi siapa pun, jangan coba-coba korupsi. KPK di bawah pimpinan Pak Firli terbukti tanpa kompromi memberantas korupsi,” tegasnya.

Hakim, warga Leuwisadeng, bersama rekan-rekannya juga memberikan apresiasi kepada KPK dan Firli dalam memberantas korupsi. Hakim berharap, Kabupaten Bogor dapat bebas dari korupsi dan pemerintah daerahnya bersih sehingga bisa menyejahterakan masyarakatnya.

“Kami dari masyarakat Leuwisadeng kaget dengan kejadian OTT Bupati dan sangat menyayangkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada KPK dan Pak Firli terus bekerja memberantas korupsi di Indonesia,” kata Hakim.

KPK telah menetapkan Ade Yasin sebagai tersangka suap terkait pengurusan audit laporan keuangan Kabupaten Bogor. Ade ditetapkan tersangka bersama Sekdis Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam, Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah, dan PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik.

Selain itu, KPK juga menetapkan empat pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat yang menjadi tim auditor pemeriksa laporan keuangan Pemkab Bogor. “Tersangka sebagai pemberi AY (Ade Yasin) Bupati Kabupaten Bogor 2018-2023,” ujar Firli dalam konferensi pers, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4) dini hari. [SAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories